ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Jangan serakah


__ADS_3

Hari ini Rasyid akan mengantar istrinya ke tempat Bidan untuk pemeriksaan rutin setiap bulan,enaknya hidup di desa Malabar tempat tinggal mereka adalah walaupun terhitung masih desa tapi fasilitas kesehatan,pendidikan, sudah terjamin. banyak Bidan dan Mantri, fasilitas pendidikan anak usia Dini (PAUD) dan bahkan ada 3 SDN yang bisa mereka pilih sesuai pilihan hati mereka, SMP MUHAMADIYAH juga ada, tapi sebagian orang tua akan rela menyekolahkan anaknya ke SMPN walau jarak lumayan jauh dan harus mengantar dan menjemput setiap harinya, jaman sudah maju pesat Warung warung sudah selengkap mini market dan Link dari berbagai Bank negara maupun swasta juga bertebaran, memudahkan mu untuk bertransaksi.


keadaan Titi dan bayinya sehat,walau tekanan darah Titi agak rendah, sehingga membuat bidan menyarankan untuk makan makana sehat dan cukup istirahat, dan juga harus menghindari stress, saat Bidan mengatakan harus menghindari stress Auto Rasyid kepikiran ada nya Dena di rumah ibunya dengan segala tingkah laku nya pasti membuat istri kesayangan nya stres.


Dia harus memikirkan cara untuk mengatasinya,iya.. Rasyid bertekad untuk meminta bantuan ibunya untuk membuat Dena segera pergi dari rumah ibunya,karena kalau tidak maka dia khawatir Titi benar benar akan stress, kan kata bu Bidan itu tidak baik untuk kandungan nya.


sepulang dari tempat Bidan Rasyid meminta istrinya untuk istirahat,dan dia akan ke rumah ibu nya untuk melakukan rencananya.


''De... kamu istirahat ya, Mas mau ke rumah ibu dulu''mendengar itu Titi langsung mengernyitkan dahinya,mau apa suaminya ke tempat ibunya,itu lah pertanyaan yang ada dibenak Titi.


''Kamu jangan mikir macam macam,mas kesana mau minta bantuan ibu agar bisa bantu mas buat meyakinkan Dena agar dia kembali ke rumahnya sendiri''Titi ber Oh tapi tetap ada raut kecemasan di wajahnya.


''kamu percaya lah de, Mas itu sekarang cuma CINTA sama kamu,''Rasyid meyakinkan dengan menekan kan kata cinta nya agar istri kecilnya yakin.


''Baiklah mas aku percaya kamu kok, tapi tolong jangan merusak kepercayaan ku, karena sekali saja kepercayaanmu ku rusak maka tidak akan bisa di perbaiki!'' Titi menatap lekat mata suaminya, Titi takut selali kehilangan suaminya itu,dia sekarang sendiri tidak punya ibu lagi, hanya tersisa adiknya yang walau ada tapi memilih tinggal bersama uwa nya di banding dengannya.


''Kamu itu de.... udah di bilangin jangan mikir macam macam malahan kayak gitu, kamu harus ngerti de, aku sedang memikirkan kepentingan mu, Mas tidak mau kalau kamu stres dengan drama Dena setiap harinya,makanya aku mau minta tolong ibu buat bantu aku''ucap Rasyid seraya mengelus pipi istrinya mendekatkan diri dan mengecup keningnya.


Titi terdiam dan membiarkan suaminya untuk pergi ke rumah ibunya walau dia sedikit was was, entah kenapa dia merasa tidak enak hati,dia merasa seperti ada firasat buruk tapi berusaha untuk menepis nya. setelah suami nya keluar dari rumah Titi duduk diam di kamarnya dia tidak tau harus melakukan apa tapi kemudian dia teringat akan buku berwarna Pink yang selalu dia bawa saat pemeriksaan kehamilannya.


Titi membuka buku lembar demi lembar dia baca semau detail isi buku tersebut, buku itu berjudul KIA (Kesehatan ibu dan Anak) dia sampai di bagian ciri ciri dan tanda tanda seorang wanita yang mau melahirkan.


Titi mengelus perutnya dan berpikir ahh... nanti kalau sudah waktunya dia akan merasakan apa yang dijelaskan dalam buku itu walaupun tidak tau seperti apa prosesnya nanti, karena pada setiap Ibu prosesnya akan berbeda.


Tidak terasa sudah dua jam suaminya pergi tapi belum kembali.

__ADS_1


Titi mulai cemas


sedang apa suaminya sekarang? apa dia perlu untuk menyusul ke sana atau tidak dilihatnya jam di dinding dan itu sudah jam 11 siang,Titi akhirnya beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan siang.


Selesai masak dan menata makan di meja makan Titi duduk menunggu suaminya di kursi yang ada di ruang keluarga, di ambilnya remot dan memencet tombol merah di remot untuk menyalakan televisi layar cembung itu,Tv menyala dan tayakan sinetron lah yang sedang tayang.


Titi menghela nafas menonton tayangan sinetron di tv malah membuatnya sesak nafas, dari judulnya saja membuat Titi mengerutkan kening, SUAMI KEPERGOK LAGI SAMA MANTAN, dan dalam tayangan tersebut di ceritakan bahwa si suami selalu nggak bisa tegas sama mantannya yang masih sering menghubungi minta bantuan ini dan itu.


Titi tidak tahan melihat tayangan yang merusak mood itu,dia mendesah lagi kemudian memutuskan untuk mematikan televisi,dan dia jadi teringat dia sedang menunggu suaminya pulang untuk makan siang, dilihat jam di dinding sudah jam 12.50 tapi suaminya belum kembali.


Titi bingung untuk tetap menunggu atau makan duluan karena dia sesungguhnya sudah sangat lapar, tapi dia sedang ingin makan di temani bahkan kalau bisa di suapi sama suaminya yang tercinta, suami yang saat mau pergi tadi mengatakan bahwa dia lah istrinya yang tercinta, hanya dia.


tapi suaminya belum kembali.


saat tangan yang dipakai buat bantal kepala nya terasa pegal dan bahkan sakit dan sulit di gerakan Titi berusaha untuk bangun dengan pelan dia mendudukan diri, meregangkan bahkan memijat mijat tangannya yang kram, penasaran dengan waktu dia melihat jam di dinding


DEGG..


sudah jam 17.30


Dia tertidur sangat lama itulah kenapa sampai tangannya kram karena di pakai buat bantal terlalu lama,Titi heran kok bisa dia tertidur sekian lama,ohhh... mungkin karena efek dari suntikan vitamin yang di berikan Bidan tadi, dan mana suaminya? apa dia belum pulang juga?


Titi beranjak ke kamar mandi, saat melihat makanan di atas meja makan dia menyadari kalau dirinya belum makan siang,tapi dia sudah tidak merasa lapar,kemudian melanjutkan langkah nya ke kamar mandi, membersihkan diri mengganti baju dan kemudian beranjak ke kamar melihat apa suaminya mungkin ada di kamar entah sedang apa? tapi ternyata tidak, dia tidak ada.


Hari sudah menjelang Maghrib, Titi sudah mulai frustrasi hatinya sudah sesak matanya sudah panas dan pedih, ada apa ini? apa yang terjadi sehingga suaminya yang berkata akan pergi sebentar tidak kunjung kembali.

__ADS_1


Akhirnya Titi keluar rumah dia langsung berjalan dengan cepat tanpa perduli untuk mengunci pintu, tanpa perduli kalau hari mulai senja dan bagi wanita hamil adalah pantang keluar di jam jam ini.


Dia berjalan dengan cepat tanpa perduli dengan kakinya yang bahkan tidak memakai alas kaki, sampai di rumah ibu mertuanya tanpa mengetuk pintu rumah atau pun mengucap salam dia langsung masuk ke rumah ibu mertuanya, lah kok sepi...


''Bu ibu'' Titi berseru memanggil ibu mertuanya yang tidak kelihatan batang hidungnya,kemana mereka semua.


''Bu ibu dimana?'' Titi mengulangi panggilan nya.Bu Ami kelu dari kamarnya dengan wajah kaget dan seperti sedang kelabakan.


''Kamu kok kesini Ti, inikan sedang Sandekala,kamu tuh lagi hamil Ti'' ibu Ami berseru sambil menghampiri menantunya.


''Mas Rasyid mana bu? Bu Ami terdiam.


''SUAMIKU MANA BU?'' seru Titi dengan sekuat tenaga, dia tidak perduli yang dia teriaki adalah ibu mertua yang selama ini dia takuti, segani,dan hormati.


''Rasyid eee... dia dia.. ''


''DIA APA BU..SUAMIKU KEMANA''


''Kamu tenang dulu Ti,nanti ibu jelaskan'' bu Ami menarik tanpa Titi dan membawa nya ke kursi dan menyuruhnya untuk duduk.


''Suami mu sedang pergi sama Dena dan anak mereka''


DEGGG


seketika airmata Titi terjatuh dia langsung menangis tersedu, hati nya sakit bagai di remas remas.

__ADS_1


__ADS_2