
''Tempe???''
''Iya itu A tempe mentah!"ucap Titi sambil mengangkat bahunya, padahal Hendra sedang makan saat itu, malah membahas tempe mentah, tapi sepertinya Hendra mengerti kemana arah pembicaraan Titi
''Ohh.. tempe itu, iya begitulah''Sahut Hendra yang membuat mata Titi terbelalak lebar, kemudian bergidik ngeri
''Sudah tau gitu... Aa masih aja tetep mau make dia, iyyyuuu.. banged... kamu A!!! ngga takut kena HIV emang???''
''Aku pake sarunglah,lumayan.. lagian aku mah dapat gratisan, ngga perlu bayar, dia yang setengahnya maksa maksa aku, kalau kita lagi jalan berdua, pasti deh dia nempel kaya perangko, kadang aku sampe risih''
''Iss dasar laki laki, logika nya kalah sama *****, cepetan sana kamu cek ke dokter jangan jangan udah kena HIV tapi kamu ngga sadar, kalau sampai beneran kamu kena yang begituan, kirim Robi kesini, biar dia disini sama aku, takut ketularan penyakit dan kelakuanmu''ucap Titi sarkas, bagi orang yang sejenis Titi hal seperti se*s bebas adalah hal yang sangat tabu.
Hendra nyengir kuda lalu menanggapi ''aku ngga gitu gitu amat kali Ti, cuma sama Cicih aja aku kayak gitu, abisnya mana tahan kalau digodain terus, dipepet digrepe *****, lama lama on juga lah aku, pas lagi imanku lemah, abis gituan sekali jadi keterusan deh,lagian aku cek dokter kok, alhamdulillah aku sehat''tau nggak Ti...Dia malah sering kasih aku hadiah kalau dia terlihat puas,haha...''ucap Hendra walau wajahnya terlihat malu malu uasu
''Isss kok malah jadi kayak kamu tuh G***lo nya dia sih''ucap Titi sambil melirik jijik pada papa dari anak angkatnya itu
''Ehh gi***o.... aku kok ngga kepikiran kesitu ya, apa mungkin aku dianggap laki laki kayak gitu sama dia, karena dia sering bilang puas banget kalau abis main, sialan'' ucap Hendra gusar, Tapi Titi tidak menanggapi lagi, malah beranjak pergi berniat mengambil baju yang belum sempat dia jemur karena kelamaan ngobrol sama Hendra sambil masih sesekali bergidik geli saat mengingat obrolan tadi
Saat kembali lagi kedalam rumah setelah pekerjaan menjemur baju selesai, dia sudah menemukan Rasyid duduk bersama dengan Hendra di salah satu kursi samping meja makan
''De sayang sini, aku sudah pulang'' ucap Rasyid dengan senyum seribu watt nya
Titi mendekat dan duduk disebelahnya, tanpa membalas senyumnya, Tangan Rasyid mengambil tangan Titi lalu digenggamnya, Titi hanya membiarkan saja seperti biasa, seperti ngga ngaruh, apa pun perlakuan Rasyid padanya, yang jelas dia tidak mau ambil pusing
Untunglah A Hendra ngga berbuat kasar sama mas Rasyid, terakhir kali mereka bertemu A Hendra seperti ingin menghajar dan menghancurkan wajah mas Rasyid, oohh iya dia tadi kan bilang kalau posisi mas Rasyid cuma pembeli yang membeli barang dagangan perempuan itu, dan sekarang bahkan mereka sudah ngga sama sama lagi''bathin titi
Mata Hendra melirik ke arah mereka berdua, seperti mengamati interaksi dari pasangan yang ada di depannya itu
__ADS_1
''Kamu kapan sampai mas?''tanya Rasyid ke Hendra
''Baru aja, terus aku langsung minta makan, hehe.. sory ya, kamu nggak ada tapi aku minta makan disini, abis laper banget belum sarapan, dan bentar lagi aku harus kembali lagi ke Jakarta''ucap Hendra menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman
''Ohh, emang habis darimana kamu? maksudnya antar penumpang kemana?''
''Abis nganter rombongan keluarga, ke desa C, mereka dulunya dari sana, pindah dan tinggal dikota 5 tahun,dan sekarang balik lagi ke desa, kata mereka dikota sekarang lagi susah banget buat cari pekerjaan, karena ya mereka itu cuma buruh serabutan''Hendra menjelaskan panjang lebar dan ditanggapi anggukan oleh Rasyid
Tiba tiba suara riuh rendah anak anak yang berlarian dan berkejaran terdengar dari arah depan rumah,suara itu semakin mendekat karena pasti mereka masuk kedalam, lalu kemudian terdengar seruan sallam
''Assalamualaikum, mama... eh ada om Hendra'' seru dua anak kecil yang baru pulang sekolah, mereka berdua lalu salim kepada ayah dan mama mereka lalu yang terakhir pada Hendra
''Iya nih ada om hehe, kalian senang ngga ketemu om lagi''ucap Hendra sembari terkekeh
''Senang dong om, om apa kabar? sama kak Robi ngga om?''sahut Putra sambil mencari cari kakaknya
''Wah kalau ke Jakarta aku mau sama mama, kalau sama om doang takut diculik wkwkwk''ucap Putra sudah bisa bercanda
''Haha, bisa aja kamu,masa nyulik kamu, om rugi lah kalau nyulik kamu mah''
''kok Rugi? kenapa om? aku kan tampan om! biasanya penculik milihnya anak yang tampan, lucu dan imut imut kaya aku, iya ngga ma, kayak yang di sinetron''seru Putra
''Rugi karena Putra mah makannya banyak hahaha..''canda Hendra
''Ihh Om Hendra garing, mana ada aku makannya banyak, udah ahh om bikin aku bete, aku makannya ngga banyak banyak amat ih,mending aku ganti baju dulu!
''A kalau mau istirahat dulu sebelum balik lagi ke Jakarta silahkan A, kamar yang biasa Aa pakai kalau disini, selalu bersih kok''ucap Titi pada Hendra karena suasana mendadak hening sepeningalnya anak anak
__ADS_1
''Hemmm.. iya Makasih kalau boleh mah, aku istrihata dulu deh''Hendra melirik ke arah Rasyid kemudian beranjak pergi ke kamar yang sebut oleh Titi tadi
Rasyid masih tetap duduk diam sambil menggenggam tangan Titi walau sedari tadi sudah coba Titi lepaskan, tiba tiba Rasyid berdiri dan menarik tangan Titi agar Titi mengikutinya
Titi kaget sampe terseok seok dibelakang suaminya, mereka menuju ke kamar mereka, Rasyid menutup pintu yang sudah ada dibelakang mereka, masih tetap menarik tangan Titi Rasyid kemudian duduk di tempat tidur dan menyentak tangan Titi dengan keras agar Titi bisa jatuh dipangkuannya
Titi kaget sekali, matanya sampai terbelalak lebar dan refleks menjerit
''Astagfirullah.. mas ih, ngapain sih kamu, awas ah aku mau berdiri''ucap Titi sambil meronta ronta minta dilepaskan
''Ssstt diem de diem! atau kamu akan membuatku jadi On karena gerakan kamu'' ucap Rasyid yang kedua tangannya memeluk pinggang Titi erat, Titi lalu terdiam, tapi di dalam hatinya mengumpat kelakuan suaminya
Rasyid menundukan kepala kemudian menggeram, Titi sampai terperanjak kaget
Kemudian satu tangan Rasyid terangkat mengelus pipi Titi, Titi pun memundurkan wajahnya, Tapi Rasyid malah semakin terlihat menakutkan di mata Titi
Napas pria itu seperti berat, matanya sayu menatap mata Titi dalam
"aduh gimana nih, kayaknya mas Rasyid lagi bergairah nih, apakah dia akan memaksakan dirinya padaku kali ini? aku tau aku berdosa karena selalu menolaknya, tapii aku.. arghh aku benci ini, tapi kenapa badanku bereaksi seperti ini, aku aku juga seperti menginginkan hal itu, tapi tapi dia arghh"
"De please.. aku sudah ngga kuat lagi, kalau kamu tetap berkeras ngga mau aku sentuh, mending kamu bunuh aku aja de" ucap Rasyid dengan suara seraknya, tangannya sudah meraba raba ke semua bagian tubuh Titi walau Titi sudah berusaha menepisnya
♡♥Bersambung.
Kira kira apa yang akan terjadi selanjutnya?
Abis baca jangan lupa tekan like ya, komentar juga kalau ada sekiranya yang kurang.
__ADS_1
kurang apa nih?