ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Sory because i hate you


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu dari semenjak hari lahirnya anakku, dia sekarang sudah lebih cuby dari pertama lahir, sungguh menggemaskan, setiap hari aktifitasku hanya di rumah dan mengurus kebutuhan rumah, suamiku sekarang lebih maju dengan mata pencaharian baru, walau masih tentang pertanian dan persingkongan tapi setidaknya sekarang kami menggarap ladang kami sendiri,bukan lagi berburuh pada orang lain.


Iya.. ibu mertuaku sudah menghibahkan ladang seluas 60 meter persegi dan sawah dengan luas yang sama untuk jadi mata pencaharian suami ku dan menjadi milik kami, dulu ibu mertua ku belum memberikannya karena suamiku sudah menentang kehendaknya dengan menikahi istri pertamanya yang berujung penceraian,sekarang setelah dia mematuhi keinginannya untuk menikahi ku yang merupakan pilihannya ibu mertuaku pun memberikan hak suamiku secara utuh, walau belum di sebut warisan dan masih di sebut hibah, yang artinya kami hanya berhak menggarap tanpa berhak untuk menjualnya.


@Terima kasih ibu mertua (senang nya hatiku)


kehidupan kami sekarang bisa di bilang mapan, punya rumah sendiri punya kendaraan bermotor sendiri dan sawah maupun ladang sendiri walaupun tidak begitu luas, tapi aku bersyukur sekali.


...****************...


AUTHOR POV


Siang itu di cuaca yang sangat terik karena matahari bersinar sangat terang benderang dan sudah lama tidak turun hujan, aku mendengar berita lelayu dari suara microphone masjid,


''Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh ,Innalilahi waina illaihi rojiun, Telah meninggal dunia Saudara Yudi Atmaja putra dari bapak Dikun Atmaja tadi pagi sekitar jam 11.30 WIB, bagi sanak saudara yang berkenaan di mohon kehadirannya untuk berbela sungkawa, terima kasih dan wassalamualaikum warohmatullohi wabarakatuh''


DEGGG


Titi merasa kaget dan tergugu mendengar kabar duka tersebut, Yudi Atmaja adalah pria yang dulu sempat mengisi hatinya, tapi sempat juga menghancurkan hatinya sampai berkeping keping, apa yang terjadi? bagaimana bisa dia meninggal secepat ini?


''Ma.. Yudi itu bukannya pria yang waktu itu kesini untuk menemuimu ya ma?'' tanya Rasyid pada istrinya


''Iiya Mas, kok bisa ya dia meninggal, apa dia sakit?'' Titi bertanya entah pada siapa, dia bengong seperti baru bangun tidur dan nyawanya belum terkumpul semua.


'Mas juga ngga tau, ya sudah mas pergi melayat dulu sama tetangga yang lain, kamu dirumah aja, jangan ke sana, kesian Putra masih kecil''


''iya mas baik''


Rasyid bergegas pergi ke tempat duka, Titi sudah menyiapkan Amplop berisi uang untuk di bawa Rasyid melayat.


Titi terus saja termenung mengingat pertemuan terakhir nya dengan Yudi, waktu itu Yudi seperti meminta maaf karena dia tau dia akan pergi untuk selamanya.


Titi bisa saja memaafkan kesalahan Yudi dan bersikap baik padanya, tapi mengingat kelakuan Yudi waktu itu saat dia melihatnya bermesraan dengan perempuan lain hati Titi sungguh sangat sakit.


Dia menunggu kepulangan suaminya dengan was was, dia ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, 'apa mungkin kalau A Yudi bunuh diri? ahh mana mungkin' bathin Titi


Titi bolak balik masuk keluar dan masuk lagi seperti ayam yang baru akan mulai bertelur,dia sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


''Assalamualaikum,mah ayah pulang'' Titi langsung keluar dari kamar menghampiri suaminya yang baru pulang dari melayat.


''Mandi dulu yah,kalau habis melayat pulang kerumah langsung mandi dulu''sambut Titi pada suaminy, mengingatkan apa yang selalu mertuanya bilang,bahwa kalau orang yang sehabis melayat sebaiknya langsung mencuci tangan dan kaki atau lebih bagus lagi kalau langsung mandi sebelum melakukan aktivitas lain atau kalau mau menggendong anak kecil


''Iya mah ayah tau'


''ya sudah.. ayah sudah makan belum, biar mama siapin''


''sudah tadi ayah makan di sana''sahut Rasyid sembari berlalu mengambil handuk


Kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri,keluar dari kamar mandi masih menggunakan handuk yang melilit pinggang,dan segera memakai baju yang di siapkan sang istri.


''Mah kamu di mana, bikinin ayah kopi dong''seru Rasyid pada istrinya yang entah ada di mana karena dia tidak menemukan istrinya di kamar


''iya yah sebentar, mama lagi angkat jemuran dulu''sahut Titi


Rasyid melihat anaknya yang sedang tertidur, anaknya sungguh sangat menggemaskan, Rasyid menciumi pipi gembul Putra.


''Mas ih jangan di ganggu Putranya, biar dia tidur dulu, aku mau melipat baju ini''


''eh iya.. emang ada sesuatu yang janggal kah mas? A Yudi nggak bunuh diri kan?''


''iss kamu ini kok bisa kepikiran gitu sih'' gerutu Rasyid,apa sih yang di pikirkan istrinya ini


''Soalnya pas terakhir dia ketemu aku waktu itu mas ingat kan? dia seperti sedang memberikan pesan terakhir''


''Dia enggak bunuh diri, tapi dia sakit keras ma, dia terkena kanker hati stadium akhir, dan tidak bisa di obati, kalau pun bisa pasti butuh biaya ratusan juta, dan menurut keluarganya dia memilih untuk pasrah dan tidak melanjutkan pengobatan, dan dia menitipkan surat ini untukmu, dia awalnya menitipkan pada ibunya, dan ibunya menitipkan nya padaku''


Titi menerima surat dengan gemetar dan terheran heran, kok bisa A Yudi menitipkan surat untuknya, ada perlu apa lagi?


''Mas.. kok aku takut ya mau bacanya''Titi menerima surat dengan tangan gemetar dan tiba tiba jantungnya berdegup kencang


''kenapa tahkut?''tanya Rasyid heran


Titi membuka sampul surat dan mulai membaca isinya


*assalamualaikum wr wb

__ADS_1


Teruntuk kamu yang dulu sampai sekarang adalah cinta ku


"Aku pernah datang padamu untuk memohon maaf atas kesalahpahaman yang sengaja aku buat agar kamu meninggalkanku,aku mohon maaf karena tidak bicara terus terang saja padamu tentang kenapa aku harus merelakanmu untuk menikah dengan laki laki lain,


Sebenarnya ini sangat berat buatku, di saat aku tau tubuhku sedang di gerigoti sel kanker ganas dan di saat itu pun ibu mu datang padaku untuk memintaku agar menjauhimu,


Sebenarnya aku ingin kamu ada di sisiku memberikan ku semangat agar bertahan hidup,tapi engkau pergi ke pelaminan dengan pria lain,dan aku harus rela,


Demi kebahagiaan mu aku rela


Aku selalu memperhatikan mu tanpa sepengetahuanmu, aku ingin memastikan kamu bahagia bersama nya, dan sekarang aku yakin kau berbahagia bersamanya!


Hiduplah dengan baik cinta pertama dan terakhirku


only you and the only one


Hiduplah dengan bahagia


Aku mencintaimu


*Yudi ♡


Airmata Titi jatuh tak tertahankan, dia menangis dengan pilu,ada penyesalan dalam hatinya yaitu menyesal karena tidak bisa memberi kata maaf saat pertemuan terakhir mereka, menyesal karena tidak bisa memberi kata penyemangat untuk orang yang dulu punya tempat terbaik di hatinya, tapi bukan menyesal karena dia telah memutuskan untuk menikah dengan suaminya, Titi tidak pernah menyesal untuk itu, ini adalah takdir, hanya saja kalau Titi tau alasan yang sebenarnya maka dia akan bersikap baik pada Yudi di pertemuan terakhir mereka.


Rasyid mendekat dan memeluk istrinya dia bingung apa yang sebenarnya istrinya rasakan, dia takut istrinya sedang menyesali pernikahan mereka.


''Sudahlah ma, Yudi sudah tenang di alam sana, dan kamu tidak bersalah dalam hal ini kan kamu tidak tau kalau Yudi sebenarnya sakit, ini semua adalah keputusan nya untuk membuat mu pergi darinya, terlepas dengan siapa kamu menikah walau itu bukan denganku kan? ''


''iya mas, aku hanya merasa menyesal karena aku tidak bersikap baik padanya saat pertemuan terakhir kami dulu itu mas, padahal dia minta maaf dengan tulus padaku, aku terlalu keras hati padanya mas''


''ya sudah ngga papa, kamu kan dalam posisi ngga tau''


''iya mas, ya sudah, semuanya sudah terjadi, sekarang aku sudah bisa memaafkan A Yudi dengan ikhlas, semoga amal ibadahnya diterima oleh allah SWT dan di ampuni segala dosa dosa nya, aamin''


''Aaminn'' Rasyid ikut mengaminkan do'a istrinya.


*esok kemudian hari tidak ada lagi ganjalan tentang peraasaan terhadap mantan.

__ADS_1


__ADS_2