ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Terbaik untukmu


__ADS_3

''Putra sayang.. kamu dimana nak? mama sudah pulang nih''Titi mencari keberadaan putranya,dia memeriksa di ruang keluarga tapi putranya tidak ada di sana, kemudian dia memeriksa di kamar anak itu dan syukurlah dia ada disana, putranya sedang duduk di meja belajarnya seperti sedang menulis sesuatu.


''Kamu lagi ngapain sayang, mama panggil panggil kok diem aja?''


''Putra sedang menggambar mah, nih liat gambarnya sudah mau selesai'' Putra menunjukan buku gambarnya kepada Mamanya


Titi mendekat dan melihat gambar apakah yang sedang putranya gambarkan, ternyata itu gambar empat orang manusia, satu terlihat seperti sosok ayah satu sosok ibu dan di tengah antara mereka ada dua gambar anak kecil, satu laki laki dan satu perempuan, ehh.. kok ada gambar anak kecil perempuannya, siapa dia?


''Wah gambarnya bagus, ternyata anak mama pintar menggambar ya, tapi ini gambar keluarganya siapa nih, ada anak kecil perempuannya?''


''Ini gambar keluarga kita mah, ini yang cewek adik aku''


''Mana ada adiknya! kamu dapat di mana adiknya?''Titi mengelus kepala anaknya sembari terkekeh karena gambaran Putra yang terkesan dia menginginkan adik perempua, padahal adiknya belum ada dan lagian siapa yang tau kalaupun ada nantinya, apakah akan perempuan atau laki laki.


''Dapat dari perut mama lah, kaya temen aku mah, mama nya dia perutnya gendut, lalu kemudian keluar adiknya, adiknya sangat lucu tau nggak mah''seru Putra semangat sekali, semangat yang baru kembali setelah 3 minggu ini sempat menghilang, Titi merasa bahagia tapi juga takut, takut kalau harapan Putranya tidak terpenuhi secepatnya, dia memang sengaja menunda kehamilannya dengan menggunakan kontrasepsi, karena dia ingin mencurahkan kasih sayangnya kepada Putra terlebih dahulu, setelah Putra besar nanti barulah akan di program kan kehamilan calon adik Putra.


''Sini nak duduk di pangkuan mamah, hemm mama kangen sama putra mamah yang ceria dan ceriwis ini, kamu apa kabar nak, sekarang sudah baikan perasaannya? besok sudah mau sekolah dong ya?''Putra menurut untuk duduk dipangkuan mamahnya dan menjawab pertanyaan Mamanya dengan gaya cerianya, yeah Putra yang ceria sudah kembali


''Iss mamah nih, pake kangen kangen segala, kan setiap hari juga ketemu, kayak yang habis pergi jauh aja, aku baik baik aja kok mah, aku sudah ngga apa apa, iya deh besok aku sekolah''


''Beneran besok sekolah? ngga takut sama teman kamu yang nakalin kamu kemarin itu?''selidik Titi, dia heran kok anaknya ditinggal ke ladang sebentar untuk mengantar makan siang suaminya, begitu pulang dia mendapati anak yang dia khawatirkan ternyata sudah kembali baik baik saja


''Iya besok aku sekolah, aku sebenarnya nggak takut sama mereka mah, aku tuh cuma males aja''


''APA.. anak mama malas? is kok anak mama gitu sih? mencontoh siapa kamu?''


''Eh enggak ding bukan malas tapi lutut aku sakit kan kemarin itu mah, mama lupa nih!''


''Enggak lah mama nggak lupa kalau lutut anak kesayangan mama ini luka, makanya mama ngga maksa kamu buat berangkat sekolah, dan setelah sembuh beberapa hari setiap di bangunkan untuk berangkat sekolah kamu kan ngga mau berangkat''


Putra terdiam seakan sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk mamanya, semenjak kakinya sakit dia jadi pecandu sinetron dan di sinetron tersebut ada sebuah keluarga yang bahagia dengan dua anak di keluarga tersebut satu anak laki laki sebagai kakak dan satu anak perempuan sebagai adik, dia juga menjadi menginginkan hal seperti itu, dia harap mamanya mau membuatkan adik perempuan untuknya, dia pikir kalau mau adik perempuan dia bisa dapatkan dengan mudah, toh temannya juga dapat adik perempuan setelah temanya itu meminta pada mamanya, dan pintarnya lagi Putra tau jam tayang sinetron itu pas di jam pelajaran sekolahnya, kalau dia berangkat sekolah maka dia tidak bisa menonton sinetron kesayangannya itu, (hadehh, korban sinetron nih anak)

__ADS_1


Beruntung sekarang sinetron tersebut sudah tamat dan Putra jadi ingin berangkat sekolah lagi, karena sinetron penggantinya dia tidak menyukai jalan ceritanya.


''Sebenarnya Putra juga sudah ingin bilang ke mamah kalau Putra sudah sembuh dan bisa sekolah lagi, udah itu aja'' Putra cemberut karena takut ketahuan kelakuan nakalnya yang kecanduan sinetron.


'Ya sudah besok mama antar ke sekolah, dan mama mau bicara dulu sama gurunya, nitipin kamu biar ngga di buly lagi''


''Ya sudah mah Putra mau menggambar lagi saja''


''Loh kok menggambar lagi, inikan waktunya kamu tidur siang, emang kamu ngga ngantuk? nggak capek?''


''Ohh ya sudah, kalau gitu Putra bobo deh, Putra nurut nih sama mamah''


''Bagus kalau gitu, Putra memang kesayangan mama''


Setelah menemani Putra untuk bersiap tidur siang, Titi kemudian beranjak keluar dari kamar anaknya setelah memastikan anaknya sudah tertidur, dia melihat jemuran bajunya apa sudah kering atau belum, ketika Titi mau keluar ke arah belakang rumah tiba tiba ada seseorang yang menangkap tangannya dan menariknya ke arah kamar, Titi terkejut dan refleks menarik tangannya dengan kencang dan mengangkat kakinya berniat untuk menendang si penarik tangannya, Titi mengira mungkin itu orang jahat yang ingin mencuri atau melecehkan dirinya


Saat kakinya sudah melesat dan nyaris mengenai selang**ngan si penyerang tiba tiba si penyerang berteriak


''Eh eh eh jangan mah, jangan tendang aset ayah, nanti mama nyesel lagi kalau aset ayah cedera dan lebih parah kalau tidak bisa berdiri lagi''seru Rasyid, ya si penarik tangan ternyata adalah suaminya sendiri, iss suaminya entah sedang kerasukan apa, dari tadi di ladang selalu menggodanya terus


Rasyid mengikuti langkah istrinya menuju ke kamar, setelah sampai di kamar dia melihat istrinya sedang duduk di tempat tidur sambil cemberut,Rasyid menghampiri istrinya dan kemudian mendekatkan dirinya sedekat mungkin, tapi sayang tangan Titi menghalangi niatnya, Rasyid sangat gemas sehingga rasanya ingin mengigit wanitanya tersebut, tapi Titi terus menghindar


''Maaf deh mah kalau aku dari tadi bercanda melulu, aku cuma mau menghibur kamu yang belakangan ini selalu murung memikirkan anak kita''Rasyid kembali mencoba mendekatkan dirinya, kali ini tidak ada perlawanan, ahh lampu hijau nih, sikat langsung dah...


Setelah mendapatkan apa yang dia rindukan selama beberapa hari ini Rasyid memeluk serta menciumi seluruh wajah istrinya, dia melihat wajah istrinya yang mendung, dia tau masalah putra mereka belum selesai


''Hemm hemm ehem''Rasyid berdehem untuk mencari perhatian istrinya yang lagi lagi sedang melamun


''Bagaimana Putra kita mah, kamu sudah bicara padanya, apa dia mau pindah sekolah atau mau tetap sekolah di situ''


''Putra sudah mau berangkat sekolah kok, besok aku antarkan dia ke sekolahnya sambil menitipkan pada guru guru di sana, mama harap kejadian kemarin ngga terulang lagi''

__ADS_1


''Ohh gitu, ya bagus dong kalau gitu, terus kenapa kamu masih melamun aja, padahal ada aku disini, malah dicuekin''


''Itu Mas, emm itu.. ahh aku ngomongnya gimana ya duh'' gumam Titi tapi Rasyid masih bisa mendengar dengan jelas


''Itu itu apa sih mah, mau lagi yang barusan? ayoo lah mas masih kuat kok, walau mau lima kali lagi juga''


Tiba tiba wajah Titi memerah dia mencubit perut suaminya karena gemas, Rasyid kaget karena di cubit sampai berteriak


''arghh sayang ih, cubitnya gitu amat, sakit tau''


''Rasain kamu mas, bercanda aja sih, aku tuh lagi serius ini''


''Ih aku juga serius ini, kalau mau lagi ayoo, is kamu tuh marah marah aja, bikin aku gemes''Rasyid kembali merengkuh istrinya mengambil madu di bibir istrinya tapi naas malah di gigit oleh Titi


''Aduduh dower bibir aku kamu gigitin gitu yang''


''Rasakan itu''


Rasyid menghela napasnya kemudian mimiknya berubah jadi mode serius, ''ya sudah maaf deh, ayo sini cerita ada apalagi masalahnya''


'Itu loh mas, tadi kan aku ngobrol sama Putra, dia tiba tiba minta adik perempuan, bahkan dia tadi sudah menggambar gambar keluarga bahagia dan di gambarnya ada ayah,ibu,dia sebagai kakak laki laki dan satu gambar adik perempuan,dia bahkan bilang ke mama suruh bikinin dia adik perempuan loh mas, dia bilang temannya dia juga punya adik perempuan lucu,dan dia juga mau seperti itu''


''Ohh itu mah gampang atuh mah, kita rajin rajin bikin aja, pasti jadi adik, bisa lah ayah bikinin adik, dengan senang hati malah''


''Heuh.. itu sih mau nya kamu mas, tapi kalau pun iya aku hamil lagi, apa bisa di jamin kalau yang lahir nanti itu anak perempuan, takutnya kaya tetangga kita mba Tutur sampe empat anaknya lelaki semua''


''Ya ngga papa kalau dapatnya laki laki juga itu tetap anak kita, tetap kita terima tetap kita sayang, ya kalau Putra tetap ngeyel mau adik perempuan ya buat aja terus sampe dapat adik perempuan buat Putra''


''ITU MAH MAU NYA KAMU MAS, ENAK AJA, KAMU NGGAK NGERASAIN MELAHIRKANNYA,AKU YANG MELAHIRKAN''


''Ya nanti mas bantu ngeden pas kamu melahirkan biar kamu ngga terlalu merasa berjuang sendiri''

__ADS_1


''ISS.. sebel ahh aku sama kamu mas, ngga pernah serius ih, ngeledekin aku mulu ah tau ah aku marah nih'' BRAKK Titi keluar dari kamarnya dan mengambil kunci motor, dia mengambil helm dan memakainya, lalu segera pergi.. entah mau pergi kemana


Rasyid melongo dengan mata yang terbuka lebar, dia heran lah kok istrinya itu sensitif sekali, seperti orang yang sedang HAMIL


__ADS_2