
''Mas bangun mas.. sudah siang nih, udah di bilangin abis subuh jangan tidur lagi, tuh kan sampai siang gini belum bangun juga'' omel Titi di pagi hari, bagaimana tidak ngomel, ini sudah jam 9 tapi suaminya malah belum bangun
Rasyid tidur lagi setelah sholat shubuh dan alhasil sampai se siang itu dia bel bangun, padahal Titi sudah berperang dengan berbagai negara, dari negara api dengan memasak berbagai makanan, sampai negara air dengan mencuci piring, baju, dan menyiram tanaman bunga di depan rumah
Anak anak sudah berangkat ke tempat aktifitas mereka, Putra ke sekolahnya, dan Putri di ruangan bermainnya
Tapi sang kepala rumah tangga malah lagi asyik ngorok, gimana nggak ngorok dia kan tadi malam habis numbuk dua kali per satu jam, dan hebatnya Titi masih bisa bangun pagi dan melaksanakan perang hariannya, tapi Rasyid malah Ka O
Tau begini Titi nggak bakal mau di tumbuk, sampai dua kali lagi hadehhh, Titi jadi geram sendiri dan kembali dia mengguncang tubuh suaminya
''Mas ih.. bangun nggak nih, kalau enggak aku pergi ke Jakarta deh ahh..''Rajuk Titi
Rasyid menggeliat sambil menggumam, terlihat dia benar benar kehabisan energi, ditambah ini sudah siang dan dia belum sarapan
''Ngapain ke Jakarta hemm?''
''Aku ngambek nih kalau mas ngga bangun bangun,aku sudah bikinkan kopi sampai sudah dingin lagi tuh''rajuk Titi sambil bibirnya manyun manyun
Rasyid membuka matanya dengan malas, tapi bukannya bangun dia malah menarik tubuh istrinya ke dalam dekapannya, Titi kaget dan tidak dapat menghindar akhirnya terperangkap dalam dekapan suaminya berusaha menggeliat dan memberontak tapi malah di bisiki
''hisss jangan gerak gerak mulu sayang, nanti malah tiang listrik tegangan tingginya mas bangun loh''
Titi mendengus kesal tapi menurut untuk diam karena takut sama tiang listrik, kalau siang begini sampai nyetrum bisa gawat, dan juga Putri lagi nonton tv dan bisa saja anaknya itu menyusul ke kamar nanti
''Kamu jangan bikin aku kesel ya mas, aku pengen ngamuk rasanya nih''Ucap Titi dengan sudah mengeratkan giginya
''Kamu tuh.. santai sedikit kenapa sih.. hemm.. kan ngga tiap hari juga begini, aku sekarang lagi kangen banget sama kamu sayang, jadi ngga mau lepasin kamu deh hehehe''Jawaban Rasyid membuat Titi menghela nafas
Titi berharap Putri segera datang menyelamatkan dirinya, kalau tidak akan ada adegan tumbuk menumbuk yang ketiga kalinya,Titi bukannya tidak mau tapi takut ketahuan putrinya dan malas mandi wajib lagi
__ADS_1
"yang relaq aja kenapa sih hemm.."Rasyid masih mendekap istrinya sambil menguyel uyelkan hidungnya yang mancung ke wajah Titi, Titi akhirnya menyerah untuk diam dan menuruti kemauan suaminya toh semua perang sudah selesai dia menangkan
"De, mas mau tanya sesuatu sama kamu"
"Tany apa sih mas, tanya mah tanya aja sih"jawab Titi ketus
"is kok kamu ngambek gitu sih, ini bibirnya sampe manyun, bikin mas gemesss aja" goda Rasyid
"Ini loh mas mau tanya APAKAH KAU BAHAGIA de? hidup bersama mas dan anak anak kita?"
Titi tertegun mendengar pertanyaan dari suaminya itu, replek Titi menoleh kemudian menatap wajah suaminya itu, suami yang berselisih umur 10 tahun dengannya, suami yang tampannya seperti Indra L brughman suami yang membuatnya tidak bisa melihat ketampanan pria lain dengan arti kata "mengalihkan dunia" nya Titi
"Kenapa mas nanya nya gitu, tentu saja aku bahagia hidup bersama mu dan anak anak kita mas, kebahagiaan yang bahkan aku tidak pernah bayangkan sebelumnya, dulu aku berpikir mungkin aku ini orang yang sangat hina, rendah karena miskin dan tidak cantik, mana mungkin ada yang mencintaiku dengan tulus, awalnya aku berpikir juga mungkin kamu mau menikah denganku karena terpaksa dan ya.. daripada tidak ada sama sekali, seperti pilihan terakhir yang ada, semacam itu lah pikirku"
"Bahkan sampai sekarang aku masih sangsi juga dan aku juga ingin bertanya pertanyaan yang sama, sama kamu mas, APAKAH KAU JUGA BAHAGIA hidup bersama denganku, aku nggak nanya tentang dulu, aku tanya tentang masa sekarang!"Titi membalikkan pertanyaan ke suaminya masih sambil menatap wajah tambah Indra L brughman kw
"Hemm kalau mas sudah jelas bahagia banget sekarang, punya kamu sebagai istriku yang paling cantik, manis, dan Kamu lah segalanya bagiku, satu satunya perempuan yang aku inginkan untuk bisa bertemu kembali saat di surga nanti, jadilah bidadari surgaku ya sayang" dan Blushhh...
Rasyid mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya untuk mengecup keningnya lama
"Terima kasih kamu sudah mau bersabar terhadapku dulu, saat aku terpuruk dengan masa lalu, kamu selalu ada untukku, kamu masih ingatkan saat kita makan sepiring berdua di ladang, saat kamu merelakan makanan yang hanya ada satu piring itu, kamu cuma makan tiga sendok dan kamu memintaku untuk menghabiskannya, padahal mas sebenarnya tau kamu masih lapar, tapi kamu kekeh tidak mau makan lagi, kamu pasti takutkan kalau aku tidak kenyang, dan jadi lemas saat bekerja, aku tau itu
Kamu setia menungguiku dan bahkan membantu pekerjaanku agar bisa lebih ringan dan cepat selesai, padahal kamu tau dulu itu di hatiku masih ada orang lain, tapi kamu tetap sabar dan membersamaiku dengan penuh cinta
"Jadi sekarang mas tanya, Bagaimana mas tidak jatuh hati padamu? pada semua yang sudah kamu lakukan untuk mas dan keluarga mas, semua ketulusan mu,
maaf mas tidak bisa mencegah hati ini untuk mencintaimu, sangat sangat mencintaimu, bahkan mas rela berkorban jiwa dan raga mas untukmu jika diperlukan"
"Mas kamu kamu nggak lagi ngigau kan, mas kok jadi 'so sweet banget sih.. iihh aku rasanya kaya mau meleleh deh" ucap Titi sembari terkekeh, ucapan Rasyid memang benar benar tulus, tapi karena tidak biasa mendapatkan gombalan jadi Titi merasa agak absurd
__ADS_1
"hemm kamu mah, mas lagi serius juga kok"
"iya ya sudah ah.. aku jadi ngantuk nih"
"Ya sudah tidur aja, kan katanya perangnya udah selesai kamu"
"He em"
Tapi lama lama Titi merasa benar benar ngantuk, Titi memejamkan matanya dan terlelap, maklum semalam habis kerja tumbuk menumbuk bersama suaminya bangun di waktu subuh dan perang dengan berbagai negara alhasil badannya mengalami kelelahan
Rasyid yang sedari tadi sibuk menguyel uyel istrinya dengan memejamkan mata dia tidak sadar kalau sang istri sudah terlelap, ketika Rasyid membuka mata dia kaget karena istrinya sudah tertidur, cepat sekali!
Setelah memastikan istrinya benar benar tertidur Rasyid kemudian bangkit untuk mandi, setelah mandi dia pergi untuk sarapan dan gantian menjaga putrinya
Makanan sudah tersedia lengkap di meja makan, Rasyid juga meminum kopinya walau sudah dingin, saat dia beranjak mau ke ruangan bermain Putri tiba tiba sayup sayup terdengar nada dering panggilan pada handphone sang istri, siapa yang telpon ya, Rasyid bertanya dalam hati
Rasyid menghampiri handphone Titi yang berbunyi nyaring takut mengganggu Sang pemilik yang baru terlelap,Rasyid melihat nama pemanggil dan ternyata itu panggilan dari Desi
"Hallo assalamualaikum.. " Rasyid menerima panggilan tersebut
"Hallo kak Rasyid.. kak Titinya ada kak?
"Ada sih, tapi lagi tidur, dia lagi kecapekan, ada apa emangnya kalau kakak boleh tau"
"Ahh aku cuma mau curhat ka, nanti kalau kak Titi nya sudah bangun, suruh telpon balik ke aku ya kak"
"Iya sudah nanti kakak sampaikan"
"Ya sudah dadah kakak, wasalam mu alaikum warohmatulohi wabarokatuh"
__ADS_1
"wa'alaikum sallam warohmatulohi wa barokatuh" Rasyid meletakan kembali handphone sang istri ke meja yang ada di dalam kamar, kemudian dia keluar lagi dan bermain bersama Putri sembari menunggu Putra pulang sekolah