ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Kau adalah hidupku


__ADS_3

"Nggak!! mama lah... kita pulang dulu, besok anak anak juga tetap harus sekolah, ngga boleh ngajarin anak bolos, ngga baik seperti itu ma? biasanya kamu yang paling menentang kalau ada kemauan anak untuk bolos, gimana sih?"tegas Rasyid berkata dengan tatapan mata yang sangat mengintimidasi


Titi merasa kesal dengan tanggapan suaminya,karena tidak setiap saat dia bisa bebas menginap di rumah yang mempunyai banyak kenangan dengan almarhumah ibunya, hanya sesekali setiap Desi pulang ke Desa mereka saja, rumah itu sangat bersih dan rapi karena dibersihkan secara berkala oleh seorang tetangga yang diberi wewenang oleh Desi, tentu saja dengan memberinya upah, kasihan kan kalau hanya memakai tenaganya saja tanpa timbal balik, tapi dengan keadaan rumah yang kebersihannya terjaga sekalipun, kalau Desi tidak sedang berada dirumah Titi tidak akan mau menginap disana


Jadi moment seperti ini sangat dinantikan oleh Desi dan Titi


Desi dan Harun hanya melihat saja perdebatan yang dilakukan sepasang suami istri itu,mereka belum mau menginterupsi atau menanggapi, karena mereka sebenarnya juga ingin Titi dan keluarganya menginap, mumpung mereka sedang ada dirumah


Tapi dari dulu pun memang Rasyid jarang mengijinkan Titi menginap di rumah itu


Alasannya karena Rasyid merasa takut kalau anak dan istrinya nanti malah jadi terbiasa tidur dirumah orang lain dan jadi tidak betah dirumah mereka sendiri


''Tapi kan anak anak sudah pada tidur itu mas, kalau mau dibangunin kan kasihan, tidur mereka jadi kurang nanti, besok bangunnya mereka jadi lesu, udahlah sekali ini aja ya kita nginep disini, oke besok mereka tetap sekolah, aku bangunin mereka pagi pagi sekali, please''suara Titi merendah membujuk suaminya


Titi merasa ingin suasana baru saja, bagaimana selalu seperti itu itu saja yang dia hadapi setiap hari,toh dirumah itu juga ada beberapa kamar, anak anak sudah tertidur dikamar yang dekat dengan ruang tamu, kamar yang dulunya adalah kamar Titi sewaktu masih kecil,


Satu kamar utama yang dekat dengan Dapur yang dihuni Desi, dan satu lagi kamar kosong diantara kedua kamar tersebut yang bisa Titi tempati untuk menginap


Rasyid menarik nafas kemudian mengangguk''Iya deh boleh, tapi dengan satu syarat, syaratnya nanti aku kasih tau kamu dikamar, sudah ini sudah malam ayo kita istirahat''ucap Rasyid pada akhirnya dia mau menuruti Titi untuk menginap dengan satu alasan yang Titi sudah bisa menebak apa itu!! Titi terpaksa mengikuti tarikan tangan suaminya, ''Kakak tidur dulu ya de, dah malem nih ngantuk, besok kita ngobrol lagi ya''ucap Titi pada adiknya

__ADS_1


apa ya alasannya guys???


Rasyid sebenarnya sadar kalau dia jarang sekali mengijinkan sang istri menginap karena dia tidak mau ditinggalkan dirumah sendirian, kalau dia ikut menginap juga mah, kenapa enggak? wkwkwkwk


Mereka ber'empat beranjak masuk ke kamar karena merasa sudah saatnya istirahat,Harun dan Desi akhirnya tersenyum melihat kakak mereka, Desi dan Harun tidak tau tentang prahara yang terjadi diantara Rasyid dan Titi sehingga sikap mereka kepada Rasyid juga tidak ada yang berubah, apakah Rasyid merasa takut kalau Titi akan bercerita pada adiknya tentang apa yang sudah terjadi?


Karena bisa saja sikap Desi akan berubah terhadapnya, rasa hormatnya, dan rasa sayangnya Desi terhadap Rasyid yang sudah seperti saudara kandung sendiri, mungkin saja akan berubah kalau Desi tau apa yang sudah terjadi


Rasyid dan Titi sudah berada diatas tempat tidur, Rasyid mendekat kepada Titi dan berusaha memeluknya, Titi diam saja dan Rasyid merasa itu adalah lampu hijau untuknya


Tangan Rasyid mengelus tangan Titi dengan lembut, Titi menepisnya, tapi Rasyid tidak menyerah, Rasyid mencium kening Titi kemudian kedua pipi nya kemudian hidungnya, dan pada saat itu Titi pada posisi sudah memejamkan matanya karena mengantuk, merasa terganggu tangan Titi berusaha menutupi wajahnya dan mendorong wajah suaminya


Tapi Rasyid tidak mau menyerah, dia akan berusaha agar mendapatkan haknya yang sudah berhari hari tidak dia dapatkan, dia merasa inilah kesempatan nya


Selesai bermain Titi tampak langsung menutup matanya, Rasyid yang melihat itu hany menggeleng sambil tersenyum lebar kemudian dengan telaten membantu istriny membersihkan diri dengan Seadanya alat bantu yaitu tisu, memakaikan kembali baju istrinya dan setelah dia pun bersih dan baju kembali terpasang lalu kemudian tidur sambil berpelukan, lebih tepatnya Rasyid yang memeluk Titi tapi tangan Titi dia taruh diatas pingganggnya dan karena Titi sudah tertidur pulas maka tidak ada penolakan


Adzan subuh berkumandang di pagi hari, Titi terbangun lebih dulu, saat dia bangun posisi mereka masih berpelukan, terbit senyum tipis di bibir Titi tapi saat menyadarinya Titi langsung memgembalikan eksperi wajah yang seperti biasa dia tunjukan


Titi bangun, dan karena gerakannya Rasyid juga ikut terbangun,Rasyid menangkap tangan Titi yang hendak bangkit dan menariknya hingga tubuh Titi menubruk tubuhnya, Rasyid lalu mendekap tubuh istrinya dan mencium keningnya lalu melepaskannya dengan senyum lebar diwajahnya, ''mandi bareng yuk de'' ucap Rasyid sambil memgedipkan sebelah matanya

__ADS_1


''Isss, ini dimana mas?''ucap Titi sambil kemudian memanyunkan bibirnya dan Rasyid malah terkekeh karenanya, karena sejatinya Rasyid hanya ingin menggoda Titi


''Ya sudah kamu mandi duluan sana, biar mas bangunin anak anak dulu''ucap Rasyid lagi sambil beranjak bangun dan juga dia sempatkan untuk menjawil dagu istrinya


Titi mendengus tapi menuruti perkataan suaminya pergi mandi terlebih dahulu, kamar mandi di rumah Desi cuma ada satu, saat Titi akan masuk ke kamar mandi tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan dua orang keluar dari sana secara berurutan dan saat melihat Titi didepan pintu keduanya menundukan kepala malu malu, rambut mereka berdua basah


''Ehhemm, sudah mandinya De? ''tanya Titi basa basi mengusir kecanggungan


''Sudah kak, kakak mau mandi juga ya? kak Rasyid sudah bangun apa belum kak?, ohh ya abis kakak mandi kakak urusin Putra dan Putri aja, biar aku yang bikin sarapan''ucap Desi yang menarik tangan suaminya untuk kemudian menyingkir dari jalan yang menuju kamar mandi, saat itu mereka sudah berpakaian lengkap karena sengaja membawa baju ganti ke kamar mandi.


Sarapan sudah tersedia di meja makan hasil masakan Desi, Harun, Rasyid, Titi dan anak anak juga sudah mandi dan duduk rapi di meja makan dan mereka mulai untuk sarapan pagi


♡♥♡♥♡♥


Siang harinya Setelah mengurus rumah terlebih dahulu,kemudian Titi menyiapkan baju ganti untuk Putra dan Putri agar saat setelah dari sekolah bisa langsung ketempat Desi lagi


''Mas aku berangkat jemput anak anak lalu kemudian langsung ke rumahnya Desi ya mas, nanti kamu kesana juga kan?'' tanya Titi


hemm ada kemajuan nih sekarang Titi sudah mau ngomong banyak hehe" bathin Rasyid sembari tersenyum

__ADS_1


"Iya nanti jam Tiga'an aku nyusul ke sana, kamu hati hati bawa motornya ya" ucap Rasyid sambil tersenyum" atau sayang mau mas antar?


♡♥Bersambung


__ADS_2