ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Kembalikan pada ku


__ADS_3

''Mas kita harus ke tempat A Hendra nginep! kita harus bicara sama dia, tapi kita tidak bisa membawa A Hendra ke rumah, Mama takut Robi malah kabur lagi kalau dia tau papannya kesini'' Titi duduk di sebelah Rasyid ditempat tidur yang ada di kamar mereka


Anak anak sudah pergi ke sekolah dan Robi berada di kamarnya


''Iya mas tau, tapi mas harus ikut, mas juga ingin sekali bicara padanya''sahut Rasyid sembari meraih tangan Titi dan menggenggamnya


''Kita kasih alasan apa ya pada Robi, agar dia tidak curiga, kalau kita akan menemui papanya''Titi mengerutkan dahinya karena dia sedang memikirkan alasan yang tepat untuk disampaikan pada Robi


''Gampang itu mah, kita bilang aja kita mau ke ladang, kalau kita bilang kita mau ke kota dia pasti malah ingin ikut!, kalau kita bilang ke ladang, kita malah punya waktu agak luang, kita bisa pulang sore nanti, dan dia nggak akan curiga''Rasyid memberi ide


''Emm.. kamu aja gih yang bilang sama Robi, biar mama bisa siap siap dulu, kita pakai sepeda motor aja ya, biar dia nggak curiga''Titi beranjak dan bersiap siap


Rasyid menganggukan kepalanya tanda setuju lalu bergegas menemui Robi untuk memberi tahu bahwa dia dan Titi perlu pergi ke ladang, dan Rasyid juga menambahkan meminta tolong pada Robi untuk menjaga adik adiknya saat mereka pulang dari sekolah nanti


Dan beruntungnya Robi langsung setuju tanpa bertanya apapun dan tidak curiga sama sekali


Singkat cerita Rasyid dan Titi sudah sampai di hotel tempat Hendra menginap, mereka juga sudah tau nomor kamar yang di tempati Hendra


Sampai didepan pintu kamar yang mereka tuju, Titi sudah mengangkat tangan untuk mengetuk pintu, belum sempat pintu terketuk tiba tiba pintu terbuka dari dalam dan keluarlah seorang gadis muda yang berpakain seksi, dan terlihat berantakan, si gadis berjalan sambil merapikan rambut dan bajunya


Rasyid dan Titi terpaku melihat gadis muda itu, heran sekali mengapa ada seorang gadis keluar dari kamar yang mereka yakini adalah kamar yang di tempati Hendra, gadis itu sangat cantik, kulitnya putih bersih, make up yang glamour tapi lipstick yang dia pakai dalam kondisi berantakan


Baju si gadis sangat seksi yang memperlihatkan lekukan tubuhnya


Saat pintu terbuka dan si gadis keluar dengan tergesa sambil merapikan baju dan rambutnya, si gadis terperanjat saat menemukan ada sepasang manusia berdiri didepan pintu dan dengan gesture tubuh si wanita yang akan mengetuk pintu


Si gadis memalingkan wajahnya tapi dia memasang wajah cuek dan berlalu melewati pasangan yang berdiri di depan pintu, si gadis bahkan seperti sengaja menabrakan tubuhnya pada Rasyid saat berlalu


Rasyid yang kaget sejak awal pintu terbuka dan sedang berpikir siapa gadis itu, kembali kaget dengan terjangan si gadis saat dia melewati mereka

__ADS_1


Titi mendengus kesal melihat ekspesi kaget pada wajah Rasyid,dan Rasyid dengan cepat menguasai diri dan mengembalikan ekspresi wajahnya seperti biasa


TOK TOK TOK


Titi mengetuk pintu yang otomatis tertutup tadi saat ada orang keluar,Titi tidak menahan pintu karena merasa harus izin dulu saat akan masuk


''MASUKK''terdengar sahutan dari dalam


Dan sepasang manusia itu pun masuk ke dalam kamar, pemandangan yang lihat untuk pertama kali masuk adalah satu buah tempat tidur dengan ukuran besar yang berantakan seperti telah terjadi perang di atas sana sebelumnya


Ada dua sofa double seats yang berhadapan dan di batasi meja yang lumayan besar, meja yang kosong tidak ada apapun diatasnya


Hendra yang berdiri di depan kamar mandi sudah berpakain lengkap dengan kondisi segar seperti habis mandi


rambutnya juga masih basah dan sedang dia keringkan memakai handuk


Rasyid berdiri terdiam di belakang Istrinya dengan berbagai pikiran yang berlalu lalang dibenaknya


Sedangkan Titi sudah memasang wajah kaku dengan bibir yang terkatup rapat karena dia sudah sangat ingin mengomel habis habisan pada orang yang ada di hadapan mereka yang sedang mengeringkan rambut pakai handuk kemudian berdiri di depan cermin yang ada dimeja rias samping pintu kamar mandi dan menyisir rambutnya yang masih setengah basah


Titi berjalan kearah sofa dan duduk disana diikuti oleh suaminya,Hendra mendekat dan ikut duduk di sofa yang berseberangan


jeda beberapa saat karena semua orang sibuk dengan pikiran mereka masing masing


Ehemm


Titi berdehem untuk menghilangkan suasana canggung diantara mereka kemudian mulai pembicaraan dengan berbasa basi


''A Hendra apa kabar? sampai jam berapa tadi pagi''Titi menatap wajah laki laki yang berada di hadapannya dengan nada suara rendah karena Titi tekan walaupun hatinya sedang sangat kesal, dan Rasyid hanya diam menyimak enggan melihat wajah pria itu

__ADS_1


''Aku baik Ti! sampe subuh sih tadi.. dan kamu apa kabar?''Hendra membalas pertanyaan basa basi Titi, Titi menghela nafas kemudian berkata


''Aku juga baik, tadiii ituuu siapa A? kok keluar dari sini tampilan nya kayak pe*a*ur? apa seperti ini kelakuan kamu sehari hari saat di Jakarta? makanya kamu mengabaikan anak kandungmu hemm?


''Kalau kamu tidak bisa mengurusi anak itu baiknya kembalikan dia padaku'' Titi langsung memulai aksi menghajar Hendra, dan Hendra pun tertegun mendengar perkataan Titi lalu kemudian dia mendesah mengeluarkan nafas berat


''Ti... aku tuh ngga punya istri, jadi ya untuk memenuhi kebutuhan biologis ku ya terpaksa aku beli begitu, hal itu lumrah lah.. toh dia bukan istri orang lain yang aku selingkuhin, dia itu pedagang jadi kalau aku butuh yang aku beli, setelah selesai ya aku bayar dan dia pergi, beres kan?!''jawaban Hendra membuat mata Titi membelalak lebar


iss gila nih A Hendra, santai bener cerita kayak gitu, anjrittt


Rasyid terpaku lalu sepersekian detik kemudian tersenyum sinis mendengar omongan pria yang sebenarnya pantas untuk dia benci, kenapa tidak.. karena anak yang bernama Robi itu awalnya dia kira anak kandungnya karena dia juga yang menjaga anak itu semenjak dari masih dalam kandungan ibunya tapi ternyata anak yang dia cintai sepenuh hati adalah benih dari pria yang ada dihadapannya saat ini, sungguh miris! dan sekarang dia mendapati kelakuan ayah kandung dari anaknya tersebut sangatlah tidak pantas


Bagaimana kalau Robi tau kelakuan papanya?, dan bagaimana kalau kelak Robi mewarisi sifat tercela dari papanya tersebut?


Rasyid menggelengkan kepalanya dan menepis pemikiran tidak baik yang melintas di benaknya, tidak! dia tidak akan membiarkan Robi terjerumus ke jalan salah


Rasyid bertekad untuk mengambil kembali hak asuh Robi,walau dia bukan ayah kandung dari anak itu, demi masa depan Robi


''Alasan macam apa itu? kenapa nggak nikah aja sih A, seperti itu kan berbahaya, bisa aja si perempuan itu punya penyakit kelamin! kamu ngga takut terkena HIV aids, iss kamu itu ngga tau apa.. Kalau itu tuh zina? dosa besar itu A!!!''


''Hemm.. aku tau itu dosa, tapi ya gimana lagi? aku mau nikah pun belum ada yang cocok untuk aku nikahin, aku mau nikah sama perempuan baik baik lah.. ngga mau milih salah satu dari mereka mereka seperi yang barusan keluar dari sini itu.. dan aku butuh untuk pelampiasan''Hendra menjawab Titi dengan wajah datar tapi terlihat gugup bahkan keluar keringat dari keningnya


♡♥♡♥


Bersambung


Jangan lupa like nya readers


makasih sudah mau membaca ini

__ADS_1


__ADS_2