ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Bon chap (Aku Benci Kakakku)


__ADS_3

''Aku ngga mau ma! aku ngga mau ditemenin sama orang lain! apalagi itu asistennya kak Robi, ditemenin Kak Putra aja aku ngga mau apalagi hanya asisten''sungut Putri, dia sungguh kecewa sama kakak sulungnya, tidak setiap saat dia minta ditemenin kakaknya itu, dia juga tau seberapa sibuknya sang kakak yang menjadi penyayi terkenal.


''Tapi kakakmu sudah terlanjur menandatangani beberapa kontrak talkshow dan beberapa acara on maupun offair, ngga bisa dibatalkan itu dee.. nanti kakakmu kena denda yang sangat besar''ucap Sang mama memcoba memberi pengertian kepada anak bungsunya tersebut.


''Ya sudah kalau kakak ngga mau lagi perduli sama aku, ngga mau lagi ngurusin aku, ya udah Fine aku ngga bakal ngeganggu hidup kak Robi lagi, aku benci sama kak Robiii" pekik Putri dengan berapi api, kekecewaan dan emosi menguasai dirinya.


"Astagfirullah al adzim dek.. nyebut.. kamu tuh kalau ada keinginan selalu gitu, cobalah untuk berpikir dengan kepala dingin, tidak semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan,kamu tuh udah beranjak dewasa, jangan terus terusan bersikap manja, suatu hari kamu bakalan jadi seorang istri dan seorang ibu, kamu ngerti nggak Putri!" Suara mama Titi naik beberapa oktaf karena kesal dengan sikap anak gadisnya yang manjanya tidak ketulungan


"Ya udahlah ma, aku kesel, bukannya mama bantu aku bujuk kak Robi malah mama kayak gitu, mama ngerti nggak sih, ini tuh moment yang aku tunggu lamaaa, dulu kak Robi sendiri yang janji sama aku hiks, sekarang kakak mau mengingkari janji yanh dia ucapkan sendiri hiks, aku kecewa ma.. aku kecewa berattt.. aku benci kak Robi hiks" Tangis Putri pecah, setelah mengatakan apa yang dia rasa, dia langsung berlari kearah kamarnya dan masuk, kemudian membanting pintu kamar dengar keras


BRAKKK


Titi hanya bisa mengusap dadanya, sebenarnya dia bisa memahami kekecewaan putrinya, tapi dia juga berusaha memahami kesulitan putranya, karena dia tau putranya bukan dengan sengaja mau mengabaikan Putri tapi karena tuntunan profesional kerja


Rasyid yang menyimak semua pembicaraan istri dan anaknya hanya bisa terdiam sembari berpikir apakah ada jalan lain yang bisa membuat dia bisa mengobati kekecewaan Putri


Titi yang kala itu melintas di hadapan Rasyid tapi hanya diam dan terud berjalan ke arah kamar mereka membuat Rasyid bangkit dan mengikutinya


Di kamar mereka berdua duduk ditempat tidur, Titi yang duduk sembari bersandar, pandangannya jauh kearah jendela,Rasyid yang duduk di sebelah istrinya lalu perlahan menjangkau tangan perempuan itu lalu menggenggamnya


Titi hanya melirik sesaat kearah tangan mereka yang terpaut kemudian pada wajah suaminya, lalu pandangannya kembali menerawang jauh ke arah jendela


♡♥♡♥♡♥


Tibalah saatnya libur akhir taun yang selalu ditunggu para pelajar, setelah rutinitas yang padat disenjang tahun, sekarang saatnya untuk liburan dan melepaskan kepenatan itu


Hari pertama libur Putri masih berada di dalam kamarnya, jam dinding sudah menunjukan pukul 09.00 wib. tapi gadis itu belum mau keluar dari kamarnya, dia sudah mandi! karena kebiasaan baik yang sudah tertanam sejak kecil melekat erat menjadi gaya hidupnya, dia juga sudah makan walau dengan malas-malasan karena dia sama sekali tidak berselera, dan kembali ke kamarnya, mengunci pintu kamarnya dan hanya bermain dengan handphone-nya

__ADS_1


Tiba tiba ada chat baru masuk


Zulfa:"***Put kamu jadi ke Jakarta nggak?"


Putri:"Enggak kayaknya, udah ngga mood!"


Zulfa:Ikut aku ke Jogja mau nggak?


Putri:ngapain?


Zulfa: Kerumah orang tuaku, kamu pasti seneng, aku ada kakak ganteng loh! siapa tahu aja kamu minat jadi kakak ipar aku wkwkwk..


Putri: Aduhh.. aku lagi males mikirin cowo lahh.. kalau mau liburan ayo deh.. aku juga ngga jadi ke Jakarta.. tapi ngga usah sok sok nyomblangin aku sama siapa pun!


Zulfa: iya iya sory.. ayo deh.. kita berangkat naik kereta ya. Besok pagi aku jemput, jam 07.00 udah harus siap ya.. oke!


''Heumm daripada gabut di rumah mending ikut Zulfa ke Jogja.. siapa tau aja ketemu Zinidin Zidan ama Tri suaka lagi konser''batin Putri, dan diapun menyiapkan barang yang akan dia bawa esok hari, dia akan pergi diam diam tanpa memberitahu keluarganya, sebagai bentuk protes terhadap sikap kakak tertuanya yang ingkar janji


Esok harinya di meja makan telah duduk semua anggota keluarga termasuk Putra dan Putri, disela suapan sarapannya sang ayah kemudian membuka pembicaraan


''Ekhem.... Dek kamu mau nggak liburan sama ayah sama mama dan kak Putra? kamu bisa pilih sendiri destinasinya''Rasyid menatap putri kesayangannya sembari bertanya, tapi apa jawaban yang dia dapat


''ENGGGAKK'' jawaban yang tegas, sarkas dan penuh emosi, Rasyid langsung tertegun mendengarnya


''Adekkk...''tegur Mama Titi, sambil menampakan wajah tegasnya, Putra hanya menarik napas melihat tingkah adik kesayangannya


''Ngga ada yang ngertiin aku.. kalian jahat.. apa kalian tidak memikirkan bagaimana kecewanya aku.. aku dibohongi sama kak Robi.. dia ingkar janjiii, dan kalian masih saja membela dia, kalian juga jahat'' kemudian Putri langsung berlari ke arah kamarnya,lagi lagi pintu kamarnya selalu menjadi korban kemarahannya

__ADS_1


BRAKKK


Semua orang yang ada di meja makan saling melirik satu sama lain lalu kemudian menghela nafas berjamaah


Pada waktu itu jam di dinding masih menunjukan pukul 6.30 masih pagi, tapi sudah jadi kebiasaan dirumah Rasyid mereka akan sarapan di jam tersebut.


Sesaat kemudian Putri keluar dari kamarnya dengan menggendong tas Ransel yang lumayan besar, seakan dia akan pergi camping, semua orang tertegun melihatnya dan Titi repleks bangkit dan berusaha untuk bertanya akan kemana putrinya dengan tas ransel besar yang dia gendong


''Kamu mau kemana dek? dek jangan gini dong, kamu bikin mama khawatir! mau kemana dek?''ucap Mama Titi panik


''Dek Sini bicara sama ayah dulu nak.. adrk mau kemana ayok ayah antar''ucap Rasyid ikut membujuk ditengah kepanikan dan prasangka akan kemana putri satu satunya yang dia miliki ini akan pergi


''Minggiirrr aku mau pergi.. aku bisa sendiri.. aku udah gede..''ucap Putri seraya terus saja melangkah menuju pintu keluar


Putra ikut merangseg maju, berusaha untuk menangkap tangan adiknya


''Dek jangan gitu dong, kamu kan udah mulai dewasa, jangan bersikap kekanakan seperti ini, ayo kita bicara baik baik, apa yang kamu mau kamu mau kemana? ayok kakak antar''ucap Putra lembut


''Nggak perlu kak,aku mau sendiri aja, awas kak jangan halangin jalan aku, atau aku nggak akan pernah mau bicara lagi sama kak Putra, seperti halnya sama kak Robi, minggir kak'' ucap Putri yang akhirnya sampai dipintu utama, lalu Putri beranjak ke tempat penyimpanan motor


Rasyid,Titi,Putra masih terus saja mengikuti langkah Putri, wajah Titi sudah dihiasi buliran air mata bahkan sudah menahan isakan sejak tadi, Rasyid mengalungkan tangannya dibahu Titi dan terus mengusap pundak istrinya, dia bingung harus berbuat apa untuk menghadapi kemarahan Putrinya


Dan Motor yang dikendarai Putri pun melesat pergi entah mau kemana!


Putra segera masuk kerumah, mengambil jaket dan kunci motornya, lalu segera melesat mengikuti kemana motor adiknya pergi tapi sayang dia kehilangan jejak di perempat lampu merah yang sedang dalam kondisi macet


Putra panik menengok kesana kemari tapi adiknya sudah tidak terlihat sama sekali, yang bisa dia lakukan hanya mencari ke rumah teman teman dekat adiknya

__ADS_1


__ADS_2