
Aku berjongkok sambil mencabuti rumput liar yang mulai tumbuh di sekitar pusara, aku kumpulkan di satu sisi terluar pusara, lalu ku taburkan bunga dan kusiramkan air dari botol yang aku bawa, menurut cerita dari guru ngajiku saat aku kecil konon katanya malaikat akan berhenti memberikan siksaan sesuai perilaku buruk si jenazah ketika air dan bunga yang ditaruh di atas pusara belum mengering,jadi seperti memberi jeda untuk beristirahat dari siksaan kubur, karena itu aku membawa bunga yang banyak yang dia dapatkan dari memetik di sekitar rumah dan pekarangan tetangga, dengan meminta izin terlebih dahulu
kemudian aku buka buku yassin yang aku bawa, aku sudah mengambil air wudhu ketika sebelum berangkat tadi, kemudian aku baca surat yassin tersebut sampai selesai dan kemudian di lanjutkan dengan do'a doa sebisa ku.
Mas Rassyid berjongkok di sampingku dan mengaminkan do'aku.
setelah itu aku merasa lega, aku tidak boleh terlalu berlarut dalam kesedihan, aku tau aku harus bangkit dari kesedihan ini, aku punya Mas Rasyid yang harus aku layani dan dampingi, dia sangat baik padaku, dan dia selalu ada saat aku menangis.
bolehkah aku bergantung padanya? bolehkah aku berharap bahwa mas Rasyid tempatku berlindung?
tapi manusia tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di kemudian hari.
kami pulang setelah nya dan langsung membersihkan diri, lalu masak makan siang dan kami makan bersama, ada ibu mertua dan adik iparku juga.
Dan kemudian kami membahas rencana pembangunan rumah untuk ku dan mas Rasyid tinggal nantinya,karena setahuku adik iparku juga sudah punya pacar dan akan segera menikah,tapi aku tidak tau siapa calon suami adik iparku itu.
Dua bulan kemudian rumah kecil kami selesai di bangun, rumah yang tampak sejuk dimata walau hanya terbuat dari dinding kayu tak apalah, ibu mertuaku bilang kalau kami ingin rumah gedong kami harus berusaha membangunnya dari hasil usaha dan jerih payah kami sendiri, rumah yang ini sudah cukup bagus untuk ku,aku berterima kasih sebanyak banyaknya kepada ibu mertuaku itu, tidak disangka kalau melihat sikap nya di awal awal pernikahan ku,aku tidak akan berharap beliau mau membangunkan kami rumah.
Hari yang ditunggu telah tiba kami hari ini akan pindah ke rumah kami, aku dan mas Rasyid bangun pagi pagi sekali setelah sholat subuh kami langsung memindahkan barang barang yang sudah di siapkan ibu mertuaku ke rumah baru kami, rumah baru kami itu cuma berjarak 3 rumah dari rumah utama milik ibu mertuaku jadi proses pemindahan barang lumayan cepat karena di bantu oleh tetangga juga.
Dan ini lah malam pertama kami di rumah baru kami,ada beberapa tetangga yang menemani kami, memang kami menyiapkan hidangan ala kadarnya untuk menjamu mereka.
malan telah larut dan kami semua beranjak untuk tidur, supaya besok bisa bangun pagi dan memulai rutinitas di rumah baru kami, mas Rasyid berniat akan libur bekerja ke ladang untuk satu hari besok.
__ADS_1
tak terasa sudah genap satu tahun kami tinggal di rumah baru kami, sekarang aku sedang mengandung buah cinta ku dan mas Rasyid, umur kandunganku sudah 4 bulan.
Mas Rasyid sangat bahagia waktu pertama kali mengetahui kabar menggembirakan itu. tidak henti hentinya dia menciumiku dan tidak lupa mengelus dan mencium perutku, walau aku kadang protes karena kegelian tapi mas Rasyid tetap kekeh selalu melakukan hal baru yang dia senangi, kadang aku kepikiran semanis inikah mas Rasyid saat istrinya hamil? apa dulu juga dia begitu? aku jadi penasaran, ingin bertanya tapi takut suamiku marah, tidak tanya aku penasaran, dan saat ada kesempatan aku benar benar menanyakannya
''Masss.. boleh ngga aku tanya?''
''Tanya aja sih de, kenapa mesti sungkan''
''Tapi mas jangan marah ya'' mendengar itu kening Rasyid jadi berkerut, apa sebenar yang mau di tanyakan oleh istrinya
''iya mas ngga akan marah'' Rasyid menjawab tapi sebenarnya hati nya ragu, memang apa sih pertanyaan yang memancing emosinya
''emm apa dulu mas,, emm dulu.. itu.. waktu Robi dalam kandungan apa mas juga sikapnya seperti ini sama ibunya?''
Dia menarik napas panjang dan berat kemudian matanya menerawang ke langit langit kamar mereka, dan berkata
''Dulu mas ngga punya waktu untuk melakukan itu dan Dena juga tidak suka kalau perutnya di sentuh.. katanya risih... geli, dan saat aku mendekat padanya saja aku langsung di usir katanya aku bau.. ckkk'' tampak kepedihan dan amarah yang tergambar jelas di wajah dan mata nya mas Rasyid
Aku pada akhirnya terdiam karena merasa aku sudah salah ingin tau masa lalu yang sebenarnya seperti mengorek luka lama suamiku,dan entah kenapa aku punya firasat yang kurang mengenakan.
Dan benar saja
satu sore ibu mertua ku datang dan bilang ada seseorang yang ingin bertemu dengan mas Rasyid tapi tamu itu ingin menemui mas Rasyid saja, seorang diri dan itu pun dia menunggu di rumah ibu, bukannya datang sendiri ke rumah kami, tamu siapa itu? kok ya aneh, kami sudah punya rumah sendiri tapi ngga mau nyamperin ke rumah kami malah ingin ketemu di rumah ibu ditambah lagi dia hanya ingin ketemu mas Rasyid saja.
__ADS_1
''siapa sih mas kira kira, kok dia ngga kesini aja, dan kok dia cuma mau ketemu kamu sih?'' tanyaku sambil mengernyitkan kening ku.
''ayo kita lihat siapa'' ajak mas Rasyid.
'loh mas, ibu bilang barusan aku suruh ngga usah ikut'' sahutku, aku sebenarnya penasaran sekali siapa kira kira orang itu.
''ngga papa kamu ikut aja, mas takut nanti akan lama, dan kamu di rumah sendirian mas kan khawatir.''
''bener nih mas ngga papa?''
''udah ayo''
kami pun berjalan menuju rumah ibu, mas Rasyid menggandeng tanganku, dia selalu begitu setiap kami pergi kemana pun semenjak aku hamil, saat aku tanya apa dia tidak malu sama orang yang melihat? dia bilang dia akan malu kalau tidak bisa melindungiku, dia takut aku terjatuh dan terluka apalagi ada janin anaknya dalam kandunganku dia menjadi overprotective, bahkan dia juga tidak memperbolehkan aku mengangkat barang walau barang tersebut tidak terlalu berat, so sweet suamiku.
Tiba di rumah ibu kemudian kami langsung masuk saja karena pintu tidak tertutup, kami ucapkan salam bersama an, dan terdengar jawaban dari dalam, suara wanita itu, mungkinkah dia yang mencari mas Rasyid tapi untuk apa?
''kamu? ngapain kamu cari aku lagi?
#catatanAuthor
Siapa kira kira yang datang ya guys, coba tebak!
kasih tebakannya di kolom komentar ya, oke see you di next part
__ADS_1