ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Kedatangan Desi


__ADS_3

Malam itu di lalui dengan rasa yang menyesakan dada, Titi bahkan masih duduk di kursi sampai pagi menjelang,dan Rasyid pun tetap terduduk di lantai dan menundukan kepalanya.


karena tidak tahan lagi Titi kemudian beranjak ke arah lemari mengeluarkan beberapa baju nya dan baju Putra anaknya, lalu kemudian mengemasnya ke dalam Tas, dia merasa buntu dalam berpikir, lebih baik dia menenangkan diri dulu di rumah peningggalan ibunya,Rasyid melihatnya berjalan hilir mudik mengemas barang tapi dia tetap DIAM.


Setelah selesai berkemas Titi keluar dari kamar menuju dapur, kepala nya terasa berat dan pening,tapi dia memaksakan diri untuk tetap memasak demi putra nya Titi tidak mau putranya kelaparan.


Selesai memasak Titi kemudian pergi untuk membersihkan diri, dia masuk ke dalam kamar dan berniat mengambil baju ganti dari lemari dan dia melihat suaminya kini berbaring di sebelah Putranya dengan tangan melingkari tubuh Putra,Titi merasa kesal melihatnya, kemana saja sebulan ini pria itu yang seperti tidak perduli dengan putra dengan dalih capek sekali.


Mulut Titi terkatup rapat giginya beradu dan tangannya mengepal, masih berpikir apa yang sebenarnya sudah terjadi di antara mereka sehingga suaminya itu berubah sikap.


Titi meneruskan niatnya yang ingin mengambil baju ganti lalu kemudian berlalu masuk ke kamar mandi, selesai mandi lalu menyiapkan air untuk mandi putranya, seharusnya sebentar lagi putranya bangun seperti biasa


Masuk ke kamar lagi dan masih melihat pemandangan yang sama,Titi duduk di sebelah sisi lain tempat tidur yang tidak terisi oleh Rasyid, dia menyentuh pipi anaknya agar dia terbangun, tapi Putra hanya menggeliat lalu kemudian tidur lagi, Titi memanggil nama Putra nya pelan agar dia terbangun tapi bayi kecil itu malah merengek malas,karena sudah tidak sabar lagi Titi kemudian meraih tubuh anaknya ke dalam dekapannya ingin membawanya keluar dari kamar tapi putranya malah menangis,Rasyid terbangun kaget mendapati Titi mengambil anaknya padahal anaknya masih terlihat sangat mengantuk


''Ma biarin dulu lah sebentar lagi biar ayah kelonin dulu, sana mama cuci baju aja dulu, nanti kalau sudah benaran bangun Putra nya biar ayah yang mandikan''Titi menatap tajam ke arah suaminya sembari menenangkan putranya yang masih merengek malas.


''Ooh ya, wah kenapa ayah sekarang punya waktu ya buat sekedar nemenin putra du pagi hari, kemaren kemaren ke mana aja.. sibuk banget di ladang tetangga sampai berangkat subuh pulang maghrib''cibir Titi, dan Rasyid tertegun.


''Putra kita terbiasa mandi pagi dan lanjut berjemur mas biar kena matahari sehat, kamu ngga tau ya? atau ngga perduli? kamu perdulinya sama Robi dan Si bohai cantik uler keket iya kan? mana perduli yang ada di rumah, anggap aja pajangan nggak bermutu,yang di luar lebih mengasyikan, hah ha ha'' Titi berkata sambil memutar bola matanya dan Rasyid malah terDIAM.


Titi tetap membawa anaknya keluar kamar dan membawa nya ke kamar mandi du samping dapur,dia memandikan anaknya kemudian memakaikan baju dan menyuapinya sarapan sembari Titi juga ikut sarapan,Titi merasa sangat lapar karena kemarin sore terlalu kalut dan tidak makan malam.


Selesai makan Titi ke kamar lagi mengambil Tas berisi baju yang akan dia bawa ke rumah peninggalan ibu, Rasyid menatap Titi dan berkata,'' Ma mama beneran mau pergi ke rumah ibu dan menginap di sana? disana nanti mama sendirian doang bersama Putra, kalau ada apa apa gimana?


''Disini juga aku merasa sendirian mas, kamu sibuk dengan duniamu sendiri, kamu tuh sebenarnya mau kamu apa mas, oohh jangan jangan sekarang kamu tertarik dengan tawaran Dena untuk menjadikannya istri kedua kamu ya? iya mas?

__ADS_1


''Nggak kayak gitu juga kali ma, mama mah mikirnya kejauhan''


''Kejauhan? terus yang sebenarnya terjadi apa mas? bisa ngga sih kamu ngomong yang jelas ke aku mas, kamu tuh mau nya apa sih?


Mau kamu aku tetap diam tak kemana mana bagai burung dalam sangkar, seperti itu? seperti itu mau mu, tak mungkin aku bahagia,sedangkan kamu mencari kebahagiaan tambahan di luar sana, enak sekali kamu''


''Aku minta maaf ma"


DEGGG


''maaf? untuk apa?


''aku tidak bisa bilang sekarang ma, ini semua berat banget buat aku''


''aku akan tetap ke rumah ibu dulu sementara waktu atau kamu mau aku tetap di sini tapi kita pisah ranjang dulu, ahhh tapi rasanya aku ingin pergi, aku muak liat wajah kamu mas, aku malah berpikir mungkin saja kalian sudah kembali menyatukan raga kalian iya kan mas, makanya kamu ngga mau nyentuh aku lama.. Dena lebih cantik dan lebih bisa membuat kamu puas kan mas? aku bisa gila dengan pikiran pikiran ini semua, tapi kamu hanya DIAM tidak mau menjelaskan apa pun, oke mas aku pamit ajah Assalamualaikum...'' Titi keluar sembari menggendong Putra dan membawa tas berisi baju mereka.


''Ma tunggu dulu biar aku antar'' Rasyid berbalik ke kamar mengambil kunci motor lalu mengikuti Titi keluar dari rumah, mengunci pintu dan membonceng istrinya.


Sampai di pekarangan rumah peninggalan Bu Irma Titi melihat rumah itu seperti ada penghuninya lampu dalam rumah masih menyala dan rumah dalam keadaan bersih, padahal kalau tidak ada yang menghuni lama rumah seharusnya dalam keadaan kotor.


''Assalamualaikum.. ada siapa ya di dalam'' Seru Titi, terdengar suara sahutan dari dalam


''Wa'alaikum sallam, Teteh.. teteh kesini.. kebetulan sekali teteh kesini, ehh kok bawa tas ini mau kemana? Desi memeluk ku erat dan kemudian mencium pipi Putra keponakannya.


''Kak Rasyid ayo sini masuk kak'' Desi melihat kakak iparnya termangu di laur pintu lalu mengajaknya masuk ke dalam

__ADS_1


''Iiya ini kakak juga mau masuk'' Rasyid gelagapan karena tadi nya hanya berniat mengantarkan Titi saja lalu kemudian pulang lagi,dia bahkan belum mandi dan nanti siang dia harus ke ladang untuk pengecekan dan pembersihan sisa panen, Titi mengabaikan suaminya dia sudah malas bicara apa pun karena sikap Rasyid yang tidak mau terbuka


''kak ini aku buatin teh manis hangat, di minum dulu silahkan''Desi bahkan membuatkan minuman untuk Rasyid


''Wah kok repot repot de, terima kasih, kaka minum ya''Rasyid meminum teh hangatnya perlahan


''ngga repot kok kak.. kakak sudah sarapan apa belum? aku sudah masak tadi, mau sarapan bersama? ''Desi antusias sekali menjamu kakak iparnya padahal kakak kandungnya sudah melolot geram dalam diam,dan kemudian berucap


''Des, udah deh jangan terlalu mengganggu dia, dia itu sibuk, pasti sudah di cariin sama orang tersayang nya tuh, makanya dari tadi dia seperti yang tidak tenang dan gugup gitu''semprot Titi sudah tidak bisa lagi menahan kata.


''LHOH..'' apa itu maksudnya kak aku ngga ngerti?''tanya Desi sambil mengerutkan keningnya


''Mau aku yang bilang ke Desi atau kamu yang jelasin mas?'' sambar Titi sekalian mancing siapa tau sekarang di situasi ini kejujuran suaminya akan keluar.


''Nggak boleh gitu ma.. ini urusan rumah tangga kita, jangan melibatkan Desi'' sahut Rasyid.


''Ya sudah TERSERAH'' sahut Titi sarkas, Desi terlihat sangat bingung melihat ke arah kakak dan kakak iparnya bergantian.


''Ada apa ini sebenarnya sih? ''kerutan di kening Desi menandakan dia berpikir keras dan bingung dengan situasi yang terjadi.


''Ma.. ayah pergi ke ladang dulu ya mah, nanti siang ayah ke sini lagi''Rasyid akhirnya berpamitan.


''Ke ladang gula gula milik tetangga ya mas? yang kamu pikir lebih hijau dari ladangku, iya kan? sela Titi


''Apaan si kamu Ma.. aku mau ke ladang beneran''sahut Rasyid, Titi tidak menjawab malah memalingkan wajahnya ke arah jendela, seandainya dia punya uang yang berlimpah pasti sudah sewa orang buat membuntuti suaminya agar tau aktifitas apa saja yang suaminya lakukan di belakang nya,Rasyid berlalu keluar rumah lalu menaiki sepeda motornya pergi ke arah ladang kami,entah benar ke ladang atau kemana Titi tidak bisa percaya lagi.

__ADS_1


__ADS_2