ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Cinta dan Benci


__ADS_3

Setelah Rasyid pergi Titi memilih untuk mengurung diri di kamarnya, dia merenung memikirkan perasaanya, dia bahkan bertanya tanya pada dirinya sendiri apakah yang dia lakukan sudah benar?


Apa sikapnya tidak keterlaluan? terus terang saja dia sudah mencoba untuk menghilangkan rasa marah dan rasa kecewa terhadap apa yang sudah terjadi


Tapi kenapa terasa sulit


Titi beranjak mengambil handphonenya dia ingin membuka Chanel video lagu lagu indonesia yang mungkin akan bisa mengobati rasa galau dihatinya


Dan ditemukan lah satu lagu dari group band favorite Titi,kemudian tangan Titi menyentuh tanda play ditengah video dan musikpun mulai mengalun


Cinta dan benci by Geisha


Bagaimana cara membuat mu bahagia


Nyaris ku menyerah jalani semua


Tak berbagai kata kuungkap percuma


Agar kau percaya cintaku berharga


Telah ku kuat menahan mu


Mempertahankan cintaku


Namun kau begitu saja,tak pernah merindu


Sungguh aku tak bisa,sampai kapanpun tak bisa


Membenci dirimu


Sesungguhnya aku tak mampu


Sangat sulit tak bisa


Memisahkan segala cinta dan benci


Yang kurasa


Apa kau mengerti,ku sedih sendiri

__ADS_1


Tanpa ada kamu,kumerasa sepi


Telah lama ku menanti


Diam sendiri menunggu


Setengah hati mencinta


KU SAKIT KARENAMU


Lagu yang mengalun merdu dari speaker handphone nyatanya malah membuat airmata Titi tumpah ruah


CEKLEK


Suara pintu kamar terbuka, nampak sesosok pria yang membawa banyak kantong plastik ditangannya masuk ke dalam kamar lalu kemudian terpaku saat dia bisa melihat dengan jelas bahwa istrinya sedang menangis sedih sembari melihat ke layar handphonenya


Masih mengalun sebuah lagu yang liriknya terdengar menyayat hati ditelinga Rasyid, berjalan mendekat setelah menaruh semua yang dia tenteng ditangannya


"Dee... Maaf" menyentuh pipi istrinya dengan kedua tangannya, menarik kearahnya agar wajah orang yang dia kasihi tapi sudah dia sakiti dapat terlihat jelas


"Hiks.. hiks.. " hanya tangisan yang keluar dari mulut Titi


Sesungguhnya aku tak mampu


Sangat sulit ku tak bisa


Memisahkan segala cinta dan benci


Yang kurasa


Ho oo


Ku sakit karena mu


Yang bisa dilakukan Rasyid hanya memeluk istrinya dan membenamkan dia dalam pelukannya


Sesulit itukah kau memaafkan ku de?


Sesakit itukah rasanya?bathin Rasyid

__ADS_1


♡♥♡♥♡♥


Setelah Rasyid menemukan Titi yang menangis pilu hanya karena mendengarkan lirik lagu sedih yang menggambarkan perasaannya, Rasyid masih terus saja berusaha untuk mencairkan hati istrinya yang seperti terlanjur beku di pulau es kesedihannya


Rasyid memberikan perhatian penuh, cinta yang berlimpah dan memanjakan istrinya yang masih terus saja bertingkah seperti orang hidup segan mati tak mau


Pemberian hadiah juga terus saja dilakukan, membawanya jalan jalan dengan atau tanpa anak anak juga sudah dilakukan


Bolehkan Rasyid merasa lelah?


Hanya satu hal menggembirakan yang terjadi belakangan ini yaitu dengan kembalinya Ibu Ami, Risya dan Dirham


Iya mereka kembali menempati rumah yang berdekatan dengan rumah Rasyid dan keluarga sehingga Rasyid bisa seringkali menitipkan Putra dan Putri sekembalinya mereka dari sekolah, ibu Ami sendiri yang meminta hal tersebut, dia ingin membantu anak sulungnya untuk bisa mendapatkan maaf dari menantunya


Perlu diketahui sikap dingin Titi hanya berlaku pada Rasyid suaminya, kepada yang lain Titi masih tetap bersikap seperti dulu Ramah dan supel, suka berbagi dan teliti


Saat itu Titi yang sedang duduk di meja kerjanya, membolak balikan buku besar pembukuan hasil panen tiba tiba dikagetkan dengan bunyi nada dering panggilan dari handphone nya


"Hallo de, ada apa?"suara Titi saat mengangkat panggilan dari adiknya Desi


"Hallo kak, aku besok mau pulang kampung loh, sama suami aku, kakak mau minta dibawakan apa oleh oleh dari Jakarta?"


"Ohh ya, kamu besok pulang de? ahh syukurlah kaka udah kangen banget sama kamu, alah ngga usah repot repot oleh oleh segala, yang kira kira bisa kamu bawa bawa aja semua wkwkk"sahut Titi senang karena adik kesayangannya mau pulang kampung, jadi mereka bisa punya waktu untuk melepas rindu dan berkumpul bersama


"Huhhh,, itu mah kemaruk namanya, oke baiklah, sudah dulu ya kak ngobrolnya, kita lanjut lagi besok kopi darat, aku udah ditunggu A Harun nih, kita mau belanja buat oleh oleh, bye bye kakak"Tutup Desi dan sambungan telepon pun terputus


Di sisi lain Rasyid yang sehabis pulang dari ladang sayuran miliknya yang sedang masa panen langsung masuk ke rumah dengan mengucap salam


"Assalamualaikum de.. mas mu pulang nih"walau tidak berharap tanggapan manis dari Istrinya tetap saja Rasyid merasa perlu menyerukannya


"Wa'alaikum sallam" sudah seperti itu saja jawaban dari Titi, Rasyid menghela nafas mendengarnya,Rasyid tau Titi sedang berada di ruang kerjanya, tapi Rasyid langsung pergi ke kamarnya untuk mandi terlebih dahulu


Jam makan siang sudah lah tiba


Radyid tadi meminta Titi untuk memasak gurame asam manis untuknya, dia memakan makanan nya dengan lahap dan sesekali menatap wajah istrinya duduk didepannya


Menyuapkan potongan daging ikan yang sudah bersih dari duri, dan berlumur bumbu pada mulut istrinya yang pada saat itu sebenarnya dia juga sedang makan dari piringnya sendiri


"Nih de daging ikan guramenya montok banget nih, mana coba buka mulutnya buka Akkk.."Titi melihat kearah wajah suaminya yang penuh senyuman dan tatapan penuh cinta, karena tidak tega akhirnya Titi membuka mulutnya, dan memakan daging ikan gurame yang disuapkan suaminya

__ADS_1


Sikap manis Rasyid terus saja dia lakukan dengan senang hati,walau sikap itu tidak berbalas dengan manis pula oleh istrinya


__ADS_2