
Bandung di musim hujan sangatlah sejuk cenderung dingin,dengan suhu 20°c membuat Desi terus memakai jaket nya dia akan melepas jaketnya saat dia memasak saja, pagi hari di hari jum'at selalu terasa menyenangkan dan penuh semangat, mereka bilang jum'at itu penuh barokah dan menjelang weekend esok hari nya
Desi sudah menyelesaikan tugasnya untuk menyiapkan sarapan dan sudah menghidangkannya di meja makan, dengan semua jenis obat,vitamin, jus, hingga susu buat anak anak, kemudian beralih pada lemari es untuk mengeluarkan daging dan sayuran yang akan di olah untuk makan siang dan malam
semua majikan sudah pergi ke tempat aktivitasnya masing masing, tapi Desi masih berkutat di dapur menunggu daging dan ikan mencair karena baru di keluarkan dari freezer, semasa menunggu.. Desi membersihkan meja makan dan memeriksa apa saja persediaan makanan di lemari es yang masih ada , besok dia akan pergi ke pasar untuk berbelanja untuk persiapan bahan makanan satu minggu ke depan
Daging sudah di marinade dan sudah di simpan dalam wadah tertutup kemudian di simpan di lemari es bagian chiller, sayuran sudah di cuci dan ditiriskan tanpa di potong terlebih dahulu, Desi selalu memotong sayurannya sesaat sebelum di masak.
Duduk untuk sarapan dengan secangkir kopi dan dua lembar roti tawar yang di olesi selai kacang Desi di kagetkan dengan suara langkah tergesa dan terdengar seperti langkah lebih dari satu orang,saat di menoleh Harun dan Iman lah yang datang menghampiri terlihat berebut untuk sampai terlebih dahulu
''Eh kalian.. ayo sarapan!''sambut Desi kepada dua pria yang sudah terang terangan menunjukan bahwa mereka bersaing untuk mendapatkan perhatian Desi, kedua pemuda itu berebut duduk di sebelah Desi, dan saat Iman lebih dulu mendapatkan kursi itu terpaksa Harun harus puas duduk berhadapan dengan Desi dengan adanya meja yang memisahkan mereka, Harun mendengus sebal dan memalingkan wajahnya yang agak memerah dan bibirnya yang cemberut
''Kalian ini kenapa sih, kursi aja berebut, kursi ini atau itu kan sama aja''ucap Desi sambil menunjuk pada kursi yang di duduki Iman dan Harun'' kaya anak SD aja berebut kursi ckk'' sambung Desi lagi
''Ya beds lah Si, kita ini berebut untuk bisa duduk di samping kamu, dan aku menang, hahaha...'' seru Iman, dan Harun kembali hanya mendengus
''Aa..apa? kalian ini! sudah sudah sama aja kok.. cuma duduk aja ribut''gerutu Desi
''mau sarapan apa nih akang akang berdua, Desi siap membuatkan untuk kalian''ujar Desi mencairkan suasana
''Aku kopi sama nasi goreng'' seru Iman
''Aku kopi sama apa aja yang bisa kamu berikan padaku, apa lagi kalau kamu berikan hatimu padaku, pasti aku akan sangat senang''sahut Harun dengan suara datar dan tenang
Blush. . seketika wajah Desi memerah tapi tidak menjawab apapun, dia beranjak ke dapur untuk membuat kan permintaan jenis sarapan dua makhluk yang ada di sana,
__ADS_1
Menyajikan sarapan untuk Harun dan Iman kemudian setelah mencuci bekas sarapannya Desi masuk ke kamarnya tanpa bicara apapun lagi pada mereka karena merasa canggung
Desi sedang dilema menghadapi keadaan ini, dia merindukan saat saat dulu mereka bisa bercanda dan tertawa bersama bertiga, sekarang dua pria itu menjadi sensitif ketika Desi bersama Iman atau Desi bersama Harun pasti dua pemuda itu akan terus merayunya dan seakan mengatakan bahwa diri mereka yang terbaik, kayak lagi promo pemilihan presiden atau gubernur atau walikota aja, gitu terus setiap saat mereka bersama di manapun
Mereka berdua berlomba lomba untuk memberikan makanan kesukaan Desi dan barang barang couple atau barang barang yang seharusnya Desi senang saat menerima nya, Tapi ini apa? Desi malah seperti frustrasi dan sekarang lebih banyak menghindar kalau dia di dekati oleh salah satu dari mereka saja, Desi ingin mereka kembali akrab seperti dulu, kompak! tapi sekarang hal itu sulit untuk di realisasikan, yang ada malah ribut terus seperti Tom and Jerry
Desi merasa takut akan terjadi salah faham dan menimbulkan perkelahian seperti yang terjadi di weekend satu minggu ke belakang, Saat Desi akan pergi ke Bank untuk menyimpan gajinya dan membeli kebutuhan sehari harinya, tadinya dia berpikir akan pergi sebentar dan segera kembali untuk melanjutkan menulis novel online nya, tapi saat dia ke luar dari kamarnya kedua pemuda itu sudah ada di depan kamarnya sedang dorong dorongan.
Desi heran dan bertanya'' kalian lagi apa sih? maaf bisa kasih saya jalan, saya mau keluar sebentar''
''Aku antar'' seru Iman
''Aku antar''seru Harun
Iman langsung menghentikan aksinya dan memalingkan wajahnya, kemudian pergi begitu saja tanpa sepatag katapun lagi dan Desi melihat mata pemuda itu yang memerah
Gadis itu merasa kan hatinya seperti di cubit saat melihat ekspesi Iman, Tapi Harun berlonjak senang, Dia bahkan senyum senyum dan tangannya menyentuh tangan Desi tapi Desi menepis tangan itu karena kaget, ini pertama kali nya ada pria yang menyentuh tangannya untuk di genggam tapi akibatnya malah membuat Harun kaget dan seketika wajahnya berubah murung
''Si.. kamu.. sebenarnya kamu suka nggak ke aku Si?'' tanya Harun dengan menatap wajah Desi lekat, sedangkan Desi yang emosi melihat tingkah dua pemuda temannya itu seketika menjawab dengan suara tinggi nyaris seperti membentak
''Enggak aku nggak suka kamu, aku nggak suka Iman, aku nggak suka kalian bertengkar, aku mau kalian yang seperti dulu! Kamu ngerti A? kalian berdua kayak anak kecil.. aku nggak suka!Desi lalu bergegas pergi keluar rumah untuk melanjutkan niat nya
saat melewati Iman yang sedang duduk di ruang makan, Desi mengabaikan Iman dan hanya melewati nya dengan muka di tekuk, kemudian terdengar senandung yang Desi tebak berasal dari handphone nya Iman
《*ku memujamu melalui lagu nada indah untukmu ohh wahai pesona..
__ADS_1
wahai kekasih 》
Tapi Desi* *mengabaikan nya dan terus berjalan
sebenarnya ada satu dari dua pemuda itu yang Desi sukai, bahkan cintai tapi Desi tidak mau egois dengan menerima satu di antara mereka dan menghancurkan hati yang lainnya
Kalau mereka berdua bersikap begitu terus maka Desi akan keluar dari pekerjaan itu dan mencari tempat kerja di tempat lain saja.
...****************...
Tut tut tut
suara nada dering di ponsel Titi, dan dia segera menjawabnya
''Hallo assalamualaikum De.. ''Titi mengangkat panggilan di ponsel nya setelah nama adiknya terlihat di layar, tumben adiknya menelepon di jam begini
''Wa'alaikum salam Teh''suara sahutan Desi
''Ada apa de? kok suara kamu aneh? kayak yang lagi kesel''
''iya nih kak, ini semua gara gara Iman dan Harun teh''
''Emang nya kenapa lagi dengan mereka?'' Titi tau yang di maksud adalah dua teman yang bekerja satu rumah dengan adiknya, karena adiknya sering menelpon untuk curhat tentang mereka, lalu Desi menceritakan semuanya pada kakak kandung semata wayang nya
Dan Desi juga mengatakan kalau dia akan berhanti bekerja di tempatnya sekarang karena merasa tidak enak selalu membuat dua pemuda yang bekerja di rumah itu jadi ribut terus, sedangkan tanggapan Titi adalah menyerahkan segala keputusan pada adiknya, asal di pikir matang matang terlebih dahulu, biar tidak menyesal kemudian dan Desi mengatakan iya*.
__ADS_1