ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Adiknya Putra coming soon


__ADS_3

*Jangan heran ya aku buat loncatan indah, biar ngga bosen.


◇Buat detail partnya Desi nanti kita bisa temukan di LION, novel aku yang satu lagi, aku selesaikan yang ini dulu


>Back to story


''Mas.. mas.. kamu dimana?''seru Titi memanggil suaminya, karena ini kehamilan kedua jadi Titi tau tanda tanda orang mau melahirkan itu kurang lebih seperti apa, sebenarnya Titi sudah merasakan tanda tanda itu dari beberapa hari yang lalu, saat berjalan itu agak sedikit susah,rasanya sesak dan perutnya cenderung lebih kebawah


Dan tanda tanda lain seperti ada len*ir saat buang air kecil dan rasa seperti ingin BAB tapi saat dia sudah di wc tidak benar benar BAB, tapi Titi hanya diam dan belum memberitahu suaminya, karena belum adanya kontrak, *kontraksi adalah keadaan dimana si ibu hamil merasa mulas mulas sesaat sebelum melahihkan,tapi perasaan itu akan hilang timbul, semakin lama rasa mulas akan semakin terasa dan jarak waktu mulas, dari rasa yang satu ke rasa berikutnya


Rasyid yang mendengar panggilan istrinya tapi karena jarak yang lumayan jauh jadi dia tidak serta merta menjawabnya, melainkan menghampirinya terlebih dahulu dan saat sudah dekat baru dia menjawabnya


''Ada apa mah? ayah tadi di belakang lagi disiapain pupuk buat memupuk tanaman timun kita yang sentar lagi berbunga''sahut Rasyid masih dengan santai karena dia tidak tau alasan istrinya memanggil


''Mas ayo antar aku ke rumah bu bidan atau ke Puskesmas , eh Putra mana mas?'' Titi celingukan mencari putranya sambil sesekali meringis menahan mulas, Rasyid langsung sigap berlari ke kamar mengganti baju dan mengambil peralatan yang sudah disiapkan Titi untuk proses persalinan nanti


Titi memitipkan Putri pada si mbak yang biasa menemaninya kalau lagi ditinggalkan karena anak anak tidak baik berada di puskesmas jika tidak untuk kepentingan tertentu seperti berobat atau vaksinasi, untung Putra menurut, dengan antusias dan mata berbinar karena adik yang dia nantikan akan segera lahir


Sesampainya di Puskesmas Rasyid langsung membawa istrinya ke ruang pemeriksaan dan saat seorang Dokter memeriksanya ternyata sudah pada pembukaan 5 masih belum pembukaan sempurna dan Titi diminta untuk berjalan jalan terlebih dahulu agar pembukaan terjadi lebih cepat

__ADS_1


Tapi saat mencoba untuk berjalan jalan tiba tiba Titi merasa pusing, entah kenapa, atau mungkin karena Anemia yang di deritanya, Rasyid panik dan segera membawa Titi kembali keruang tindakan, Titi dianjurkan untuk tidur miring ke kiri, kata perawat itu akan membantu proses sang bayi menemukan jalan lahirnya


Setiap terjadi kontraksi Titi di tuntun untuk menarik napas lewat hidung dan dikeluarkan lewat mulut,Kata perawat jangan mengejan sebelum waktunya karena itu akan menimbulkan robekan di jalan lahir


Titi benar benar menurut apa yang di katakan perawat, dia memegang tangan suaminya dengan kencang saat rasa mulasnya seperti tidak tertahankan, dan Rasyid selalu membisikan istighfar di telinga istrinya sehingga Titi akan mengikuti kata kata suci itu


Satu jam kemudian Titi sudah benar benar sulit untuk menahan diri agar tidak berteriak, rasanya sangat sangat nikmat (tidak boleh mengatakan sakit di saat seperti ini, karena walau sakit, tapi para perempuan akan dengan senang hati untuk hamil lagi seorang bayi, buah cintanya)


Titi memandang wajah suaminya nanar, dan Rasyid dia hanya bisa menggenggam tangan istrinya dan membisikan kata kata penguat namun sebenarnya hatinya juga seakan tidak kuat, kepalanya berdenyut dan di setiap rintihan istrinya dia juga merasakan sakit di hatinya


Rasyid yang tidak tega segera memanggil Dokter lagi,Dokter datang memeriksa jalan lahir dan ternyata sudah pembukaan sempurna ( pembukaan sempurna untuk melahirkan adalah pembukaan 10)


''Iya ibu, ketika dedeknya mengajak mengejan maka ibu tekan yang kuat ya bu, bokongnya jangan diangkat ya bu, biar tidak ada sobekan di jalan lahir, tangan ibu pegang kaki ibu saja, saat mengejan angkat kepala ibu, giginya rapatkan dan tekan dengan kekuatan penuh, iya ayo bu kepalanya sudah terlihat ini, nah ayo dorong bu, iya bagus begitu, kalau ibu tidak kuat berhenti dulu, tidak apa apa, kumpulkan tenaga dulu nanti nanti tekan dengan kuat ya bu''


Di dorongan yang kedua kepala bayi berhasik di keluarkan, setelelah bayi keluar mereka semua mengucap hamdalah


''Alhamdulillah, bayinya sudah lahir, wah bayinya perempuan ini bu, pak, selamat ya, ngomong ngomong ini anak pertama atau kedua nih'' Bidan mengajak Titi berbincang agar tidak terlalu tegang, Titi yang merasakan sangat lemas karena tenaganya terkuras untuk mengeluarkan bayinya hanya bisa menjawab dengan suara lemah, dan Rasyid membantu menjawab semua pertanyaan sang Bidan


''Anak kedua kami bu''

__ADS_1


''Ohh anak kedua, anak pertaman laki laki ya?''


''Benar bu''


''Wuihh mantap, pertama laki laki dan yang kedua perempuan, sudah lengkap ya bu, pak, selamat ya'' Bu Bidan berbicara sembari membersihkan bayi, dan meletakan bayi di dada Titi untuk melakukan stimulasi melatih bayi menemukan sumber makanannya nanti''Selesai dengan semua proses akhirnya Titi dan Rasyid bisa bernafas lega, bayinya di tempatkan di bok bayi yang ada di samping tempat tidur sang mama, jadi ketika bayinya menangis Titi akan dengan mudah mengambil dan menyusuinya, walau kenyataannya Titi tetap merasa kesulitan dan perlu bantuan suaminya, karena badannya masih lemah dan lemas pasca melahirkan


Sehari setelahnya Rasyid sudah mendapat izin untuk membawa istri dan anaknya pulang, untung pas berangkat Rasyid menggunakan mobil mereka, jadi saat pulang Rasyid tidak kesulitan membawa istri dan anaknya


Titi sudah mengabari Desi bahwa dia sudah melahirkan dan Desi berjanji akan pulang saat acara pemberian nama untuk keponakannya itu, sebenarnya Desi sudah tidak sabar ingin pulang untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri wajah imut keponakannya


Tujuh hari setelah melahirkan Titi dan Rasyid menggelar acara syukuran dan pemberian nama untuk anaknya dan juga tidak lupa sekalian aqiqah dengan menyembelih seekor kambing yang besar


Desi benar menepati janjinya untuk pulang menengok kakak dan keponakannya, dan Titi sangat Heran karena Desi ditemani oleh beberapa orang yang Desi kenalkan sebagai bosnya beserta sekertaris dan juga asisten pribadi bosnya dan juga supir pribadinya


Rasyid dan Titi mengucapkan banyak terima kasih kepada orang orang yang datang dengan adiknya,karena mereka sudah menyempatkan diri bersilaturahmi ke keluarga mereka yang notabanenya berada dikampung,dan Rasyid dan Titi tau bahwa bosnya Desi bukan orang sembarangan, Dia seorang yang sangat sibuk karena bisnisnya sangat sukses dan memerlukan perhatian lebih


Mereka diminta untuk menginap di rumah Rasyid, dan untuk informasi Rumah Rasyid sekarang sudah jauh lebih besar lagi, kebun sayuran yang berada tepat di sebelah rumah mereka sudah resmi mereka bayar san selanjutnya mereka membangun ruangan tambahan, kamar kamar tamu yang kadang menjadi tempat menginap para langganan pemborong sayur yang mendatangi mereka dan melakukan transaksi tapi mereka merasa kelelahan karena perjalan jauh maka mereka akan dipersilahkan menginap dan ada ruangan tersendiri agak ke belakang untuk para pekerja yang lembur mengepak sayuran dan hasil panen lain apabila akan ada pengiriman ke luar kota.


Saat di tawari untuk menginap Bosnya Desi meminta pertimbangan dari Asprinya yang tidak kalah tampannya dengan bosnya, dan sekprinya yang seorang perempuan cantik tapi terlihat dari segimanapun pasti perempuan tangguh dan emmm.. terlihat dari gestur tubuhnya sepertinya punya ikatan rasa dengan bosnya, saat Desi memohon bahwa dia ingin mengunjungi rumah peninggalan ibu kami maka sang bos yang ternyata di panggil Tuan oleh Desi akhirnya mengiyakan akan menginap di Rumah Rasyid dan juga ingin ikut melihat rumah peninggalan ibu kami

__ADS_1


Karena acara aqiqah akan dilangsungkan ba'da sholat Issya maka rombongan bosnya Desi yaitu Tuan Lion mengikuti desi untuk melihat rumah peninggalan ibu dan akan kembali ke rumah Titi sesaat menjelang acara aqiqah nanti


__ADS_2