
Titi berjalan dengan tergesa dengan menggandeng kedua malaikat kecil ditangan kana dan kirinya, buah cintanya bersama Rasyid, tadi sesaat setelah menerima telpon dari Risya, Titi segera melaju motornya dengan kencang karena dia khawatir dengan keadaan ayah dari anak anaknya, dia belum siap kalau anak anaknya yang masih kecil harus menjadi yatim,walau dia yakin akan sanggup mengurus kedua anaknya walau seorang diri, ya Titi tidak takut Rasyid akan pergi meninggalkannya dengan wanita lain, yang dia pikirkan adalah tentang anaknya, segala hal tentang kebaikan mereka berdua.
Risya mengatakan kalau Rasyid tiba tiba sesak nafas sampai harus dibantu alat bantu pernafasan, dokter sudah memeriksanya dan memberinya suntikan penenang karena Rasyid terus saja meraung menangis sambil memegang kepalanya yang dia bilang serasa mau pecah.
Titi sedikit merasa bersalah karena tadi saat ditinggalkan Rasyid memintanya untuk jangan pergi.
Sampai diruang rawat suaminya Titi segera masuk tanpa perduli untuk mengetuk pintu tapi apa yang dia lihat didalam sana membuatnya tercekat
Disana dia melihat suaminya terbaring menutup mata, dengan selang oksigen yang terpasang dihidungnya, tapi bukan itu yang membuatnya kaget, tapi karena ada seorang perempuan cantik yang potonya dia lihat di handphone suaminya sebelum handphone itu dia banting sampai hancur
Iya ada Cicih di sana sedang menggenggam tangan suaminya, sedangkan ibu mertua dan adik iparnya duduk di kursi disudut ruangan dengan mata yang menatap kearahnya, mereka berdua langsung bergegas menghampiri Titi dan kedua anaknya
''Ti.. tadi ibu dan Risya sudah melarang wanita itu masuk, kami juga sudah mengusirnya, tapi dia bersikeras masuk dan diaaa..'' ucap ibu Ami berkata dengan sungkan, seolah dia tidak berhasil menjaga Rasyid dari bahaya
''Tidak apa apa bu, ibu tolong ajak Putra dan Putri beli seuatu yang mereka inginkan dulu,biar saya yang bicara sama perempuan sundel itu''ucap Titi pelan agar anaknya tidak mendengar ucapan nya
''Baiklah, ayo sayang ikut nenek.. kita beli ice cream kalian mau?''ucap Bu Ami kepada kedua cucunya
''Tapi ma.. nek.. kami mau melihat ayah dulu, ayah kenapa itu ma? kok hidungnya dikasih sesuatu yang seperti sedotan?'' tanya Putra heran karena belum pernah melihat hal yang seperti itu
''Sayang.. nanti mama jelasin ke kamu ya nak! sekarang kalian sama nenek dulu gih''ucap Titi lembut kepada kedua anaknya
''Iya deh ma'' jawab kedua anaknya bersamaan
Dan bu Ami keluar beserta Putra dan Putri yang dengan enggan mengikuti neneknya, mereka masih terus saja menengok ke arah ayah mereka
Risya kembali duduk di kursi sudut ruangan,dia tidak mengikuti ibunya, dia merasa perlu menemani kakak ipar kesayangannya
''Kamu bukannya temannya A Hendra ya? kenapa kamu disini? bukannya kamu kerja di Jakarta ya? ''tanya Titi sembari mendekat ke arah tempat tidur pasien, dia bertanya seakan akan dia tidak tau apa apa
__ADS_1
Dia akan bersikap seperti kura kura dalam perahu
''Iyya aku temannya mas Hendra, dan aku juga teman dekatnya mas Rasyid! aku datang menjenguk dia. . kenapa??? memang nggak boleh???''jawabnya sarkas
Titi merapatkan giginya dan mengepalkan tangannya, Titi melirik ke arah Risya yang ikut geram dengan sikap wanita itu, tapi Titi memberinya kode agar dia tetap duduk saja disana, Risya mendesah
''Kalau meminta ijin menjenguk suamiku, aku memang berhak melarang, tapi kalau kamu menjenguk pasangan selingkuhmu, apa larangan ku akan berguna? pastinya tidak kan? kalian berdua tidak tau malu dan pecundang menjijikan, darimana kamu tau Rasyid di rawat disini?ucap Titi tanpa tedeng aling aling, dia merasa tidak perlu menjaga sikap dan kata kata terhadap manusia l**nat dihadapanya
''Aku tau dari mas Hendra! kenapa? kamu herannya saat tahu kedua pria itu sangat tergila gila padaku''ucap Cicih sombong
Titi tertegun, dia memang yang memberi kabar pada Robi kalau ayah angkatnya sedang dirawat saat kemarin Robi menelpon menanyakan kabar mereka, tapi dia tidak berpikir bahwa kabar itu akan sampai pada wanita itu melalui Hendra, Titi merasa perlu bicara pada Hendra setelah ini
Hendra pasti tidak tau kelakuan wanita itu, apalagi kelakuannya bersama ayah angkat dari anaknya
Tadi memang ada chat masuk dari Hendra tapi Sampai sekarang Titi belum membacanya, belum sempat memegang hp selain mengangkat panggilan masuk dari Risya tadi
Titi lalu diam malas meladeni ucapan ataupun tindakan wanita ular tersebut, suatu hal percuma.
Tiba tiba tangan Rasyid bergerak, lalu melenguh dan berkata
''Sayanggg.. kamu sudah datang''ucapnya lirih dengan masih belum membuka matanya
DEGGG
Jantung Titi seakan dihantam martil/palu besar dengan kerasnya, sakittt!!!
''Iya mamas sayang aku datang untukmu, aku disini''ucap Cicih dengan percaya diri, bahwa sebutan sayang itu untuk dirinya
Rasyid membuka mata heran karena merasa suara istrinya jadi berbeda dan
__ADS_1
DEGGG
Rasyid terkejut saat melihat dan menyadari siapa wanita yang sedang menggenggam tangannya, serta merta dia mengibaskan tangannya kasar, dan Rasyid lebih terkejut lagi saat kedua netra matanya menangkap penglihatan seorang wanita yang dia tunggu ada disana, melihat kearah dirinya yang sedang di dekat Cicih sang wanita selingkuhannya
Seakan menjadi seorang maling yang sednag tertangkap basah, Rasyid merasa darah ditubuhnya berdesir hebat antara takut dan kaget
''Sa.. sayang.. de..'' ucap Rasyid dengan mata yang auto mengalirkan lelehan air mata, mentalnya benar benar terguncang
Dia merasa berada sedang berdiri di ujung jurang, kalau wanita yang menjadi istrinya berpaling dan pergi, dia akan memilih untuk terjun saja ke jurang tersebut
Titi masih memperhatikan suaminya dalam diam, dia menunggu reaksi suaminya yang tertangkap basah sedang bersama perempuan lain, walau dalam keadaan dia entah sadar ataupun tidak
Jangan ditanya bagaimana keadaan hatinya,tentu saja sudah terasa panas, tapi Titi mencoba untuk bersikap tenang, karena ini di Puskesmas, mereka seharusnya jangan mengganngu kenyamanan irang lain dengan membuat keributan.
''Sayanggg.. sini..''ucap Rasyid sambil masih dengan berderai airmata, dia mengangkat tangannya melambai ke arah Titi seakan tidak perduli dengan wanita yang sempat mau dia ti*uri itu
Cici menggeram kesal dan tentu saja tidak mau menyerah dengan mudah,dia maju dan mencoba menggenggam tangan Rasyid yang kembali ditepis oleh Rasyid
''PERGI KAMU DARISINI, JANGAN GANGGU AKU LAGI, PERGI''bentak Rasyid sambil menunjuk kearah wajah wanita itu
''Cihhh, enak aja kamu kayak gitu sama aku mas, kemarin aja kamu ke'enakan dibelai belai sama aku''ucap Cici sambil mencibir dan sengaja berbicara yang mengandung provokasi, sambil juga melirik kearah Titi
♥bersambung
♡jangan lupa like dan koment nya ya..
biar aku semangat nulisnya
kalau di kasih mawar sama kopi aku nggak nolak loh hehe...
__ADS_1
Terima kasih readers tercinta
Sayangggg kalian semua