ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Rasa yang lengkap ditambah pelengkap Rasa


__ADS_3

''Assalamualaikum..Kakak.... Puci... Puca...


kalian dimana? Eci sudah datang nih!'' Seru Desi Antusias,Harun yang berjalan dibelakangnya hanya geleng geleng kepala melihat dan mendengar istrinya,mereka lalu berdiri menunggu didepan pintu


''Wa'alaikum sallam warohmatullohi wabarokatuh'' Seruan jawaban dari dalam,dan suara langkah kaki kecil berlarian


Dan pintupun terbuka menampakan dua anak kecil menyambut mereka


''Om Harun... Tante Eci silahkan masuk''ucap Putra berdiri disamping pintu dan membungkukan badannya ala ala pangeran mempersilahkan tante dan om nya masuk


''Halo Puca.. sama Puci.. kangen tante nggak?"sapa Desi sembari berjalan masuk kedalam tangannya terampil menarik tangan mungil Putra dan Putri dan membawa mereka dikedua sisi tubuhnya, Harun berjalan mengikuti dibelakangnya dengan membawa semua barang yang mereka beli dipasar tadi


Masuk lebih dalam, kemudian Harun bertanya''taruh dimana ini Yang? bertanya pada Desi, Desi melihat kearah suaminya yang kerepotan


"Tolong taruh dapur aja beb,ayok sini nih dapurnya" Desi melepaskan tangan anak anak saat sampai diruang keluarga, gantian menggandeng tangan suaminya


"Puca sama Puci sini dulu ya, tante antar barang ke dapur dulu, ehhh mama kemana dih nak?"


"Kakak disini, sahut Titi yang masuk ke dapur dari arah belakang rumah


"Kakak darimana? aku udah belanja lengkap nih, ada buah buahan yang bisa dibikin rujak juga loh, kayaknya seger kalau kita makan rujak... hemmm.. aku udah ngiler rasanya" Desi menelan ludahnya membayangkan rasa rujak yang dia inginkan,Harun tersenyum dan memberi kode pada Desi bahwa dia akan kedepan dan Desi mengangguk


"kakak habis jemur baju dibelakang, ya sudah sini biar kakak beresin barang barangnya"


"Kak Rasyid kemana kak? nggak kelihatan dia"tanya Desi


"Lagi nge check ke ladang sebentar, ada pengiriman ke Cilacap dalam jumlah besar, jadi dia harus memastikan dulu semua sayuran lengkap dan terkemas rapi sebelum diberangkatkan" Titi menjelaskan sambil tangannya terampil menata sayuran di sebuah tempat kotak plastik, memisahkan buah ditempat kotak plastik lain.


"Kamu mau bikin seblak seberapa banyak sih, ngga kira kira beli bahannya, ayamnya aja sampe 3 kiloan ini mah, makaroni kering sekilo, makaroninya seperempat kilo juga cukup de! ini kobis buat apaan? emang pakai kobis?"


"Haha.. kakak.. kalau lebih ya disimpen aja di kulkas kok pusing sih, dan aku lagi pengen seblaknya yang pakai kobis, waktu itu pelayan dirumah besar, ada yang ngajarin aku masak seblak, bahannya ya semua ini!


"Ya udah, ini dagingnya ayamnya gimana? mau dipotong kecil apa besar?"

__ADS_1


"Ayamnya dipilih paha paha sama sayap sayap, ceker,sama kepalanya aja kak, dagingnya ngga usah diikutin buat seblak, ngga enak, ngga ada rasanya nanti, simpan aja, atau kalau kakak mau di rica rica aja"


"Ohh ya udah, kakak urusin dulu ayamnya, kamu tolong bikinin minuman dulu gih buat suamimu"


"iya kak, terus ngerujaknya kapan kak?" Desi seakan tidak sabar ingin memakan rujak padahal hari masih pagi, baru jam 09.00


"Nanti siangan, udah tenang aja entar kakak bikinin"


"Ya udah, aku bikin kopi dulu buat A Harun, aku juga ingin kopi, kakak mau nggak? sekalian bikin nih?"


"Kakak bikin kopinya nanti ajalah, buat kamu sama Harun dulu aja!"


''Cie kakak nungguin kak Rasyid ya? mau ngopi berdua getoh.. satu cangkir berdua asoyy.. haha...''goda Desi


Titi tersenyum malu''Enggak gitu juga kali de! kakak belum pengen aja! ''ucap Titi sembari tangannya terus bekerja, ayam sudah dipisahkan sesuai yang katakan Desi tadi,dan yang diperuntukan untuk membuat seblak sedang Direbus disebuah panci ukuran sedang, yang lain sisanya masih banyak, jadi Titi pisahkan menjadi dua bagian,satu bagian dia mau buat rica rica dan satu bagian lagi dia simpan di freezer u untuk di masak lain waktu.


''Assalamualaikum.. mamaaaa.. ehh ada Harun.. kapan sampe sini Run? sudah di bikinin minum belum? Ma mama.. ini Harun bikinin minum dulu atuh!"Seru Rasyid saat baru kembali dari ladang, tubuhnya penuh dengan keringat dan wajahnya tampak lelah,dia pun melangkahkan kakinya masuk ke area dapur,dan Harun hanya tersenyum, mau menjawab pun percuma saja kan?


Desi keluar dari dapur dengan membawa dua cangkir kopi untuk suaminya dan dia sendiri 'Hidihh.. si kakak, teriak teriak, kaya tarzan! tuh kak Titi didapur lagi masak! kangen ya ''ledek Desi sembari tertawa tawa mengejek kakak iparnya sambil terus berjalan ke arah ruang keluarga dimana suami dan keponakannya berada, Rasyid yang di ledek cuma senyum aja terus ngeloyor ke dapur mencari istrinya


Greepp


''Astagfirullah haladzim, mas ihh kaget tauuuu''Rasyid terkekeh dan malah mencium pipi istrinya


''Mass ih.. nanti anak anak lihat!''rajuk Titi malu


''Hehe.. abis mas kangen banget sama kamu sayang. tadi waktu di ladang ingat kamu terus,''ucap Rasyid sambil cengar cengir


''Iya iya.. sana mandi dulu ahh.. asemm ihh baunya..''


''iya Mas mandi dulu ya, jangan lupa buatin kopi pakai susu, tapi susu yangggg...''Rasyid mengangkat satu alisnya keatas berulang ulang,dan kemudian karena geram Titi menghadiahi cubitan yang keras diperut suaminya


Aww..aww.. aww

__ADS_1


''Aduh sakit de''


Titi mendengus dan memberikan lirikan tajam


Rasyid berlari masuk kamar sambil tertawa riang


Desi masuk ke dapur sembari mengerutkan keningnya,


''Ada apa sih kak,kok kak Rasyid ketawa riang gitu?


''Ngga papa udah biarin aja, ayo bantu kakak hidangin ini seblaknya ke meja, sama rica rica ayamnya juga, tuh bahkan kakak udah sempet nyayur kangkung juga, ayo kita makan sekarang aja,udah siang ini''


''Ya udah ayo'' Desi pun membantu menata semua makanan ke meja, termasuk piring dan yang lainnya


''Panggilin suami mu, sama anak anak de, kakak mau panggil mas Rasyid''


Dan sepuluh menit kemudian mereka sudah duduk berkumpul dimeja makan, menikamati makanan mereka, sembari berbagi cerita tentang apa saja yang mereka lakukan, tentang cerita anak anak disekolah,tentang cerita bisnis restoran yang dibangun oleh Harun dan Desi disela hari libur mereka, tentang pertanian Rasyid yang menghasilkan rupiah yang lumayan banyak,dan tentang hal hal remeh seputar dunia penghias layar kaca


''Kak aku di desa cuma tiga hari lagi nih, kita ngga bisa lama lama, ini aja nyonya Lily udah wa aku terus kapan balik ke Jakarta, padahal dia sudah tau aku cutinya seminggu, suruh cepet balik ke Jakarta, katanya rumah kacau kalau ngga ada aku, heehh''Curhat Desi, mereka sedang leyeh leyeh di ruang keluarga,televisi dalam keadaan menyala, sesekali mereka mengomentari tayangan di televisi,anak anak duduk dikarpet sambil memainkan mainan mereka, Rasyid duduk dekat Titi di kursi sambil memainkan rambut istrinya itu, walau kadang karena risih Titi mencubit kulit perut Rasyid sampai berteriak kesakitan,sedangkan Desi duduk berdampingan dengan Harun di kursi lain yang saling berhadapan dengan kursi yang diduduki Rasyid-Titi


''Yah jangan balik Jakarta dulu kenapa de? kakak kepingin mantai lah, tapi ingin rame rame sama kalian?


''Mantai? maksudnya pergi ke pantai gitu kak? pantai mana?


''Iya ke pantai! tapi kakak inginnya ke pantai yang deket aja, pantai Cilacap juga boleh! biar sekalian wisata study tour ke banteng pendem, kalian mau kan kakak sama adek?''


''Mauuuu'' Putra sama Putri menjawab serempak.


♡♥Bersambung


Like nya mana nih, jangan lupa ya,


Thanks and hope you like the story

__ADS_1


Koment dong yang panjaaannng juga boleh


__ADS_2