
Proses pembersihan lahan dan penanaman kembali sudah dilakukan, tinggal perawatan setiap harinya, penyiraman kalau hujan tidak turun dan pemeriksaan dari hama, pemupukan dan penyemprotan vitamin.
Di masa masa seperti ini biasanya Rasyid bisa sedikit santai dan bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk istri dan anaknya mengajak mereka jalan jalan atau sekedar menikmati makanan di luar rumah, bahasa kekiniannya kulineran
Tapi itu dulu sekarang Rasyid lebih memilih untuk berkeliling kebunnya, bertemu para klien baru calon pembeli sayur dan juga kayu kayu yang Rasyid tanam di saat sebelum Putri lahir dan tentunya kayu kayu itu sekarang sudah besar dan tinggi siap di jual dan menghasilkan banyak rupiah
Dulu Rasyid lebih suka menjamu para klien dengan masakan sang istri tapi sekarang dia lebih memilih untuk menjamu mereka di restoran dia beralasan biar istrinya tidak terlalu capek, kasihan karena harus mengurus dua buah hati mereka dan harus mengurus pembukuan juga
Titi merasa tidak masalah dengan hal itu walaupun ada rasa tidak enak dipikirannya tapi dia tepis perasaan itu, Titi tidak mau berburuk sangka pada suaminya.
Suatu malam jam menunjukan pukul 19.00 dan Rasyid belum pulang kerumah sejak pagi, dia bilangnya mau ke tempat orang yang mau membeli kayu Albiso nya dan Rasyid tidak mengajak istrinya
Titi sudah gelisah menanti sang suami untuk pulang, mau menelpon tapi Titi takut kalau dia mengganggu pembicaraan penting suaminya
Setengah jam kemudian masih belum ada kabar dan akhirnya Titi sudah tidak bisa bersabar lagi, dia mengambil handphonenya dan mendial nomor suaminya
TUTT... TUTT... TUTT
Suara nada sambung panggilan
''Hallo''suara wanita
DEGGGG
''Haloo, ini siapa ya? bukannya ini nomornya mas Rasyid? kamu siapa?'' wajah Titi memanas karena pikirannya berlarian kencang dengan berbagai prasangka liar
''Ahh iya ini nomernya Mas Rasyid tapi dia lagi ke toilet, karena handphonenya berdering terus sedari tadi makanya saya memberanikan diri mengangkatnya''sahut suara wanita diseberang sana
Berdering terus? perasaan Titi ini baru panggilan yang pertama sejak pagi!
''Kamu siapa''Bentak Titi geram, bisa bisanya orang kok ya lancang angkat telepon orang lain
__ADS_1
''Saya Cici mba, bentar nih tuh mas Rasyidnya udah keluar dari toilet'' suara wanita yang menyebut dirinya Cici masih terdengar santai dan masa bodo dengan bentakan lawan bicaranya di telpon
Titi diam menunggu
''Ha halo mah.. iya kenapa'' Suara Rasyid menjawab dengan nada suara tegang gelagapan
''KAMU DIMANA MASS'' seru Titi berteriak sampai Putri yang sedang menonton televisi tidak jauh darinya sampai kaget dan melihat ke arah mamanya, Titi menyadari itu dan memilih masuk ke kamarnya dan menutup pintunya, dia meminta Putra untuk menemani sang adik nonton tv
''A aku di restoran mah, tadi perut aku mulas terus aku pergi ke toilet sebentar''
''KAPAN KAMU MAU PULANG MASS, SUDAH JAM BERAPA INI? KAMU NGAPAIN LAGI SAMA PEREMPUAN DISITU, SAMA SIAPA AJA KAMU?, BERDUA DOANG YA?, PULANG MAS PULANG, DARI TADI ANAKMU NANYAIN KAMU TERUS, DARI PAGI PERGI BELUM PULANG JUGA JAM SEGINI, NGAPAIN KAMU MASSSSS?'' Titi benar benar merasa kesal, kalau saja tadi tidak ada perempuan yang mengangkat panggilan telponnya mungkin dia tidak akan sekesal ini, apa maksud perempuan itu lancang sekali mengangkat telpon orang lain, apa dia mau menunjukan kalau mereka sedang bersama
''Iya iya ini juga aku sudah mau pulang, nanti aku jelasin di rumah''sahut Rasyid masih dengan suara pelan tidak tersulut emosi juga dengan bentakan dan teriakan Titi, atau karena dia merasa bersalah???
''CEPAT MAS PULANG, NGGAK USAH KAMU NGURUSIN ORANG LAIN LAGI, AWAS AJA TELAT, KAMU DI RESTORAN MANA SIH?"
''Di Majenang mah, restoran yang samping LB itu''
FLASKBACK dua minggu yang lalu
''Mas sini deh, aku mau bilang sesuatu'' bisik Titi pada Rasyid dikala malam sudah menunjukan jam 22.00, anak anak sudah tidur sejam yang lalu, tapi Rasyid masih memainkan handphonenya dan sesekali tersenyum
Seperti ada sesuatu yang membuatnya bahagia sampai istrinya dicuekin, Ada yang lain di senyuman dia
''Ada apa sih ma''sahut Rasyid melirik sebentar tapi kemudian perhatiannya kembali ke smartphone dalam genggamannya
''MASSS'' seru Titi ''kamu ngapain sih subuk banget sama hp? ini udah malam loh, kalau itu kerjaan.. ya besok lagi lah kerjanya!''
Rasyid kemudian meletakan handphonenya di meja sebelah tempat tidur, lalu kemudian naik ke kasur dan langsung berbaring, menarik selimut dan memejamkan matanya
Titi ternganga melihat sikap suaminya, dikasih kode kok malah tidur! kenapa sih dia?
__ADS_1
Titi mendekat ke arah suaminya, pelan pelan mendekatkan bibirnya ke arah bibir suaminya dan mengecup sekilas, biasanya dikasih umpan begini suaminya langsung on dan suasana jadi bergelora, tapi kok ini?
Lah dia diam aja!
Titi sudah mulai geram
''Mass.. aku pengen''bisik Titi di telinga Rasyid
''Hemm, aku capek ma, besok aja ya''gumam Rasyid
Seketika Titi kecewa, tidak pernah sekalipun dari sekian lama mereka bersama Rasyid menolak ajakan nafkah bathin dari istrinya, biasanya yang ada malah Titi yang malas karena keseringan
Titi otomatis sedih dan mengangis tanpa suara, cuma suara nafasnya saja yang menjadi berat dan air mata yang mengucur deras dari matanya
TAPII Rasyid tetap tidak bergeming dan melanjutkan tidurnya
Setelah kejadian itu, Titi jadi merasakan sesak di dadanya, malas berbicara pada suaminya dan terkesan mengabaikannya
Tapi Rasyid tetap cuek dan malah seperti sibuk dengan dunianya sendiri
FLASBACK END
Titi bergegas mematikan semua lampu yang tidak dibutuhkan, walau ini masih belum terlalu malam tapi dia dan anak anak sudah makan, mereka tidak menunggu Rasyid karena Rasyid tidak kunjung pulang
Dan Titi meminta anak anak segera pergi tidur dengan alasan dia akan mengajak mereka jalan jalan besok
CEKLEKK
Suara pintu terbuka, Rasyid tetap bisa masuk ke rumah dengan kunci cadangan yang biasa dia bawa karena menyatu digantungan kunci mobil
Rasyid masuk ke kamar dengan pelan dan mendapati istrinya sudah berdiri disamoing tempat tidur dengan berderai air mata
__ADS_1
''Ma.. aku tadi.. aku tadi''