
Pagi hari di hari sabtu
Risya masih dirumah kakaknya, Risya keluar dari kamar yang dia tempati meninggalkan suaminya yang sedang mandi Risya menuju ke dapur berniat untuk membantu kakak iparnya
''Kaka masak apa nih?''tanya Risya pada Titi sesampainya dia di dapur dan melihat kakak iparnya sedang mengaduk aduk sesuatu di panci, Titi menoleh dan tersenyum
''Bubur ayam''jawabnya
''Woah kakak bisa bikin bubur ayam? aku minta resepnya dong kak, aku dari dulu pengen belajar buat bikin bubur ayam tapi nggak ada yang ngajarin''seru Risya dengan mata berbinar sembari mendekat ke arah Titi dan melongok panci yang sedang di aduk aduk oleh Titi
''Gitu ya kak bikinnya, harus di adui terus?''
''iya... kan biar ngga gosong bagian bawahnya, nanti kakak kasih resepnya sekarang kamu mau bantu kakak nggak?''
''Mau kak.. bantu apa nih, kasih tau aja''
''Itu dimeja dapur di wadah yang kakak tutupi pake tutup panci, itu adalah ayam goreng, kamu bantu suwir suwir kecil kecil ya Ris!''
''Oke kak''
Risya membantu dengan antusias, suwir ayam selesai dan bergati dengan menggoreng kerupuk, lalu membuat sambal sedangkan Titi masih mengaduk buburnya yang sebentat lagi matang, setelah bubur matang Risya memanggil semua orang dan sementara Titi menyiapkan semua makanan dan peralatan makannya di meja makan
Semua orang menikmati sarapan dengan lahap dan disertai pujian pada Titi bahwa bubur yang dia masak enak sekali, Sedangkan Titi malah mengatakan itu semua bisa jadi enak karena bamtuan Risya, dia hanya mengaduk buburnya sedangkan hal lain di kerjakan oleh Risya semua
Risya terkekeh karena sikap Titi, Risya tau kakak iparnya orang yang rendah hati dan tidak suka si puji, sarapan selesai dan mereka semua pindah ke ruang keluarga yang ada tv nya
Rasyid mengantar Putra ke Sekolahnya, Putri sibuk bermain dengan neneknya, biasanya kalau tidak ada neneknya Putri akan ikut ayahnya mengantar kakaknya, tapi sekarang dia lebih memilih bermanja pada neneknya yang jarang datang itu, seperti aji mumpung aja, mumpung si nenek lagi ada di rumah mereka, Rasyid sih senang saja kalau anaknya akrab dengan ibunya
__ADS_1
Dan Titi malah bersyukur karena dia bisa berperang dengan kegiatannya tanpa harus mengkhawatirkan Putri
Pada jam makan siang mereka kembali makan bersama dan Tiba tiba Rasyid mengajak Adiknya bicara, dia berdehem terlihat canggung dan sesekali melirik ke arah istrinya yang di balas senyum manis khas Titi Rashawi
''ekhem ekhem.. Eem.. Ca kamu mau ngga kakak ajak Tamasya? kita nanti pergi bersama semuanya kamu, suamimu dan ibu juga''ujar Rasyid kepada Risya yang saat itu masih sama sama duduk di dekat meja makan, karena mereka baru saja selesai makan siang
Mata Risya berbinar dia melirik ke arah suaminya dan kakak iparnya lalu dan saat suaminya mengangguk Risya menjawab ajakan kakak kandungnya
''Beneran ka? Tamasya kemana kita?'' seru Risya antusias
Tapi Rasyid malah melirik ke arah istrinya dan bertanya
''Kira kira kemana ya mah? tempat yang nggak terlalu jauh aja, biar nggak terlalu lama di jalan, kasihan anak anak takut mereka kecapaian
Titi terlihat berpikir kemudian menjentikan jarinya tanda dia menemukan sebuah ide
''Wah apa ngga takut naik kuda kak? kalau yang tidak biasa kan bisa bahaya''seru Risya menyela
''Kan yang punya kuda akan mendampingi dengan memegang tali pengendali kudanya, jalannya juga jalan pelan bukannya yang lari kaya di film ca'' jawab Titi sembari terkekeh
''Ohh gitu ya hehe.. kayaknya seru dehh.. aku jadi nggak sabar pengen kesana''
Dan satu lagi Ada sebuah Danau buatan juga dekat dengan area bendungan itu konon di danau itu ada tempat untuk naik bebek gowes, dan tempat makan yang menyediakan ikan bakar, dan ikannya frees banget karena sengaja dibiarkan hidup di kolam di bawah tempat makannya dan diambil saat ada orang yang akan memesannya, bahkan kita bisa pilih besar atau kecilnya ukuran ikannya''tambah Titi
Tiba tiba si irit bicara ikut nimbrung, siapa lagi kalau bukan Dirham Dauzi, entah kenapa adik ipar dari Rasyid itu sangat irit bicara
''Wah kak aku ngga suka ikan jeh.. ada makanan lain nggak di sana selain ikan bakar, kalau enggak kita harus benar benar bekak dari rumah''celetuk suaminya Risya itu
__ADS_1
Titi menjawab'' wah jangan khawatir menurut postingan dari beberapa teman Face***k ku ada juga ayam bakar, atau makanan yang lagi hits seperti seblak juga ada, dan tidak ketinggalan kalau sejenis mie ayam, bakso, pasti ada aja!''
''Oke fix kita Tamasya ke Bendungan Manganti besok, Ris kamu siapain keperluan untuk besok sama kak Titi ya, silahkan rembugkan mau bawa makanan dari rumah atau kita hunting food di sana besok''
''oke siap kak''seru Risya dengan penuh semangat dan dia langsung membantu kakak iparnya membereskan sisa makan siang dan membersihkan peralatan setelah itu dia mengakak Titi dan ibunya duduk di belakang rumah dan mencatat keperluan untuk Tamasya besok
Mereka berencana akan membawa tikar juga untuk di gelar di Lokasi tempat Sekitar Bendungan Manganti
Mempersiapkan makanan apa saja yang akan mereka bawa dan baju apa yang mereka pakai dan menyiapkan baju ganti juga buat jaga jaga takutnya di butuhkan, terutama buat anak anak pasti mereka harus membawa baju ganti kemanapun mereka pergi
Ibu mertua Titi hanya memperhatikan interaksi antara anak dan menantunya bahlan ketika mereka heboh untuk pergi belanja kebutuhan untuk besok
Saat dia diajak dia lebih memilih mengasuh cucunya dari pada belanja kesana kemari mengikuti anak dan menantunya yang seperti punya tenaga extra
Di dalam hatinya wanita tua itu merasa sangat bersyukur bahwa keluarga mereka sekarang bisa berhubungan baik lagi dan merasakan kehangatan di hatinya
Dua anaknya bisa kembali rukun dan itu karena menantu yang dulu dia pandang sebelah mata
Makanya nek jangan suka merendahkan orang lain, karena orang yang kamu anggap rendah itu mungkin suatu saat akan membuatmu merasa tinggi
Melambung tinggi karena bahagia
♡Besok Tamasya ya oke..
Ada yang tau Bendungan Manganti?
Author tinggal di sekitar situ.
__ADS_1