
Seminggu kemudian
''Mas tadi Desi telpon saat aku di pasar, dia bilang akhirnya mereka sepakat untuk program kehamilan, Desi sudah bicara dengan Harun dan bahkan dia minta pendapat dari tuan Lion, dan Tuannya itu mendukung kalau Desi ingin punya anak, entahlah mas aku ngerasa kok tuan Lion seperti punya perhatian khusus gitu ya ke Desi''curhat Titi ke suaminya yang saat itu sedang duduk sambil meminum kopi hitam favorite nya
Rasyid memandangnya cukup lama kemudian berkata''iya aku bisa lihat memang tuan Lion memperlakukan Desi seperti pada adiknya sendiri, itu kalau di dalam rumah tapi kalau di tempat umum biasa aja''
''Hemm gitu ya mas.. aku cuma khawatir kalau ada sesuatu diantara mereka yang lebih dari sekedar perasaan antara adik dan kakak, secara Desi sudah menikah dan Tuan Lion juga sepertinya menjalin hubungan dengan sekertaris pribadinya itu''ucap Titi sembari menerawang membayangkan wajah wajah orang yanh mereka bicarakan
''Oh ya mah aku baru ingat waktu tuan Lion menginap disini kak kamu jadi aneh si mah, kalau di depan dia kamu kayak gimana gitu, kenapa sih ma?''tanya Rasyid kepada istrinya sembari menelisik ke wajah cantik itu
''Ee i itu karena aku takut mas sama dia.. i iya takut.. dia orangnya kayak kaku gitu ya mas, takut salah ngomong''jawab Titi sambil melirik ke arah suaminya takut ketahuan kalau memang sebenarnya dia takut sama tuan Lion tapi takut *jatuh cinta
Jantung Titi seakan melompat lompat saat melihat tuan Lion seperti halnya seorang fans yang ketemu idolanya
apakah itu cinta?
(jangan tanya author, authornya juga tidak tau Ti)
''Ohh iya mas tadi Risya juga nelpon katanya dia mau pulang ke sini loh mas'' Titi mengalihkan pembicaraan ke arah lain biar tidak ketahuan rasa oleh suaminya, bisa bisa suaminya itu menghukumnya dengan menyuruhnya untuk hamil lagi
ancaman yang menakutkan bagi Titi karena masih ingat trauma melahirkan yang kemarin saja belum benar benar lupa
''Oh ya kok nelponnya ke kamu bukan ke mas?'' Rasyid heran sama adik kandungnya sendiri, hal apa apa dia selalu menghubungi istrinya terlebih dahulu, padahal pernah suatu saat dulu Risya bilang ke Rasyid bahwa dia tidak menyukai kakak iparnya tersebut, tapi sekarang berasa dia yang jadi kaka ipar jadinya kalau begini
''Sama ajalah mas mau ke kamu duluan atau ke aku duluan yang penting dia sudah mau kasih kabar ke kita aja kita sudah harus bersyukur, aku juga suka ngga masalah kalau Desi nelponnya ke kamu bukan ke aku, ngga usah sensi deh mas'' omel Titi
Rasyid hanya mendengus mendapatkan jawaban sarkas dari istri kesayangannya itu
Sore hari menjelang jam di dinding menunjukan waktu sudah jam 3 sore, Titi sedang memasak di dapur, sedangkan Rasyid belum kembali dari ladang
Putra dan putri sedang bermain di ruang bermain mereka, Putra sangat pintar dan bisa di andalkan untuk menemani adiknya bermain
Tok tok tok
__ADS_1
Terdengar suara pintu diketuk dari luar dan Titi segera bergegas untuk melihat siapa yang datang
Ceklek
''Assalamualaikum mama cantik hehe"
"Wa'alaikum sallam''Titi menjawab salam kemudian berlalu pergi lagi ke dapur karena acara masaknya belum selesai
''Iss kok aku di cuekin sih, gandeng kek tangannya suruh masuk''sengit orang itu sembari ngeloyor masuk dan duduk di meja makan menuangkan air dan meminumnya
''Aku lagi sibuk ini mas, belum ada yang mateng satupun masakan aku, biasanya juga kamu masuk sendiri palingan ngucap salam, ngga pake ngetuk pintu kayak tamu aja sih, aku kira kamu itu Risya yang sudah nyampe sini''Seru Titi sambil mendengus kesal, bukan apa apa suaminya itu iseng banget, Titi juga heran suaminya bisa berubah jadi kekanakan begitu
''He he gitu aja marah sih, sayangnya mas nih'' ucap Rasyid yang sudah berdiri di belakang istrinya, dan karena Titi sedang konsentrasi memasak sehingga dia tidak menyadari bahwa suaminya sudah berada dekat di belakangnya' seketika dia menelusupkan tangannya di pinggang istrinya yang sedang masak, tapi Titi malah kaget dan berteriak
''Allahu akbar mas, aku kaget banget dan geli ih.. lagian ini di dapur mas, nanti anak anak atau para pekerja tidak sengaja lihat gimana sih''sungut Titi sambil melirik kesal
Rasyid malah terkekeh dan malah mencium pipi istri kecil kesayangannya kemudian beranjak dari dapur sembari bilang
''Iya deh iya maaf, ya sudah mas mandi dulu deh, peluk kamunya nanti malam aja ya sayang haha..''Titi cuma diam sambil cemberut tapi kemudian dia tersenyum sambil memegang pipinya yang tadi di cium suaminya dan bergumam ''Mas Rasyid ada ada aja sih''
Tut tut tut (bunyi nada sambung)
''Hallo Ris.. kamu dimana? ngga jadi ke rumah kakak kah?
''Jadi kak ini udah di jalan deket rumah kakak kok, bentar lagi nyampe''sahut Risya dari seberang sana
''Oh ya sudah kakak tunggu, kakak tutup telponnya ya''
''iya kak''
Tidak lama kemudian Risya sampai bersama dengan suami dan ibu mertuanya Titi, mereka dipersilakan masuk oleh Rasyid yang membukakan pintu, mereka langsung menuju meja makan untuk makan bersama setelah semua orang mencuci tangan dengan sabun (bukan iklan sabun loh)
Makan malam usai kemudian mereka duduk bercengkrama di depan tv, Risya saat ini belum mempunyai anak atau pun mengandung lagian ini baru beberapa bulan setelah pernikahannya, pernikahannya dan pernikahan Desi selang waktu 4 bulan (pernikahan Risya belum di bahas ya, nanti akan ada flashbacknya)
__ADS_1
Ibu Ami duduk bersama kedua cucunya, walau jarang bertemu kedua anak itu tau kalau itu adalah nenek mereka dari poto yang di pajang oleh Rasyid, dan mereka juga bertemu beberapa kali di acara acara penting lainnya sehingga membuat dua anak itu tidak canggung untuk bermanja ria pada nenek mereka satu satunya yang masih ada
Risya duduk dengan Titi sembari berbincang layaknya kakak dan adik kandung saja, entah kemana hilangnya Risya yang dulu angkuh dan tidak mau perduli dengan wanita yang menjadi kakak iparnya tersebut, sekarang dia bahkan lebih dekat ke kakak iparnya itu daripada ke Rasyid yang notabane nya adalah kakak kandungannya
Malam semakin larut anak anak sudah tertidur dan sudah dipindahkan ke kamarnya oleh Rasyid sejak dari sejam yang lalu, ibu Ami juga sudah beranjak ke kamar yang biasa dia tempati jika menginap di Rumah anak sulungnya tersebut
Rasyid memang menyiapkan satu kamar khusus buat ibunya jika ingin menginap di sana bahkan pernah dulu Rasyid dan Titi meminta ibu Ami untuk tinggal bersama mereka, tapi bu Ami lebih memilih untuk mengikuti Risya yang tinggal di rumah suaminya di kota
Risya dan suaminya akan tidur di kamar tamu, mereka bebas memilih kamar tamu yang mana yang ingin mereka tempati
Rasyid sedang memeluk istrinya di atas tempat tidur, mereka belum tertidur karena Titi sedang mendengarkan keluhan dari suaminya yang merasa bahwa Risya tidak menyayanginya, Rasyid merasa seperti dirinya itu dianggap kakak ipar oleh adik semata wayangnya tersebut dan Titi hanya terkekeh mendengarnya
''Sama aku enggak kok mas, kamu lihatkan tadi, dia malah udah kayak Desi manjanya ke aku'' sahut Titi sembari tersenyum
''Padahal dulu pas Risya bayi aku loh yang selalu mengasuh dia kalau ibu lagi sibuk, aku yang menggendong dia kalau kita bepergian ke mana pun, aku bahkan yang menyuapi dia makan'' ujar Rasyid sendu
Titi terdiam dia sebenarnya tau seberapa besar kasih sayang Rasyid terhadap adiknya tersebut, sama halnya seperti dirinya yang menyayangi Desi sejak dari kecil sampai sekarang, ya walau dulu saat di awal awal pernikahannya dengan Rasyid Desi seperti menghindarinya, tidak mau tinggal bersama mereka dan malah memilih tinggal bersama uwa tonjong.
Titi ingat alasan Desi berbuat seperti itu karena dia tidak mau membebani pikiran kakaknya yang sangatlah dia sayangi, Desi tau betapa pedas mulut mertua kakaknya pada zaman dahulu
Syukurlah semua sudah berubah sekarang
Tapi sekarang giliran Rasyid yang merasa kehilangan kasih sayang adiknya
''Besok biar aku bicara sama Risya ya mas, sekarang kita tidur dulu sudah malam'' bisik Titi di telinga Rasyid yang mana malah membuat Rasyid jadi memejamkan matanya, menikmati sajian cinta dari istrinya yang mengambil inisiatif terlebih dahulu karena ingin menghibur sang suami dari rasa sedihnya
Selanjutnya silahkan para reader bayangkan sendiri atau praktekan bersama pasangan halalnya ya
(yang belum halal,jangan ya hihihi)
se you tomorrow
hope you guys like it
__ADS_1
jangan lupa like dan koment nya