ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
kenapa dengan hatiku?


__ADS_3

Hari itu adalah hari dimana Robi anak dari suamiku akan di khitan, kami semua berangkat pagi pagi sekali biar tidak terlambat datang ke tempat itu, rumah mereka, iya itu adalah rumah mantan istri dari suami ku yang kami tuju,ada perasaan tidak nyaman di hatiku,sebenarnya aku enggan sekali ikut lebih baik aku pergi ke rumah ibuku demi melihat keadaannya tapi mas Rasyid memaksaku untuk ikut bahkan dia sudah membelikan baju yg bagus untuk ku pakai agar terlihat cantik katanya.


aku tidak pernah bertemu dengan mantan istri dari suami ku itu, entah seperti apa rupanya, aku mendengar dari orang sih katanya mantan istrinya itu cantik.


aku berjalan di belakang mas Rasyid dengan enggan dan malas, sesekali mas Rasyid menengok ke belakang dan segera aku tersenyum biar dia tidak berpikiran yang tidak tidak. semua barang yang kami bawa di masukan dalam tas dan di gendong di punggung mas Rasyid, katanya biar aku tidak kesusahan dan kecapaian. dan sampailah kami ditempat itu.


Rumah mereka gedong (rumah yang dindingnya terbuat dari tumpukan bata merah dibalut campuran semen dan pasir) karena di tempat kami masih banyak rumah yang berdinding kayu jadi rumah jenis ini di sebut rumah gedong (gedung)


Rumah itu sama besarnya dengan rumah orang tua mas Rasyid yg kami tinggali, hanya rumah ini lebih rapi dan terdapat banyak bunga bunga yang ditanam di pot dan tertata rapi,hari ini adalah acara khitan dan besok nya baru pesta ''hajatannya.


Kami memutuskan datang hari ini karena proses khitannya lebih penting daripada pestanya. kami datang bersama ibu mertua dan adik ipar ku.


''ahh Robi lihat ayahmu sudah datang, ayo kamu salim dulu'' seru mama nya Robi sang mantan istri suamiku, Robi mendekat dan menyalami ayahnya dan juga nenek dan bibi nya tapi dia tidak menyalami ku, padahal tangan ku sudah ku ulurkan, hatiku mencelos, rasanya tidak nyaman seperti digigit semut merah, tapi wanita itu hanya mendiamkan saja kelakuan anaknya bahkan terbit seulas senyum di bibir perempuan itu.


''Robi.. nak ini istri ayah Nama nya mama Titi ayoo kamu salim sama dia dulu'' Rasyid berkata dengan sanga lembut pada putranya,sambil mengelus kepalanya,terlihat sekali di matanya kerinduan itu, kerinduan yang terpendam selama bertahun tahun,aku tau dia pasti sayang sama anaknya,siapa sih orang tua yang tidak sayang pada anaknya walaupun keadaan memaksa mereka untuk tidak bisa hidup bersama.


''Tidak mau Robi ngga kenal sama bibi itu''jawab Robi ketus, seketika wajahku dan mataku memanas karena malu dan sedih, kenapa anaknya mas Rasyid tidak mau mengakui ku sebagai istri dari ayahnya? dan bahkan tidak sopan karena menolak ku hanya untuk bersalaman.


''Nak tidak boleh begitu.. dia itu istri ayah sekarang, seperti halnya mama mu yang punya suami baru'' suara mas Rasyid masih tetap lembut, tapi wajahnya sudah mulai memerah.


''sudahlah mas tidak usah dipaksa kalau Robi ngga mau salaman sama istri mu,itu kan bukan masalah besar'' seru mantan istrinya kesal karena anaknya di paksa menyalamiku walau dia sudah menolak.


''sudah mas ngga papa''gumamku pelan sambil memalingkan wajah karena malu,ternyata kami sedang jadi tontonan banyak orang,para tetangga dan saudara dari keluarga mama nya Robi, aduh malunya..

__ADS_1


''ngga boleh gitu dong,kamu ngga ngajarin Robi sopan santun apa? seru mas Rasyid sambil tatapannya mengarah pada mantan istrinya dengan nada tinggi yang tak ayal membuat tambah banyak orang berkumpul untuk mengetahui apa yang terjadi,mereka berbisik bisik tentang mas Rasyid, beberapa dari mereka mengenal mas Rasyid karena dulu dia tinggal di rumah itu sewaktu menjalani pernikahan dengan mama nya Robi sampai dia di campakan dan di kembalikan ke rumah orang tuanya karena sakit, mereka tidak mau repot mengurusi Rasyid yang terbaring koma.


''sudah mas Robi masih kecil dia belum tau apa yang benar dan salah, biarkan saja dulu mas'' ucapku sambil kemudian meraih tangan mas Rasyid dan menggengamnya biar emosi Rasyid mereda dan biasa nya ini selalu berhasil.


''Ya sudah ayo masuk kalau kalian masih mau mengikuti proses khitan nya Robi, jangan banyak tingkah deh kamu mas'' seru mama Robi ketus.


ya ampun ketus sekali sikapnya, jadi ini wanita yang dulu di cintai oleh suamiku,apa dulu dia buta apa sedang oleng kok ya wanita kayak gitu di cintai,dia memang cantik sih tapi apa cukup hanya cantik saja, kenal dimana mereka berdua ya?


Proses khitan berjalan dengan lancar,mas Rasyid memberikan hadiah dan bahkan sebuah amplop yang di isi dengan uang yang cukup banyak sebagai bentuk tangung jawab mas Rasyid kepada anaknya Robi, setelah itu kami berpamitan pulang,aku bersyukur karena mas Rasyid segera mengajak kami pulang,rasanya aku sudah sesak nafas dan hampir pingsan rasanya karena lelah dan tekanan bathin melihat dan mendengar bisikan orang orang sekitar yang entah membicarakan apa, tapi mereka berbicara sambil melirikku dan bahkan ada yang menunjuk nunjuk ke arahku,rasanya sungguh tidak nyaman, entah kenapa dengan hatiku.


kami sampai di rumah pada sore hari dan aku langsung membersihkan tubuhku lalu masuk kamar, kebetulan aku tidak perlu masak karena tadi di beri semacam ''berkat'' (buah tangan dari pihak yang mengundang pihak yg di undang) kalau di kota di sebut souvenir tapi bedanya ini terdiri dari makanan matang, nasi,sayur, lauk dan bahkan kue kue basah.


aku langsung merebahkan diriku di tempat tidur rasanya sangat lelah,kaki ku pegal semua, kalian bisa bayangkan berjalan kaki selama satu jam lamanya, kami bahkan melalui jalan setapak yg berliku seperti di film kartun ninja hatori yang mendaki gunung lewati lembah, aku bahkan tidak perduli dengan mas Rasyid yang sedang mandi,tidak kusiapkan bajunya biar nanti dia ambil sendiri.


saat ku buka mataku aku tersentak kaget dan otomatis langsung bangun dan berteriak.


''kamu ngapain sih mas'' bukannya beranjak Rasyid malah tersenyum dan berbisik, ''aku mau kamu de''Rasyid berbisik, dia menatap wajah suaminya yang berada di atasnya dan wajah meraka hampir menempel satu sama lain, kemudian Rasyid melanjutkan apa yang sudah dia mulai.


selesai dengan aktivitas favorite Rasyid mereka membersihkan diri lalu kembali berbaring sambil berpelukan, tiba tiba ada orang yang mengetuk pintu rumah dengan suara yang keras dan seperti tergesa gesa.


tok tok tok...


tok tok tok..

__ADS_1


''ka kaka assalamualaikum.. ini aku desi ka.. ka buka pintunya ka'' seru seseorang diluar pintu.


aku tersentak dan langsung beranjak keluar kamar menuju pintu,aku mengenali itu suara adikku, ada apa gerangan .


''Ada apa Des.. kok kamu ke sini malam malam, kamu sama siapa'' tanya Titi panik, karena pasti ada hal yang mendesak sehingga Desi datang ke rumah itu malam malam begini.


''kak ibu kak... ibu itu ibu'' jawab Desi tergagap.


Deggg....


''ibu kenapa Des?'' Titi bertanya sambil mengguncang tubuh Desi karena Desi hanya itu itu saja.


''Ada apa Des,ayo sini masuk dulu baru kemudian kamu ngomong ada apa'' Rasyid ikut bertanya,dia heran apa sebenarnya yang terjadi.


''Ayo kita pulang kak ibu sakit kak dia seperti sudah bernafas kak'' seru Desi yang di iringi dengan mengeluarkan air mata karena panik sedih dan bingung.


''Mas ibu mas'' aku beralih pada mas Rasyid dan berharap kami bisa pergi kerumah ibu segera.


''ayo kita lihat apa yang terjadi pada ibu'' sahut Rasyid cepat, dia menutup pintu dan menguncinya dari luar dan segera menarik tangan Titi untuk di genggam dan segera beranjak pergi setengah berlari menuju rumah ibu Irma.


#apa yang sebenarnya terjadi!


tunggu kelanjutannya

__ADS_1


__ADS_2