
♡Rasyid pov♥
Kalau di apotik ada obat sakit hati aku pasti akan membelinya dengan jumlah yang banyak,walau harganya mahal sekalipun
Kenapa aku perlu obat penghilang rasa sakit, karena aku merasa sakit saat istriku memalingkan wajahnya dariku, sakit saat perhatianku tidak dia balas, atau malah dia abaikan, sakit karena dia terlalu banyak diam saat bersamaku tapi bisa tertawa saat bersama anak anak, bersama keluargaku dan bahkan bisa tersenyum pada tukang cilok yang berjualan keliling saat anak anak membeli barang jualannya. . sakit!
Aku memberikan semua yang mungkin dia inginkan, tapi tanggapannya hanya ucapan terimakasih dengan wajah datarnya, aku tidak berharap macam macam hanya satu macam, agar sikapnya bisa kembali seperti dulu, Tapi kenapa dia selalu bilang sulit!
Sakit!
Iya aku tau aku salah,tapi aku sudah meminta maaf berkali kali, bahkan setiap hari saat baru bangun tidur dan sesaat sebelum tidur.
Apakah aku harus mati terlebih dahulu?
Karena aku merasa hidupku hampa hidupku kosong,tanpa senyum dan tawanya
Saat ini aku berada di gubuk yang ada di ladangku, tiba tiba perasaanku yang sedang galau dan melow membawaku untuk menghidupkan Radio kecil, yang memang selalu ada disana buat menghibur para pekerja yang sedang istirahat, dan pembawa acara mengumumkan bahwa lagu yang akan dia putar berikutnya adalah lagu yang berjudul 'Cinta ini membunuhku'
Mungkin lagu dari group band D'masiv ini sedikit banyak mewakili perasaanku
Kau membuat ku berantakan
kau membuatku tak karuan
kau membuat ku tak berdaya
kau menolakku acuhkan diriku
Bagaimana caranya untuk meluluhkan kerasnya hatimu
Ku tak sempurna ku tak seperti yang kau inginkan
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkan kan mu
Cinta ini membunuhku
Aku mengerjapkan mataku menahan agar airmataku tidak turun, aku tidak mau ada oranglain yang melihatku dalam keadaan rapuh.
__ADS_1
Lagu masih mengalun merdu ditelinga tapi dengan lirik yang menyayat hati
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku
Lelah hati ini meyakinkanmu
Cinta ini membunuhku wo oh
"Mas ini makan siangnya" ucapnya singkat tapi sanggup membuatku terperanjat kaget, entah sejak kapan wanita kesayanganku itu ada di sini
Saat itu hampir menjelang makan siang tapi aku lupa kalau dia mungkin akan datang mengantar makan siang karena sudah lama dia tidak melakukannya, belakangan Istrinya mang ujang dan mang ujanglah yang membawa makan siang untukku dan para pekerjaku
"Sayangggg.. kamu yang anter makanannya? sini sayang.. kita makan sama sama yuk"ucapku aku merasa terharu dan mataku sudah berkaca kaca, dengan sekuat tenaga aku menahan airmata agar tidak terjatuh lagi dan lagi tapi aku tidak kuat
Airmataku mengalir tapi cepat cepat aku hapus dengan tanganku, dia tetap bersikap cuek, mengambilkan makanan untukku dan aku menerimanya, sebenarnya aku berharap agar dia mau makan bersama satu piring bersama denganku seperti dulu, tapi sepertinya aku tidak boleh berharap banyak atau aku akan kecewa sendiri
*Bagaimana caranya untuk meruntuhkan kerasnya hatimu
Kusadari ku tak sempurna
Kau hancurkan aku dengan sikapmu
Tak sadarkah kau telah menyakitiku*
KLEKK
Ehh kok radionya mati? aku mengangkat wajahku yang dari tadi menatap ke makanan yang ada dipiringku
Ternyata Titi lah yang mematikan radionya dan matanya melirikku tajam
Aduh gimana nih, salah lagi kah aku?
Aku lupa matiin radionya pas dia datang tadi
Pasrah aja deh, yang penting dia masih ada di sekitarku, masih melayaniku, masih memasak untukku, baju ku juga masih dia cucikan bahkan rapikan di lemari, sabar sabar... semoga nanti lambat laun hatinya bisa kembali seperti dulu
Aku pun makan dengan lahap dan bersyukur sajalah, dia masih disini duduk menunggu ku makan.
♡Rasyid pov end♥
__ADS_1
Sesaat sebelum Rasyid menyadari bahwa Titi sudah ada disana,Titi berdiri dengan membawa makan siang, dia ikut mendengarkan lagu merdu yang membuat Titi mendengus kesal karena liriknya yang terkesan dia orang yang jahat karena mengabaikan Rasyid.
Karena tidak tahan akhirnya Titi mematikan Radio tersebut, dia melirik suaminya tajam, seakan berkata
apa lu apa lu.. mau marah radionya aku matiin, sok aja kalau mau marah!
Tapi ternyata Rasyid tidak bereaksi apapun, malah melanjutkan makan siangnya dengan lahap
"Bagus deh kalau dia nggak komplen radionya kau matiin, kalau sampai ngomel awas aja" bathin Titi
Sehabis makan Rasyid memutuskan untuk ikut pulang bersama istrinya dia merasa ini adalah kesempatan untuk bisa duduk berdekatan karena berboncengan sepeda motor
Rasyid meminta Titi yang mengendarai sepeda motor dan dia akan duduk dibelakang biar bisa meluk Titi yang posisinya di depan "ehehehe Modus
Dan Titipun dengan terpaksa menuruti kemauan suaminya
♡♥♡♥♡♥
Sore itu Desi sudah sampai di desa, mereka menaiki mobil yang sekarang mereka miliki, Desi dan suaminya yaitu Harun membeli mobil dengan cara mencicilnya, karena uang muka yang mereka berikan kepada dealer mobil lumayan banyak dan lebih dari setengah harganya makanya cicilannya pun bisa lebih ringan dengan jangka waktu mencicil satu tahun atau 12 bulan.
Warga tetangga sekitar tentu saja menjadi ramai membicarakan tentang itu, seorang Desi yang dulu nya seorang anak dari janda miskin tapi sekarang pulang dari kota dengan menaiki mobil baru yang dengar dengar dia beli baru baru ini
Ada yang berdecak kagum dan salut terhadap kesuksesan Desi tapi ada pula yang mencicir dan menggunjingkan kemampuan Desi membeli mobil mungkin karena gaji suaminya yang besar, padahal gaji Desi sebagai kepala pelayan dan gaji Harun yang sebagai supir pribadi jauh lebih besar gaji Desi.
Desi dan Harun mengabaikan gunjingan tetangga tentang mereka, mau gosip baik ataupun buruk mereka tidak perduli
Rasyid dan keluarga mendatangi rumah keluarga Titi, dengan membawa beberapa jenis makanan ringan dan berat yang bisa mereka konsumsi nanti saat bercakap cakap sembari melepas rindu
Mereka mengobrol bercengkerama sampai tidak terasa jam di dinding sudah menunjukan pukul 22.00 malam
"Ma ayo pulang dulu, besok kalau kamu mau kesini lagi nanti aku antarkan, kasihan anak anak sudah tidur tuh, dan besoj mereka sekolah"ucap Rasyid pada Titi, kalau di depan orang lain Rasyid akan memanggil Titi mama mengikuti panggilan anak anaknya
"Nggak mas, aku dan anak anak mau tidur disini, aku kangen sama rumah ini, dan besok anak anak bolos aja sekolahnya, nanti aku japri guru wali kelasnya untuk meminta ijin"ucap Titi dengan nada datar seperti biasanya
"Loh, terus aku gimana? masa aku pulang sendiri?"rajuk Rasyid
"TERSERAH"
♡Bersambung♡
Hemmm.. akhirnya Rasyid akan pulang sendiri atau akan ikut menginap?
__ADS_1