
Rasyid sangat panik dia membawa istrinya ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur,dia segera mengambil kayu putih yang dia taruh di dekat tv tadi pagi dan segera kembali ke kamar, dia mengoleskan kayu putih itu ke talapak kaki istrinya lalu dia gosok gosok, kemudian mengoleskan ke hidung agar bisa terhirup dan istrinya bisa segera sadar dari pingsannya, dia semakin panik, karena tidak ada reaksi dari istrinya.
Rasyid berdiri kemudian duduk lagi disamping istrinya kemudian berdiri lagi lalu duduk lagi, dia panik setengah mati, pikirannya ngeblank,dia lalu beranjak ke arah pintu berniat akan ke rumah ibunya meminta bantuan saran,apa yang seharusnya dia lakukan,tapi kemudian dia mendengar suara istrinya melenguh
''Ehmm..''
Lalu Rasyid sontak membalikkan badannya kembali menghampiri tempat istri kecilnya berbaring,Titi membuka matanya kemudian mengerjap ngerjapkan matanya tangannya memijit keningnya sendiri
''Kamu udah sadar de?, syukurlah.. kamu kenapa sih de? pusing kah? tanya Rasyid sembari mengecek kening istrinya siapa tau dia demam,tapi tiba tiba saja Titi menepis tangannya kasar kemudian memalingkan wajahnya
''EHH..''
Rasyid kaget dan bingung, dia seperti linglung dan jiwa nya belum terkumpul karena kaget dengan kelakuan mantan istrinya dan keadaan istri kecil tersayangnya.
''Kamu kenapa marah de''tanya Rasyid lembut,dia tidak peka akan apa yang menjadikan istrinya marah,sudah jelas tadi istrinya melihat posisi mencurigakan saat dia dan Dena berdebat,dia tidak merasa bersalah karena memang dia tidak melakukan apa pun yang menurut dia salah, kan tadi cuma kesalahpahaman.
''De.. mas bisa jelasin ke kamu, yang tadi kamu lihat itu tidak seperti yang kamu pikirkan,itu tidak sengaja tadi'' tapi Titi tetap tidak bergeming dan malah memiringkan tubuhnya tidur membelakangi Rasyid,tubuh istri kecilnya berguncang karena menahan tangis, tapi tidak ayal isakannya terdengar juga oleh telinga Rasyid.
Rasyid terdiam bingung tidak tau harus bagaimanakah menjelaskan hal tadi pada istrinya,dia kemudian hanya terdiam menunggu istrinya puas menangis dan sudah lebih tenang.
Tak terdengar lagi isakan.
Rasyid memeriksa istrinya apakah dia sudah tertidur atau hanya sudah berhenti menangis,dan ternyata istrinya sudah memejamkan matanya, Rasyid mendesah.. dia ingin menjelaskan semuanya agar kesalahpahaman tidak berlarut-larut, tapi malah istrinya sudah tertidur setelah puas menangis,Lalu Rasyid menyelimuti istrinya kemudian beranjak keluar untuk mengecek apakah anak dan mantan istrinya sudah pergi atau belum,karena dia tau mereka akan menginap di rumah ibunya,setelah mengetahui mereka sudah pergi maka Rasyid mengunci pintu nya dan mematikan lampu ruang tengah untuk menghemat energi listrik.
Sekembalinya ke kamar, Rasyid lalu naik ke tempat tidur dan tidur dengan memeluk istrinya dari arah punggung lalu ikut terlelap.
TITI POV
Aku menangis sesenggukan dengan membelakangi suamiku,hatiku sakit mengingat posisi mereka tadi yang sangat menempel seperti sangat intim.
walau aku tau ini pasti trik nya si uler keket tapi tetap hatiku merasa sakit dan kesel sama suamiku,kok bisa dia ngga bisa jaga diri dan jaga perasaan ku.
__ADS_1
Sebenarnya tadi aku tidak pingsan wkwkwk.. pikirku sambil tersenyum semoga saja suamiku tidak menyadarinya, aku tidak akan membiarkan uler keket itu menang, kalau Mas Rasyid masih bisa goyah perasaannya aku akan buat perasaan nya terikat kencang pada ku.
Saat Mas Rasyid seperti frustasi kalang kabut karena dia mengira aku pingsan dan tidak kunjung sadar,saat itu aku setengah mati agar tidak tersenyum sampai perutku terasa kaku karena menahan agar wajahku tidak tersenyum,kalau ketahuan kan nggak lucu, bisa bisa mas Rasyid marah karena sudah membuatnya cemas.
Lalu kemudian aku pura pura tidur, bairin aja.. aku ngga mau mas Rasyid membahas apapun tentang kejadian tadi,aku ingin dia sadar dan menjaga jarak dari jandanya itu, ngga mungkinkan dia masih mau di modusin sama jandanya itu yang jelas jelas pengkhianat
aku sempat takut kalau di hati mas Rasyid masih tersisa cinta untuk Dena, tapi dengan melihat betapa dia mencemaskan aku saat pura pura pingsan tadi seperti nya mas Rasyid tidak akan mau kembali ke jandanya dan lebih memilih aku.
Tapiiii... apa karena aku sedang hamil anaknya atau dia benar benar sudah mencintaiku dan melupakan cinta nya yang dulu?
Arghh.. aku jadi pusing memikirkan kemungkinan ini dan itu,lebih baik besok ku tanyakan pada suamiku langsung apa dia masih cinta ke mantan nya atau tidak, Ehhhh... tunggu masa iya ditanyakan langsung gimana nanya nya? arghhh.... sudahlah aku pikirkan lagi besok rencana apa selanjutnya
aku harus segera tidur sekarang atau bakal ketahuan kalau pura pura tidur.
TITI POV END
kemudian Titi benar benar terlelap dan bangun keesokan harinya masih dalam posisi di peluk suaminya.
Tapi malah suaminya ikut terjaga,dia menggeliat meregangkan tubuhnya, menguap dengan menutup mulutnya dan kemudian beranjak dari tempat tidur dan bertanya
''kamu mau kemana de?''tanya Rasyid sembari melangkah menghampiri istrinya
''Mau ke jonggol''seru Titi ketus
''EHHH.. is kok ade gitu sih jawabnya sama Mas? '' sahut Rasyid heran.
Titi kemudian beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,kemudian kembali ke kamar berdiri di depan cermin untuk menyisir rambutnya,Titi adalah wanita yang hampir tidak tersentuh make up, kecantikannya murni alami yah walaupun agak pesek.
Rasyid tiba tiba muncul di belakang Titi entah dari mana datangnya,dia mwndekat dan melingkarkan tangannya di perut istrinya dari belakang,
''Kamu tambah cantik dan manis sih de kalau udah mandi, Mas jadi tambah cinta deh'''gombalan maut nya keluar,tapi Titi hanya mendengus, menyelesaikan menyisir lalu melepaskan diri dari pelukan Rasyid dan beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan, Titi sedang ingin membuat nasi goreng special untuk Robi karena Robi sudah berjanji akan datang untuk sarapan bersama.
__ADS_1
Nasi goreng special pake telor sudah jadi dan tersaji di mangkuk saji cantik di atas meja,sambil nunggu Robi kemudian Titi duduk dahulu di ruang depan yang biasanya dipakai untuk menjamu tamu.
Rasyid hanya memperhatikan istri kecilnya yang lagi ngambek mode on, dia duduk di meja makan,Titi tau tapi membiarkan nya dulu,Robi datang anak umur 7 tahun itu terlihat segar sekali rambutnya masih sedikit basah sepertinya baru selesai mandi.
Robi masuk tanpa mengucapkan salam, adehh... anak siapa ini, kok ngga tau sopan santun, ''Ehh kamu sudah datang nak, ohh iya was alaikum sallam''aku menjawab salam yang tidak dia ucapkan.
''assalamualaikum ma''ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya malu.
''iya wa'alaikum sallam, ayo kita makan, Mama masakin nasi goreng special pagi ini''seru Titi menjawab dengan riang dan Rasyid di sana tersenyum senang karena anaknya sudah bisa istri kecilnya itu jinakan.
Mereka bertiga menuju meja makan,Rasyid yang masih di diamkan oleh istrinya itu jadi bingung harus bagaimana,dia hanya duduk diam memperhatikan Istri kecilnya dan anaknya yang berbincang hangat soal tokoh kartun di tv,Titi mengambilkan nasi goreng ke piring Robi dan dia memakannya dengan lahap,tapi Titi masih mengacuhkan Rasyid, Rasyid mendesah pasrah mengambil sendiri nasi goreng yang terlihat lezat itu ke piringnya,dan ternyata nasi goreng beneran enak sampai Rasyid juga nambah makannya.
Tiba tiba Dena masuk tanpa sallam lalu berjalan menghampiri ke meja makan lalu duduk di samping Rasyid karena Titi duduk di samping Robi dan meja makan itu cuma terdiri dari 4 kursi masing masing 2 kursi saling berhadapan,tanpa rasa bersalah atau pun malu Dena mengambil nasi goreng ke piringnya dan melahapnya, melirik dan tersenyum ke arah Rasyid dan Rasyid hanya diam tak membalas senyuman Dena sedikit pun,Rasyid memasang mode wajah datar kemudian, dia masih dongkol karena Dena lah istri kecilnya ngambek sampek sekarang,dan Titi tiba tiba beranjak dia berpamitan pada Robi untuk kembali ke kamar untuk mengerjakan sesuatu katanya, dan aku pun auto beranjak mengikutinya.
Dena memanggil-manggil Rasyid tapi tidak di perdulikan,Rasyid terus saja mengekor di belakang istrinya, Titi tersenyum tapi dia menyembunyikan senyumnya, dia tetap dalam mode mendiamkan suaminya.
''De udah dong marahnya, mas kangen nih''ucap Rasyid sambil mendekat pada Titi ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar, Titi duduk diam di sisi tempat tidur dengan wajah menatap ke jendela,dia menghembuskan nafas berat, kemudian Rasyid memeluk istrinya dari belakang dan Tidak ada penolakan sekarang.
Rasyid senang karena istrinya sudah mau dia peluk lagi,dia berjanji dalam hati untuk sebisa mungkin menghindari Dena.
''De.. mas itu sekarang cuma sayang ke kamu ngga ada yang lain,kamu percaya kan? ''
''kalau gitu mas harus bilang sama MANTAN mu itu untuk tidak mengganngu kita lagi mas''
''iya mas akan bilang sekalian suruh dia pulang ke rumah nya sendiri,rumah orang tuanya.
Tapi mereka tidak tau kalau Dena sedang menguping pembicaraan mereka di depan pintu,dia geram dan mengepalkan tangannya, berlalu kembali ke depan dan mengajak Robi untuk ke rumah bu Ami untuk minta bantian bu Ami.
*akankah bu Ami membantu Dena?
cheki cheki di next partnya
__ADS_1
# hopeyouguyslikeIt