
''DISINI BEDA NYA MAS, AKU NGGA PERNAH BERSENTUHAN SAMA PRIA LAIN, SEDANGKAN KAMU??? aku dekat dengan A Hendra dalam batas wajar, aku mengagumi tuan Lion juga dalam batas wajar hanya seperti seorang yang ngefans sama artis idolanya saja, tapiii bisa ya kamu berpikirnya diluar batas, aku masih tau aturan mas, aku ngga bakal berzina walau itu dengan orang sekelas tuan Lion yang jauhhhhhh lebih segalanya darimu sekalipun, CAMKAN ITU MAS!!'' Justru aku curiga kalian sudah ngapain saja, kamu sering pergi lama kembali dan pulang larut malam, kamu sudah ngapain aja sama mantan tunanganmu itu? Dulu mantan istri! sekarang mantan tunangan!! besok mantan manusia kalii ya!??
''Kamu di tempeli wanita lain bangga ya? itu udah termasuk selingkuh kamu mas, aku jadi geli ngeliat kamu'' ucap Titi bergidik dan beranjak pergi, tapi berhenti sebentar lalu menoleh ke arah suaminya, dan berkata ''Kita pisah ranjang mas, aku ngga mau deket deket kamu, mending aku tidur sendiri memeluk bantal guling dari pada tidur sama kamu tapi kamu anggap batu'' lanjut berjalan membuka pintu dan menutupnya lagi lalu pergi untuk tidur di salah satu kamar tamu
Rasyid hanya diam bingung melongo kaya orang dongo
''Hiss kok jadi kayak gini akhirnya, kalau tau gini aku ngga mau deh temuin si cici, aku ternyata sudah ngga ada rasa sama sekali sama dia, tadinya aku penasaran kenapa dulu Cici tega meninggalkan aku dan memutuskan tali pertunangan kami, kok rasanya sekarang aku malah bersyukur putus sama dia, aku kenapa? dia sekarang lebih cantik! tapi saat aku bersamanya hatiku hampa''gumam Rasyid, menghela nafas dalam kemudian naik ke atas tempat tidur
#Author pov ''Dasar Rasyid ngga mikir dulu dia yang ditinggalin pas sudah tunangan dan wanita itu pergi tanpa kabar, sampai akhirnya ketemu di mall, wanita itu silau lihat kamu yang sekarang Syid, karena Titi merawatmu dengan sepenuh hati makanya wajahmu berbinar dan jauh terlihat lebih tampan, kulitmu terlihat lebih bersih karena sudah jarang mencangkul, sekarang hal itu kamu pekerjakan ke orang lain, sudah jadi orang kaya lagi kamu tuh, jauh lebih kaya dari yang dulu!
kalau sekarang wanita itu mau deket deket kamu lagi, makaa???
Mikirr dong syid!
♡♡♡♡
Sudah hampir dua bulan lebih Titi tidur di kamar lain, Rasyid sudah membujuk Titi agar tidur di kamar mereka kembali, tapi Titi merasa enggan.
Yang sebenarnya Titi merasa merindukan suaminya, merindukan sentuhan dan pelukan hangatnya,tapi ketika teringat Rasyid yang dengan sengaja berniat menjalin kasih dibelakangnya dengan mantan tunganannya walau itu karena dorongan rasa kesal dan cemburu butanya tapi tetap saja Titi merasa sangat sakit hati.
__ADS_1
Anak anak merasa heran melihat ibunya kadang terlihat keluar daru kamar lain dirumah mereka, mereka sempat bertanya tapi Titi mengatakan dia di kamar sana karena sedang mengecek saja
Titi bersikap biasa saja didepan anak anak seakan akan tidak terjadi apapun padanya dan ayah mereka.
Saat ini waktu menujukan jam 10.00 pagi
Putri sedang diajak main ketempat orang yang biasanya membantu kami, jadi hanya ada Rasyid dan Titi dirumah, Titi sibuk mengerjakan pembukuan seperti biasanya sedangkan Rasyid berada di kamarnya entah sedang mengerjakan apa
Titi merasa haus dan beranjak ke dapur untuk mengambil minum,dia heran kenapa rumah sepi sekali, Rasyid tidak terlihat batang hidungnya, setelah meminum air nya kemudian Titi pergi ke kamar Utama, membuka pintu perlahan dan mengintip daru celah pintu
Terlihat Rasyid berbaring ditempat tidur dan menyelimuti tubuhnya, Titi berjalan perlahan mendekat agar bisa melihat dengan jelas apakah suaminya tidur? kenapa dia tidur di jam segini, ini bahkan masih terhitung pagi, tadi saat sarapan memang Rasyid tidak terlihat berselera dengan makanannya, tapi Titi cuek bodo amat.
Titi lebih mendekat lagi dan memeriksa dahi Rasyid yang terlihat berkeringat' eh panass dahinya, panas banget malah' demam inimah' bathin Titi mulai panik
''Mas mas kamu kenapa? kamu sakit? '' tanya Titi sembari menguncang tubuh Rasyid perlahan
''Hemmmm, dingin de euhh'' ucap Rasyid lirih disertai lenguhan
''Ayoo kita ke dokter, kamu tuh sakit kok diam aja ngga bilang''ucap Titi sambil membuka selimut Rasyid dan mencoba membantunya untuk bangun
__ADS_1
''Mas pusing de, aduhhh rasanya semua hal berputar putar, arghhh.. ''keluh Rasyid sembari sebelah tangan memegang kepalanya dan sebelahnya lagi memegang tangan Titi (modus nggak nih Rasyid)
''Oke oke sini aku bantu papah kamu, atau aku panggil mang ujang dulu biar bantu kamu, aku kan juga harus siapin Mobil Hemmmm... tunggu bentar!''Ucap Titi sedikit panik dan bingung melihat suaminya yang meringis sembari memegang kepalanya
Beberapa saat kemudian mang ujang datang ke kamar dan membantu memapah Rasyid, Titi menunggu dibalik kemudi mobi, sekarang selain Rasyid Titi juga bisa menyetir mobil, jadi saat keadaan darurat Titi bisa menggantikan Rasyid diposisi kemudi
Titi seorang diri membawa Rasyid ke Puskesmas, dia meminta mang Ujang dan istrinya untuk menjaga rumah dan anak anak.
Dokter berkata kalau Rasyid terkena Vertigo dan harus dirawat, Titi lalu mengabari orang orang dirumah, mengabari ibu Ami dan Risya
Sebenarnya Titi tidak mau merepotkan mertua dan adik iparnya tersebut tapi dia tidak mau disalahkan kalau nanti terjadi sesuatu atau karena dia tidak mengabari keadaan Rasyid pada keluarganya.
Cairan infus sudah terpasang di tangan kanan Rasyid, awalnya cairan infus itu akan di pasang ditangan kiri, tapi karena permintaan Rasyid maka infus di pasang di tangan kanan 'entah kenapa Rasyid tidak mau di infus di tangan kanannya
Hari sudah beranjak malam, setelah cairan infus habis satu botol, demamnya sudah mulai reda, saat di tanya oleh dokter di jam kontrol Rasyid berkata kepalanya masih sangat ******, dokter menyarankan agar segera meminum obatnya saat sesudah makan malam
''Mass ayo makan dulu, ini jatah makan malamnya sudah datang, ayo duduk dulu''
''Mass pusing banget de, nggak bisa duduk ehmm''Ucap Rasyid lirih, Titi menghela napas'' ya sudah berbaring aja.. tapi kepalanya harus sedikit terangkat takutnya makanannya malah masuk ke lubang pernapasan, sini bantalnya di tambahin satu''ucap Titi lirih, kemudian mendekat tangannya terulur mengambil bantal dan menatanya agar posisi kepala sedikit lebih tinggi daripada berbaring
__ADS_1
♡Bersambung