ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Sakit sungguh sungguh sakit


__ADS_3

Hiks hiks hiks


Titi tetap dalam posisi jatuhnya tadi


dia tidak mencoba bangun, rasanya sangat sakit sampai tidak terjabarkan dengan kata kata


Dia tau dari awal Rasyid mempunyai tipikal watak yang keras, tapi dia tidak pernah mengangkat tangannya untuk memukul keluarganya, entah kenapa dia jadi tega memukul Titi


Rasyid yang melihat istrinya terjatuh segera menghampirinya dan berusaha membantu untuk bangun, tapi tangannya di tepis oleh Titi,Rasyid kaget dan jatuh terduduk tapi tidak beranjak dari tempatnya


''Kenapa mas hiks hiks hiks, kenapa mas tega mukul aku mass aaa hhuhuhu... ''


tanya Titi sembari menepuk nepuk dadanya yang terasa sangat sesak'' Apa salahku mas? kenapa? ada apa denganmu?


''Ma maaf de.. mas khilaf tadi sampai mukul kamu, maaf ya de''lirih Rasyid berucap maaf,dengan mata yang mulai berkaca kaca tanda dia sungguh sangat menyesal,maju lagi mendekat mencoba merengkuh tubuh istrinya yang sebenarnya sangat dia rindukan, tapi karena rasa kesal yang tersimpan rapi di hatinya maka Rasyid mencoba terus bertahan menjags jarak dari Titi


GREEPPP


Rasyid berhasil merengkuh tubuh istrinya walau masih mendapatkan perlawanan, Titi menggeliat,memukul, menepis,mendorong Rasyid tapi tetap rengkuhan itu tidak bisa lepas, Rasyid malah semakin mengeratkannya


''Kenapa mas? kenapa? hiks hiks hiks''


''Kamu juga kenapa de, kenapa kamu kadang suka jelalatan ke laki laki lain''ucap Rasuid Lirih


''AAPAAA, aku jelalatan sama laki laki lain? siapa mas? kapan?''seru Titi sambil berusaha lebih keras agar terlepas dari pelukan suaminya


Akhirnya Rasyid mengendurkan pelukannya lalu melepaskankan perlahan, tapi dia tidak beranjak dari tempatnya,posisi kedua orang itu terduduk dilantai

__ADS_1


Titi menatap wajah suaminya lekat dan dengan pancaran emosi dimatanya, yang jelalatan siapa? yang dikatain jelalatan siapa? Titi benar benar gerammmm sekali


''Apa maksud kamu mas? ngomong tuh yang jelas dong, kamu yang enak enakan pergi pergi sama wanita lain kok aku yang dituduh jelalatan, issss''seru Titi dengan diakhiri desisan tanda kesal dengan bibir menyincing sebelah ke atas(coba bayangkan guys)


"Waktu kita di Jakarta, apa kamu nggak merasa tuh kalau kamu itu lebay, dan jelalatan, udah tau kamu punya suami, masih ada matanya berbinar binar lihatin tuan Lion, kayaknya kalau kamu diajak tidur sama Tuan Lion pasti langsung antusias''seru Rasyid dengan cemberut dan muka ditekuk


HAAAHHHH WHATTT


WHAT THE H*LL


''Jadi kamu cemburu sama tuan Lion mas? OHH YA AMPUN... cemburu juga jangan keterlaluan massss, kamu pikir aku wanita apa bisa mudah diajak tidur, isss gila ya pikiran kamu sampai segitunya''Titi menepuk paha suaminya dengan keras


Plaakk


'Awwwhh'


''BODO AMAT... tadi kamu malah nampar aku, nih sakit banget pipi akuuu, keluar darahnya lagi nih, pecah nih, besok jadi sariawan deh ahh..''omel Titi


''Lagian kamu jelalatan bukan sama Tuan Lion aja sih, sama Hendra juga''gumam Rasyid


Mata Titi terbelalak lebar, tapi sudah tidak mau teriak lagi, tenggorokannya sudah sedikit sakit, dia takut malah jadi radang tenggorokan lagi kalau teriak teriak terus


''Mass kamu tuh, Allahu Akbar, A Hendra juga ya kamu cemburuin, kenapa nggak sekalian Robi tuh mas kamu cemburuin juga'' ucap Titi


''Iya kamu jangan terlalu dekat sama Robi juga diakan sudah besar, jangan peluk peluk dia terlalu sering dong''


''Astagfirullah mass.. ''Titi mengeratkan giginya'' isss cemburunya ngga pake logika nih, cemburu buta kamu mah mas, semua orang kamu cemburuin.

__ADS_1


''Habisnya Pas di Jakarta mas minta itu, kamunya tidak mau''gumam Rasyid


Titi mendesah lelah


''Maass di Jakarta itu kita tidurnya rame rame, sama anak anak juga, masa kita mau begituan, kalau kepergok anak anak gimana ihh... heran deh, tapi pas udah pulang kan aku kasi kode biar kamu minta, dan aku juga udah bilang jelas jelas sama kamu kalau aku pengen, ehhh kamunya ngga mau malah tidur''jawab Titi menjelaskan tidak mau kalah


''Aku udah terlanjur kesel sih sama kamu'' rajuk Rasyid


''TAPI BUKAN BERARTI KAMU BOLEH SELINGKUH SAMA DI PANCI ITU MASS'' tiba tiba Titi berseru mengagetkan Rasyid


''Siapa yang selingkuh ihh, kamu mah sok nuduh tanpa bukti''jawab Rasyid


''KURANG BUKTI APA LAGI MASS, chatingan kamu sama dia aku sudah baca, kamu kasih nama nomer dia aja ''CINTA PERTAMA''isssd najisss deh''ucap Titi dengan geram tangannya maju dan mencubit tangan suaminya


''Aw aw aw.. itu bukan aku yang kasih nama, itu dia sendiri yang kasih nama''


''Kok bisa???''


''Jadi waktu itu dia nge chat aku pas kita masih di Jakarta, aku heran.. dapat dari mana dia nomerku, pas aku tanya katanya dari Hendra, terus dia nanya ini itu sama aku, awalnya kau cuekin, tapi karena kamu nyebelin jelalatan sama laki laki lain jadinya aku tanggepin deh, emang kamu aja yang bisa main main huhh'' Rasyid menjelaskan disertai keluhan keluhan darinya


''Ihh kamu gila ya, main main kamu bilang, aku mah ngga pernah main main, kamu aja kali yang emang ada niat main main pakai nyalahin aku segala, menyebalkan!!!''


Rasyid terdiam


''Kamu sudah ngapain aja sama dia??? itu pake ada poto mesra segala, ihh amit amit deh, kelakuan kok makin tua makin menjadi sih''


''Mesra dari mana orang aku cuma duduk diam, dianya aja yang nempel nempel pake poto segala''

__ADS_1


''OHHH DIA NEMPEL NEMPEL'' mata Titi melebar sempurna dengan gigi yang terkatup rapat


__ADS_2