ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Yang jodoh dekatkanlah


__ADS_3

*Maaf ya reader semua, karena aku nggak bisa tepat janji, bukan niat hati mau mengingkari, aku kemarin kemarin itu sakit, lumayan lama, sekarang alhamdulillah sudah sembuh, tapi masih dalam tahap penyembuhan! makasih untuk pengertiannya


ILY all.


Back to story*


Bukankah cinta itu suatu rasa yang indah? bukankah dimana ada cinta pasti ada sayang?


bukankah dimana ada cinta pasti ada rindu?


Desi merasakan kekecewaan karena dia sebenarnya berharap pada dia, tapi karena yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, maka Desi berusaha untuk menerima kenyataan.


Sekarang dia telah mendapatkan majikan barunya, dan dia harus fokus pada pekerjaannya, setidaknya hal itu dapat mengalihkan perhatiannya.


Suatu pagi sekertaris dari bos besarnya menghampirinya saat dia bekerja membersihkan perabotan


"Desi" panggilan suara gadis cantik sang sekertaris pribadi bosnya, dan seketika itu juga Desi langsung menghampiri nona Lily dan sedikit membungkukan badannya sembari menjawab


"saya nona"


"ya kamu, tuan Lion memanggilmu keruang kerjanya"


"A Ada apa ya nona? apa saya melakukan kesalahan?"jawab Desi tergagap dia bingung kenapa dia sampai di panggil keruang kerja tuan besarnya


"Kau akan tau nanti, segeralah, kau tau kan tuan tidak suka untuk menunggu!" jelas nona Lily sang Sekpri tuan besar


"Baik nona saya akan segera menghadap tuan besar"Desi segera menuju keruang kerja tuan Lion


Tok tok tok


"Masuk"terdengar jawaban dari dalam dan Desi pun langsung masuk, membungkukan badan didepan tuan besar tampannya kemudian bertanya


"Ada apa tuan memanggil saya? apa saya melakukan kesalahan tuan?


"kemari dan duduklah"


Desi duduk dengan gugup dan tidak berani menatap wajah tuannya, entah karena takut dimarahi atau karena takut jatuh cinta (wkwkwk)


"Begini Desi, saya sedang butuh supir pribadi, apa kamu punya kenalan orang yang jujur dan bisa di percaya untuk saya jadikan supir pribadi saya?"ahhh suara merdu tuan tampan selalu membuat Desi terbuai, dia selalu terbayang aktor korea kesayangannya yaitu Lee seung gi, saat mendengar suara tuannya, apalagi wajahnya, kalau orang penggemar K-pop pasti langsung antusias bilamana bertemu dengan tuannya, pasti mereka mengira tuannya adalah pemeran Cha daewung di drama My girlfriend is a Gumiho.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan tuannya Desi malah terbengong sampai tidak sadar mulutnya terbuka saking terpesonanya sama tuannya


Lion menghela nafasnya dan bertanya sekali lagi


"Desi, hei Desi" Lion mengetukan bolpoinnya di meja sampai berbunyi


Tuk tuk tuk


barulah Desi tersadar, dan menjawab dengan tergagap


"ehh.. iya tuan, anda tanya apa tadi hehehe maaf saya tidak bermaksud tidak sopan" ucap Desi meminta maaf atas kekhilafan nya,Lion mendesah kesal dan mengulangi pertanyaannya tadi


"Aahh itu iya saya ada teman, nanti saya hubungi barangkali mau kerja disini" jawab Desi kemudian


"oke baik, kalau temanmu bersedia segera beritahu saya, dan minta dia menghadap saya membawa surat surat data diri yang diperlukan,dan sekarang kamu boleh melanjutkan kerjaanmu kembali"


"Baik tuan"Desi keluar dari ruangan kerja tuannya dan kembali untuk menyelesaikan tugasnya.


→←


"Hallo..Desi ini kamu kan?''


''Beneran Si bos kamu butih supri?''


''Hah supri?''


''Iya supir pribadi, berarti aku bakalan kerja sama kamu lagi ya Si?''


''I iya kalau kakak bersedia berarti kita kerja satu majikan lagi,kalau masalah satu rumah atau tidak aku ngga tau,siapa tau aja para supir tempat tinggalnya bukan disini''


''Maksud kamu gimana? kerja di situ tapi nggak tinggal disitu maksudnya gimana?


''Ya mungkin aja kakak suruh ngontrak rumah sendiri''


''Loh kok gitu sih?''Harun terheran heran


''Gini loh kak, semua pekerja laki laki kalau malam pada pulang,cuma pelayan perempuan, sekertaris pribadi, asisten pribadi, sama satpam aja yang kalau malam tetep ada, itu pun kalau satpam gantian ship dan mereka hanya berada di pos ngga masuk ke daerah dalam rumah,berkeliling pun di luar rumah doang!"


''Oh gitu,ya sudah besok aku kesana dan lihat apa dan bagaimana yang dibutuhkan untuk jadi supir disana,demi kamu aku akan berusaha agar bisa diterima disana''ucap Harun mantap, dan itu menimbulkan suatu rasa yang tidak biasa dalam hati Desi, apakah Desi bahagia? atau B ajah?

__ADS_1


''Oke kak nanti aku bilang ke Bos aku kalau kakak bersedia datang besok, O ya kak jangan lupa membawa surat surat yang diperlukan''


''Baik sayang, kakak tidak akan lupa, akan kakak siapkan dari sekarang''


''Is apa sih kakak pake sayang sayang segala'', seru Desi sambil mendengus tapi bibir mengulum senyum dan wajah memerah


''Ya sudah kakak tutup dulu telponnya, assalamualaikum''


''Wa'alaikum sallam warohmatullohi wa barokatuh''


Singkat kata Harun datang menemui tuan Lion dia di interview secara langsung oleh tuan Lion sendiri dan diterima hari itu juga langsung bekerja, dan entah ini berita baik atau buruk tapi ternyata Harun di beri kamar di seberang kamar Desi, kamar yang bersebelahan dengan pak Danu sang kepala pelayan dirumah itu, menurut Harun tuan Lion yang memintanya tinggal agar supaya jika dibutuhkan kapan saja bisa dapat mudah di panggil, what a luck yeah Harun


Semua berjalan dengan baik dan ini malam minggu biasanya para pelayan diberikan waktu untuk menghabiskan malam minggu dengan mencari hiburan masing masing karena Tuan mereka beserta aspri dan sekpri nya akan keluar bersama juga kalau mereka pergi bersama maka Tiger sang Aspri lah yang akan menyetir,jadi Harun di biarkan memiliki waktu bersama pelayan yang lain untuk berlibur


♡♡♡♡♡♡


Di lain tempat tepatnya di desa ada seorang pria yang termenung di teras rumahnya,dia sedang memikirkan beban hidupnya,semenjak menikah dia merasa hidupnya menjadi terasa berat, beban ekonomi yang sangat besar karena istrinya suka berbelanja dan pergi ke salon


Dia bahkan punya pinjaman di Bank dengan jumlah setoran yang besar sekarang, sudah berulang kali dia menasehati istrinya tapi tidak pernah di dengarkan, yang ada malah memicu pertengkaran, si istri bilang si suami tidak pandai mencari uang, tidak seperti mantan mantan suaminya terdahulu


Tentu saja laki laki mana yang akan diam saja jika di banding bandingkan, mereka bahkan bertengkar hampir setiap hari, anak laki laki mereka melilih tinggal bersama neneknya karena tidak betah mendengar pertengkaran mereka setiap saat.


Laki laki itu mendesah sembari memijat kepalanya, tabungannya semakin menipis, bisnis yang dia jalani sedang sepi dan sang istri selalu menuntut uang yang banyak setaip harinya


''Mas aku mau ke pasar, persediaan sayuran lauk pauk dan kebutuhan persabunan juga sudah tinggal sedikit, aku minta uang''


''Dena bisa tidak kamu sedikit berhemat, beli lah barang barang yang benar benar penting, jangan membeli terlalu banyak yang bersifat jajan dan baju lah aksesoris lah,kita ini belum dapat klien baru''


''Ih itu sih urusan kamu mas, kamu mah pelit, nggak kayak mantan mantan suami aku dulu, kamu mah sayangnya bohongan sama aku,Robi aja ngga betah tinggal disini sama kamu huhhh'''seru Dena sembari berkacak pinggang dan mata melebar


''Kamu itu memang wanita susah di kasih tau,ini bukan karena aku pelit tapi kamu harus mengerti keadaan bisnis travel sedang susah di masa pandemi ini, kamu cuma bisa mikirnya hasilnya saja, tidak tau usahanya seperti apa susahnya''Seru Hendra sudah dengan berdiri menjulang di hadapan istrinya


''Ya sudah kalau kamu ngga sanggup mencukupi kebutuhan ku kita cerai aja, mending cari yang lain yang lebih tajir,dasar kere''ucap Dena


''Ohh begitu mau kamu, baik silahkan pergi dari rumahku, surat cerai segera akan kamu dapatkan, aku sudah muak dengan tingkah lakumu, kamu memang wanita rendah, pantas Rasyid lebih memilih Titi, dia wanita lembut dan hatinya juga baik, tidak seperti mu yang sombong dan serakah''ucap Hendra dengan muka yang sudah merah padam


''Baik aku akan mengemasi barangku sekarang juga dan pergi, kamu jangan menyesal kehilangan wanita secantik aku ya, hahaha'' ucap Dena dengan tetap angkuh


Hendra mengusap wajahnya dia merasa menyesal telah mengenal wanita seperti Dena, dia benar benar yakin akan menceraikannya segera, dia berniat akan pergi ke luar negeri dan mencoba peruntungannya sebagai supir disana

__ADS_1


__ADS_2