ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Terpesona


__ADS_3

HARUN POV


Gadis itu semakin hari semakin cantik saja,


saat aku bersama nya dunia terasa indah, hatiku terasa hangat dan bibirku seakan selalu tertarik untuk tersenyum, apa yang harus aku lakukan sekarang? hatiku sudah di curi olehnya, sekarang bahkan aku sudah jarang mengingat mantan ku yang meninggalkanku kemudian menikah dengan saudara sepupuku, melupakan sakit di hatiku, luka yang pada saat aku datang kemari adalah luka yang sangat besar, menganga dan seakan bersimbah darah.


tapi itu tiga 6 bulan yang lalu yang luka nya mulai berkurang saat kami pergi bertiga untuk hang out bersama, yang saat itu gadis cantik itu dengan penuh kasih sayang dan perhatian rela membelikan kakaknya sebuah handphone agar dia bisa berkomunikasi dengan mereka, walau aku tau saldo di tabungannya terkuras banyak tapi dia malah terlihat riang gembira,


perhatian yang mungkin bagi sebagian orang hanya hal kecil dan biasa saja tapi menurut ku sangat berkesan, Dia memintaku mengajari nya cara menggunakan handphone baru miliknya, waktu itu dia membeli dua handphone dengan merk yang sama tapi warna yang berbeda


Entah kenapa aku sangat antusias mengajarinya, aku duduk dekat dengannya di meja makan pekerja, bau dari tubuhnya sangat lah membuatku nyaman, membuatku merasa hampa saat bau khas tubuhnya tidak ku hirup untuk hanya satu hari saja


pada saat dia cuti untuk memberikan handphone untuk kakaknya aku merasa kehilangan sosoknya, padahal itu cuma satu minggu, dan saat dia kembali aku harus berusaha keras untuk menahan diri agar tidak memeluknya, aku benar benar merindakanmu Desi..


Hari ini adalah hari libur para pekerja tapi aku tak ingin pergi keluar, hanya akan benar benar beristirahat di ruanganku, saat sarapan pagi aku mendengar Iman temanku mengajak Desi hang out dan aku bahagia karena ternyata Desi menolak ajaknya Iman, sory ya bro ini berarti jadi kesempatan ku buat dekatin Gadis pujaan hatiku ini, aku tersenyum dalam diam.


Setelah sarapan aku pergi keluar sebentar untuk membeli white kopi kesukaan ku dan beberapa camilan di mini market yang tidak jauh dari rumah majikan kami, aku pernah melihat Desi membeli keripik tempe beberapa kali seperti nya dia menyukai itu, aku akan membelikan untuknya semoga dia senang.


kembali ke rumah aku masuk ke ruanganku dulu nyunyi baju ku sendiri dan menjemur nya, kemudian membersihkan dan membereskan ruanganku kemudian mandi lagi, biar wangi.. aku tersenyum sendiri mengingat tingkah ku..


kubawa kripik tempe pemikat hati dan dua sachet kopi white instan dan ku ketuk pintu kamar gadis itu, aku sangat gugup tanganku juga sampai berkeringat dingin, ahh aku kok deg degan gini


Tok tok tok


''iya sebentar''terdengar sahutan dari dalam, kemudian pintu terbuka dan muncullah wajah gadis pujaanku, wajah dan bajunya sedikit tampak kusut seperti habis rebahan, tapi malah darahku berdesir karena nya, ya ampun dia sangat sangat membuatku kesusahan menelan salivaku sendiri


" Kak Harun ada apa ya?" dia membuyarkan anganku yang sedang berkelana


"oh em ini.. aku mau minta tolong seduhkan kopi, dan ini aku juga punya camilan.. mau ngemil bersama?" aku tergagap awalnya dan menjawab pertanyaan nya dengan lancar kemudian,


"oh oke bentar aku cuci muka dulu, kaka tunggu aja di meja makan"


"oke aku kesana duluan" Desi menutup pintu kamarnya dan aku pun berlalu untuk menunggu nya di meja makan

__ADS_1


Setelah menyeduh kopi dia menyerahkan nya padaku, dia juga menyeduh kopi untuk dirinya sendiri dan jadijadilah kami duduk minum kopi berdua.. asyekk..


ku sodorkan keripik tempe dan dia menerikanya dengan binar di matanya


" wah keripik tempe.. kebetulan sekali aku lagi pingin makan keripik tempe"


" emang kamu juga suka sama keripik tempe?"tanya ku kura kura dalam perahu alias pura pura tidak tau wkwkwk...


"iya aku suka"


"wah sepertinya kita jodoh nih"


"haha kaka bisa aja, masa karena sama sama suka keripik tempe jadi jodoh"


" kenapa tidak.. kan kamu juga bilang barusan kita sama sama suka, boleh dong kita berjodoh"


"kaka bisa aja, kakak ini kenapa sih mendadak jadi gombal gitu ngomongnya?"


"karena aku sedang jatuh cinta" saat aku ngomong seperti itu muka Desi tiba tiba memerah dan tersipu tapi kemudian dia berkata


"eehem.. " aku berdehem melancarkan suaraku yang seakan tercekat di tenggorokan lalu kubilang


"itu bukan gadis itu.. waktu kamu lihat aku jalan sama dia itu tidak sengaja ketemu di depan sana, di depan jalan masuk komplek, karena tempat kerja kita tetanggaan jadi kita jalan bareng pulangnya, begitu Des"dia menatapku seakan mencari kebohongan dalam mataku tapi dia tidak akan menemukan nya, karena aku jujur.


"Hemm.. terus kaka jatuh cinta sama siapa?"


"sama kamu" dia melirik ku dengan tatapan yang tajam kemudian


"Hmpptt hahaha.. mana mungkin kaka jatuh cinta sama aku"ehh dia malah nggak percaya.. ketawa lagi..


Aku kesal ditertawakan dan aku memberanikan diri, kuraih tangan nya dan dia terkejut aku menatap matanya dan ku katakan dengan indah


"I Love You, Desi aku benar benar mencintaimu, mau kah kamu jadi kekasihku?"

__ADS_1


"kak akuu em aku..'' dia seperti kaget dan bingung mau jawab apa, aku kecewa tapi tidak boleh egois dan terburu buru


''Ngga papa Des kalau kamu belum bisa jawab sekarang,yang penting aku sudah mengutarakan rasaku, kamu pikirkan dulu keputusan mu mau menerima ku atau tidak, sekarang kita ngopi aja dulu dan makan kripiknya hemm.. aku akan sabar nunggu jawaban mu''aku melepaskan tangannya dan dia mengangguk tanda setuju


kami kemudian berbincang tentang cuti nya dia waktu itu,tentang keluarga nya tentang tempat tinggalnya dan aku meminta dia untuk membawa ku ke kampung halamannya untuk berkenalan dengan keluarga nya dan dia bilang boleh saja kalau aku tidak repot,ohh gadisku aku tidak merasa repot malah senang kalau aku bisa dekat dengan keluarga mu


HARUN POV END


Malam telah larut dan kami masuk ke ruangan kami masing masing karena besok kami harus melewati hari tanpa melakukan suatu kesalahan apa pun.


...****************...


Hari ini Titi sekeluarga akan pergi ke pasar untuk membeli binih baru dan pupuk kimia serta alat semprot pestisida baru karena yang lama sudah sulit untuk digunakan, sebenarnya sih masih bisa di gunakan tapi karena agak sulit dan pekerjaan harus cepat maka Rasyid dan Titi berniat akan membeli yang baru sekalian dua agar di masa penyemprotan hama bisa di lakukan beberapa orang agar lebih cepat selesai


''Ayo mah, Putra ayah bonceng di depan aja ya, pake boncengan khusus punya dia'' Rasyid mengeluarkan motor matic baru yang mereka beli dengan uang hasil tabungan Titi, pada awalnya Rasyid sampai kaget karena ternyata istri kecil nya diam diam pandai menabung sehingga uang terkumpul lumayan banyak, kalau mau beli dua motor matic keluaran terbaru dua buah pun uangnya akan cukup, tapi mereka hanya beli satu khusus buat Titi sedangkan Rasyid akan tetap menggunakan motor lama mereka untuk pergi ke lahan pertanian mereka


Sampai di pasar Rasyid kemudian memberikan Putra pada istrinya agar di gendong dengan baik karena dia akan membeli pupuk, akan susah menggendong putra sambil membawa berkarung karung pupuk


saat Rasyid membeli pupuk Titi pergi ke tempat sayuran dan bahan pokok untuk sekalian belanja bahan masakan untuk stok bahan agar memasak untuk para pekerja di ladang dengan bahan masakan lengkap dan tinggal memilih setiap harinya satu keranjang penuh hasil belanjaan Titi dia jinjing dengan satu tangan, dan itu sangat berat, Tiba tiba ada tangan besar menarik tas belanjaan itu membuat Titi kaget dan Titi hampir aja berteriak maling kalau dia tidak sempat melihat wajah si pemilik tangan besar dan kuat itu


''Kamu A.. ngapain kamu disini?


''Lagi belanja lah.. tapi aku tidak sengaja lihat kamu seperti kesulitan,sini aku bantu bawa ke motor kamu ya? kamu sendirian atau sama siapa?


''Aku sama suamiku A, dia sedang membeli pupuk dan benih di toko besar sebrang sana'' sahut Titi sambil menunjuk toko yang di maksud


''Kalau A Hendra sama siapa?''tanyaku pada A Hendra, iya dia adalah pria yang sempat aku sangka dia mas Rasyid


''Sama Dena, dia lagi belanja ke tempat daging sapi sana,''dia menunjuk tempat para pedagang daging, aku ikut melihat ke arah yang ditujukan oleh A Hendra tapi aku tidak melihat Dena


''Loh kok di tinggal A nanti dia nyariin marah marah lagi loh''aku memperingati nya


''Sudah tidak apa apa, nanti aku yang ngomong kalau dia marah, ayo aku bawakan keranjang belanjaan nya'' A Hendra berjalan terlebih dahulu dan aku terpaksa mengikuti nya, menunjukkan dimana tempat motorku di parkirkan mas Rasyid

__ADS_1


Dan sampai di sana ternyata mas Rasyid belum kembali ke parkiran, mengapa dia lama sekali, padahal aku sudah melihat dua karung pupuk di tumpuk di sebelah motor kami, kemana suamiku?


__ADS_2