
TOKK.. TOKK.. TOKK..
Suara pintu rumah diketuk terdengar ditelinga Titi yang sensitif, Titi melihat jam di dinding menunjukan pukul 03.00 Dini hari
Titi merasa heran dan was was.. siapa yang mengetuk pintu di waktu dini hari seperti ini,Titi menggoyangkan tubuh Rasyid dan memanggilnay,
''Mass.. mass.. ada yang mengetuk pintu mas, siapa ya? mas bangun ihh..''
''Hemm.. salah dengar kali ahh''
TOKK.. TOKK.. TOKK
''Tuh kan dengar tuh, ada yang mengetuk lagi''ucap Titi yang langsung beranjak bangun ''Ayo mas temenin.. kita check siapa.. mungkin gawat darurat loh mas''Titi sudah mulai menaikan suaranya kesal karena Rasyid bahkan tetap di posisi yang sama dan tidak bergerak sedikitpun, mendengar istrinya yang mulai ngegas Rasyid langsung bangun
Titi sudah membuka pintu kamar, keluar terus berjalan menuju tombol lampu dan menekannya sehingga ruang keluarga langsung terang benderang,Titi terus berjalan menuju pintu utama, Rasyid mengikutinya di belakangnya
Lampu ruang tamu pun dinyalakan juga oleh Titi,dia membuka gorden yang menutup kaca disamping pintu berusaha mengintip lihat siapa yang mengetuk pintu malam malam begini
Mata Titi memicing berusaha melihat dengan jelas siapa yang ada didepan pintu
''Kok seperti Robi? masa iya itu Robi'' gumam Titi
Rasyid yang mendengar gumaman Titi kaget dan langsung maju ikut melihat keluar lewat jendela kaca itu
''Ehh iya itu kayak Robi ma, buka pintunya ma"seru Rasyid, Titi pun segera memutar kunci pada pintu dan membuka pintu
Robi langsung menabrakan tubuhnya pada Titi dan memeluknya sambil menangis, Titi yang tidak siap dengan terjangan Robi nyaris saja jatuh dan tapi Rasyid yang berada dibelakangnya dengan sigap menahan tubuh Titi ditambah tubuh anak angkatnya tersebut
''Mamaaa huu huu hu..''Tangis Robi
''Kamu kenapa sayang? udah udah ayi masuk dulu ini masih malam loh nak! kamu sama siapa? mana papamu?''ucap Titi menenangkan dan bertanya sekalian
__ADS_1
''Aku sendirian mah, aku ngga mau sama papa, aku jijil sama dia.. benci.. huuu huuu'' rajuk Robi, Titi melepaskan pelukan anaknya dan mengusap airmata di pipi ank remaja itu
''Sini duduk dulu sama mama dan cerita apa yang terjadi''Titi membawa Robi untuk duduk dikursi ruang tamu, Rasyid bingung harus berbuat apa sehingga hanya berdiri didekat mereka dan menyimak, dia sangat heran saat mendengar Robi mengatakan benci pada Hendra
''Mas tolong ambilin minum buat Robi'' Titi berkata pada suaminya yang tidak peka, malah bengong sambil melihat mereka
''Iya ma, sebentar''Rasyid langsung masuk ke dapur dan kembali lagi dengan segelas besar air minum
''Ini Rob minum dulu''Rasyid mengasongkan gelasnya pada Robi, Robi menerimannya dan langsung meneguknya sampai habis, sepertinya dia kehausan.
''Sudah bisa cerita? ada apa sih sayang yang sebenarnya hemm?''tanya Titi dengan lembut seraya menggenggam tangan anaknya itu
''Itu mah, papa diaaa..'' Robi terlihat ragu dan bingung bagaimana mau memulai ceritanya
''Kenapa? atau kamu mau ceritanya besok aja, sekarang istirahat dulu hemm?''
''Emmm iya mah, aku capek, ngantuk, ceritanya besok aja ya, Tapiii''
''Tolong jangan kasih tau papa aku disini ya ma! aku mau tinggal sama kalian saja ya? boleh ya ma.. ayah?''ucap Robi yang membuat Rasyid dan Titi tercengang dan saling berpandangan
''Iya mama sama ayah ngga bakal bilang ke papa mu! udah ayo tidur dulu di kamar mama aja, di kamar depan ada Tante Desi sama om Harun''Dan Titi pun meminta Rasyid kembali mengunci pintu rumah kemudian membawa Robi ke kamar mereka
Titi meminta Robi membersihkan diri dulu dan mengganti pakaiannya
''Kamu lapar ngga nak? mau mama buatin makanan dulu?''Titi yang melihat Robi keluar dari kamar mandi dengan kaos hitam longgar dan celana training ciri khas sekolahnya pun bertanya karena khawatir dia kelaparan, sedangkan Rasyid sudah berbaring disisi lain tempat tidur
''Enggak ma,aku ngga lapar, aku mau tidur aja''ucap Robi masih dengan nada suara pelan dan sedih
''Ya sudah kamu naik sini.. bobo ditengah kaya bayi wkwkwk.. mama di pinggir dini ayo''
Robi pun tersenyum malu malu dan terlihat ragu untuk naik ke tengah,dia melirik ke arah ayahnya yang masih memperhatikan mereka,Rasyid tersenyum kala Robi melihat ke arahnya dan memberi isyarat agar Robi cepat naik, dan Robi pun naik ketempat tidur dan memposisikan dirinya ditengah
__ADS_1
Tempat tidur itu lumayan besar sehingga muat untuk tiga orang bahkan empat orang
Tidak lama kemudian Robi pun menutup matanya, dan tertidur, Titi masih duduk di tepian tempat tidur dan memperhatikan Remaja yang sudah dia anggap anaknya sendiri itu, Titi melihat jam di dinding menunjukkan angka 4 dan Titi pun beranjak ke dapur untuk memasak bekal yang akan mereka bawa untuk jalan jalan ke pantai Cilacap sesuai rencana mereka semalam
Desi dan Harun yang sebenarnya sudah terbangun saat keributan terdengar, tapi hanya memperhatikan dari kejauhan kemudian masuk lagi ke kamarnya dan kembali berbaring sambil berbisik bisik agar tidak terdengar keluar kamar, saling tanya jawab tentang kemungkinan apa yang terjadi pada anak angkat dari kakak mereka itu
Saat mendengar suara Adzan subuh akhirnya Desi dan Harun beranjak untuk menunaikan kewajibannya, setelah itu Desi keluar kamar menuju dapur untuk membantu kakaknya memasak
Sedangkan Harun berolah raga di teras rumah
Matahari telah terbit sejak sejam yang lalu dan sekarang persiapan jalan jalan sudah rampung, Putra dan Putri sudah siap dengan tas mereka masing masing yang berisi botol air minum,baju ganti,handuk kecil dan kamera
Rasyid dan Robi juga sudah siap dan sedang sarapan di meja makan. saat membangunkan Robi tadi sebenarnya Titi merasa kasihan sama anak itu, dia terlihat masih sangat capek, Titi pun menceritakan yang bahwasanya mereka mau jalan jalan ke Cilacap Titi bingung apakah Robi mau ikut dengan mereka atau mau istirahat dirumah,kalau Robi mau istirahat dirumah maka Titi akan meminta bi Darmi untuk menjaga Robi
Tapi ternyata Robi memilih ikut dengan mereka dan Titi mengijinkan, toh tempatnya juga tidak terlalu jauh dan sore mereka sudah akan kembali ke rumah
Saat sudah selesai dengan sarapannya Robe melihat ke arah Titi dan bertanya'' Ma emm itu, papa telepon mama nggak? kalau dia telpon jangan bilang aku disini ya!'' ucap Robi dengan wajah memelas
''Emm tadi saat mama check handphone emang ada beberapa panggilan tidak terjawab sih, tapi mama abaikan, ada pesan di WA juga mama belum tanggapi, iya mama ngga akan bilang kalau kamu disini, ya sudah ayoo kita berangkat jalan jalannya, dan kamu harus janji nanti malam, cerita sama mama apa yang terjadi! oke!!!''
''Iya ma, nanti aku ceritain sama mama'' dan mereka pun berangkat menuju pantai Cilacap menggunakan mobilnya Harun dan menyetir bergantian kalau yang satu sudah merasa capek, dan untungnya para orang dewasa yang ikut,mereka semua bisa menyetir mobil dan sudah punya surat ijin mengemudi.
♡♥Bersambung
Bagaimana keseruan acara jalan jalan mereka ke pantai?
jangan lewatkan di next chap
Like dong
komentarnya ihhhh maksa othor nih
__ADS_1
ngga usah vote ngga papa.. vote nya buat novel lain yang bagus bagus aja, novel aku cuma seperti butiran debu ini kan?