
Desi : guys habis ini kita mau kemana lagi?
Keluar dari bioskop mereka berjalan beriringan
Harun: cari makan dulu, habis itu terserah mau kemana lagi,aku ngikut aja!
Dan Iman cuma menanggapi dengan menganggukkan kepala nya
Desi: makan di K*C aja yuk, aku lagi pingin ayam goreng nih
Iman dan Harun : oke
Mereka pun berjalan bersama Posisi Desi berada di tengah di apit oleh dua cowok ganteng di kedua sisi nya, Desi melirik kiri kanan dan seketika dia ketawa
Desi : hehe.. upps
seketika Harun dan Iman menoleh ke arah Desi secara bersamaan
Iman: apaan tiba tiba ketawa Des?
Harun: he eh nih, aku jadi heran, perasaan ngga ada yang lucu!
Desi: aku ngerasa kayak seorang Putri yang di jaga dua bodyguards tampan hehe
Desi tertawa sambil menutup mulutnya membuat dua orang pria di sampingnya menatap ke arahnya bersamaan, dan tatapan mereka menjadi semakin intens tanpa Desi sadari
Iman: idih kamu tuh lucu, ada ada aja kepikiran ke situ, kebanyakan baca novel kamu tuh
Iman tau kalau Desi punya hobi membaca, dari mulai koran, majalah, sampai novel novel yang di belinya di cipaganti, tapi Harun tidak tau, entah karena dia tidak perduli dan cuek atau karena memang tidak tau
Desi: hehe... kamu tau aja aku suka baca, eh kamu tau nggak aku iseng loh nulis novel di buku tulis yang aku beli waktu dulu di kampung dulu itu pas lagi cuti, kalau malam pas aku susah tidur atau pas ada waktu senggang siang hari
Desi memberi tau tentang keisengan yang dia lakukan di waktu senggang
Harun: oh ya? aku boleh lihat ngga? aku juga suka baca loh!
Desi: ah tapi aku malu, takutnya kamu ngga suka atau malah ngetawain aku nantinya
Desi merasa minder kalau kalau tulisannya akan di ejek oleh Harun nantinya
__ADS_1
Harun: enggak lah aku janji ngga ngejek karya kamu, palingan ya ngasih kritik dan saran, itu pun kalau boleh, kalau enggak ya aku akan diam aja setelah baca
Desi: kalau kritik dan saran mah aku mau lah, iya deh nanti di rumah aku kasih lihat ke kak Harun
Iman hanya diam seperti tidak tertarik sama pembahasan tentang bacaan, dia memang cenderung suka keramaian seperti menonton dan jalan ke tempat ramai atau tempat hiburan, berbeda dengan Desi dan Harun.
Sampai di K*C mereka masuk memesan makanan kemudian mencari tempat duduk dan setelah pesanan datang mereka makan dengan lahap, selesai makan mereka berencana akan jalan jalan sebentar kemudian pulang ke rumah majikan mereka, di tengah waktu mereka berjalan jalan dan melihat lihat Desi tiba tiba menghentikan langkahnya di depan sebuah toko yang menjual handphone, dan dengan otomatis langkah kedua teman laki lakinya juga berhenti di samping Desi
Iman: kenapa berhenti di sini? kamu mau beli hp?
Desi: aku pengen sih, tapi bingung mau beli merk apa, dan apa uang ku cukup atau tidak
Harun: kita masuk aja dulu, tanya tanya dulu, kan boleh!
Iman: ayo lah aku juga pingin lihat lihat tipe baru
Iman dan Harun kedua nya sudah mempunyai handphone karena mereka selalu rutin komunikasi dengan keluarga nya, sempat mereka bertanya ke Desi kenapa ngga punya dan ngga beli handphone tapi Desi menjawab dia belum ingin dan belum cukup uang, sekarang Desi merasa uangnya sudah akan cukup dan dia juga ingin bisa berkomunikasi dengan kakak satu satu nya yang dia miliki dan keponakannya yang lucu dan menggemaskan sehingga membuatnya merasa sanagat merindukan keponakan nya tersebut.
setelah bertanya tanya dan memilih akan membeli merk apa bahkan akan menggunakan kartu seluler apa akhirnya pilihan Desi jatuh pada handphone android dengan layar sentuh merk Sa****g bahkan dia membeli dua sekaligus, dua teman laki lakinya sampai melongo tidak menyangka kalau Desi punya uang sebanyak itu dan heran untuk apa beli dua dan saat di tanya Desi mengatakan kalau yang satu dia belikan untuk kakak nya di desa, biar nantu mereka bisa berkomunikasi dengan mudah
Dan kedua temannya ber oh saja tanda mengerti dengan pikiran masing masing, Iman yang merasa Desi terlalu loyal ke kakaknya padahal kalau mendengar dari cerita Desi kakak perempuan nya itu sudah menikah, kenapa kakaknya tidak membeli handphone sendiri demi bisa berkomunikasi dengan adik satu satunya yang merantau di kota,
Dan Harun dengan pemikiran lain yang merasa Desi adalah adik yang baik dan sangat perhatian dan sayang pada kakak kandungnya, kalau dia menikah nanti dia ingin sosok wanita yang seperti Desi yang sayang pada keluarga nya
kemudian masuk ke kamar nya masing masing untuk membersihkan diri, mereka sangat disiplin juga untuk selalu langsung membersihkan diri kalau habis keluar rumah, dan sebelum pergi tidur
Kalau majikan sudah masuk ke kamar masing masing maka Desi akan membersihkan bekas minum susu, obat dan jus itu dan kemudian Desi bisa istirahat di ruangan nya sendiri, tugas mengunci pagar, pintu rumah dan mengecek jendela jendela mematikan lampu lampu yang tidak terpakai adalah tugas dari Iman dan Harun.
...****************...
Dikampung kehidupan Titi berjalan sebagai mana mestinya,karena Titi sudah mahir mengendarai sepeda motor walau sembari menggendong Putra maka sekarang Titi setiap hari akan mengantarkan makanan dan kopi pada jam makan siang, Titi selalu mengajak Putra juga, mereka akan makan siang bersama kemudian Rasyid akan bermain sebentar dengan putranya setelah makan siang kemudian akan melanjutkan kembali pekerjaannya sampai tiba waktunya untuk pulang ke rumah, dan mereka akan pulang ke rumah sekitar jam 15.00 wib bersama- sama
Di malam hari ketika mereka duduk bersama di ruang keluarga, Titi mengeluh kepada suaminya dan mengatakan bahwa kemarin Desi menelpon lewat handphonenya mang Min dan Desi bilang akan pulang untuk cuti seminggu lagi, dan Desi bilang dia punya kejutan untuknya, dia merasa sangat penasaran sampai susah untuk tidur
Rasyid mengelus kepala istri kecilnya dan berusaha untuk memberi pengertian agar tidak terlalu fokus pada apa kejutan yang akan di berikan adik iparnya itu, takutnya nanti Migrain nya Titi kambuh, kalau sering susah tidur, dan Titi akhirnya mengiyakan setelah menarik nafas panjang
FLASHBACK
Pagi pagi di hari minggu tiba tiba tetangga yang punya handphone yang bernama mang Min berteriak teriak memanggil nama Titi
__ADS_1
''Ti ti kamu dimana sih? yeuh adik kamu telepon'' seru mang Min
wah setelah sekian lama akhirnya Desi mau menelpon dari kota, ada apa ya?
''Iya mang sini atuh asup hela mamangna, maenya bade di luar wae, ka lebet wae die" (iya mang sini masuk dulu,masa mau di luar aja, di dalam saja sini)'' kata
''mangga calik hela mamangna nya, abi narima telpona hela'' (silahkan duduk dulu mamang nya, saya terima telponnya dulu)" Titi mempersilakan tetangga untuk duduk dulu di ruang tamu sedangkan kemudian dia berlalu ke ruang keluarga agar bisa menerima telpon dengan leluasa, pada saat itu Rasyid baru saja berangkat ke ladang
mang Min mengangguk lalu duduk dengan tenang menunggu
''Hallo bener ini teh Desi?'' Titi mendekatkan handphone ke telingan nya dan mendengarkan jawaban dari seberang sana
''Hallo kak, iya ini teh Desi, kaka apa kabar? ''sahut Desi dari seberang sana
''kabar kaka baik,sebaliknya kabar kamu bagaimana?
''Aku sehat kaka, bagai mana dengan keponakan tampan ku kak, apa dia sehat? sedang apa dia sekarang? tanya Desi lagi
''syukur kalau kamu sehat, Putra alhamdulillah sehat dan sekarang lagi main ini di depan tv''Titi menyahut dengan wajah yang mulai memanas terharu karena bisa bicara dengan adiknya via telpon sudah hampir tiga bulan mereka tidak bertemu dan berbicara satu sama lain tiba tiba hari ini Desi menelpon ke nomor tetangga yang sebenarnya sudah dikasihkan oleh Titi sejak lama
''Kak seminggu lagi aku cuti loh, aku punya kejutan untuk kakak, kakak pasti akan terkejut dan suka dengan itu'' Desi berkata dengan yakin dan di selingi kekehan
''Ih apa sih Des pake kejutan segala, bilang aja atuh sekarang''sambar Titi tidak suka dengan kejutan kejutan yang malah akan membuatnya penasaran
''Hehe nanti kakak akan tau sendiri pas aku pulang dan main ke rumah kakak, sekarang ngobrolnya sudah dulu ya, kesian mang Min kelamaan nunggu, nanti aku bawakan oleh oleh peuyem Bandung buat kalian, ya sudah dulu ya.. Assalamualaikum'' Desi memutuskan sambungan kemudian
''wa,alaikum sallam, eh ini anak, aku belum jawab udah tut tut tut aja..'' gerutu Titi kesal, kemudian beranjak mengembalikan handphone ke mang Min dan mengucapkan terima kasih, mang Min mengatakan iya sama sama dan pergi kembali kerumahnya yang terletak di sebelah timur rumah nya Titi.
*
*
*
*
# kira kira kejutan apa ya yang akan di berikan Desi untuk Titi?
tunggu jawabannya besok
__ADS_1
atau ada yang sudah bisa menebak?
coba tebak apa?