ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
Belajar untuk legowo


__ADS_3

''Sayang tolong dengerin mama dulu nak, begini.. Putra tau kan kalau kita itu diciptakan oleh Tuhan? dan tuhan kita adalah Allah, kita harus yakin bahwa yang Allah berikan buat kita adalah yang terbaik, bisa saja kita meminta ini dan itu,tapi kadang Allah malah memerikan kita yang lain, ini bukan karena Allah tidak mengerti apa yang kita inginkan, tapi Allah lah yang paling mengerti apa yang kita butuhkan, jadi kita harus yakin kalaupun kita mengharapkan adik perempuan tapi jika Allah menghendaki untuk memberikan kita adik laki laki... maka kita harus mensyukurinya dan menerimanya dan meyakini bahwa menurut Allah adik laki laki adalah yang paling di butuhkan oleh kita, mungkin karena agar Putra punya teman main bola kelak kalau adik sudah sama sama besar''


Putra terdiam mencerna apa yang ibunya jelaskan, kemudian Titi melanjutkan lagi kata katanya


''Karena sekarang kita belum tau kan adiknya itu laki laki atau perempuan, kita akan tau nanti setelah kandungan mama berumur 4 bulan, sebelum itu sebaiknya Putra berdo'a agar keinginan Putra yang mengharapkan adik perempuan, bisa di kabulkan sama Allah, tapiiii... apabila nanti Allah malah memberikan adik laki laki, Putra harus berlapang dada menerima kehendak Allah, bagaimana apa Putra mengerti sekarang?''


''Iya mah Putra ngerti sekarang, Putra akan menerima adik Putra walau dia nanti laki laki''Kata Putra mantap sembari mengangguk nganggukan kepalanya


Titi memeluk Putra dengan wajah yang berbinar senang karena anaknya mau mengerti dan mau menerima nasihatnya, Rasyid juga tersenyum serta ikut mengelus kepala putranya, dia memandangi wajah istrinya dengan pandangan penuh cinta kasih, dia bersyukur berada di titik ini sekarang, kalau masalah cantik sih Relatif tapi baginya istrinya memang cantik, begitu pula dengan hatinya, ketulusan serta kesabaran dan keteguhan Istri kecilnya membuatnya menjadi pria yang bisa dikatakan pria bucin.


Bucin terhadap istri sendiri itu nikmat Allah yang tidak bisa didustakan, wanita ini jauh lebih baik dari mantan istrinya yang hanya menang cantik saja, Rasyid sekarang malah merasa bersyukur karena dia telah dicampakan dan berakhir dengan menikahi gadis yang masih murni, lugu, dan berhati mulia


''Putra nak lihat ini jam berapa, waktunya kamu tidur ayoo ayah yang akan menemani kamu, biar mama sama dede bayi utun bisa istirahat''ajak Rasyid pada putranya


''Dede bayi utun? ayah kasih nama adek Putra dede bayi utun ya yah?''


''Ha ha ha bukan gitu nak, dedek bayi kalau masih dalam kandungan disebut Utun, jadi ayah sebut dede bayi utun aja,''


''Ohh gitu, aku nanti mau bantu cari nama buat adek aku ya yah, kalau sudah lahir'' seru Putra antusias


''Iya boleh nanti kita cari nama yang baik sama sama ya kak''


''Kok kakak sih yah, kan adeknya aja masih di perut, kok aku udah dipanggil kaka''


''Yah buat latihan, jadi nanti kalau adiknya sudah lahir kamu sudah terbiasa''


''Oh gitu ya, iya deh Putra senang sekali sebentar lagi punya adek yeah''

__ADS_1


''Ya sudah ayo kaka pergi gosok gigi cuci tangan dan kaki lalu ganti baju dan kita tidur''


''Ayoo yah''


Titi hanya bisa tersenyum melihat interaksi suami dan anaknya, dia mengelus perutnya tapi kemudian mendesah, dia masih berusaha menerima kenyataan bahwa dia sedang hamil sekarang, kehamilan yang tidak dia rencanakan,tapi walau bagaimanapun dia hamil dengan adanya suami disampingnya dan dengan adanya dukungan dari anak sulungnya,


Titi cuma bisa berdo'a kepada yang maha kuasa agar diberi kesehatan dan kelancaran pada fase kehamilannya yang kedua ini


Satu jam kemudian Rasyid kembali ke kamar mereka,menghampiri sang istri dengan senyuman, merengkuh tubuh yang selalu menjadi candu baginya dan dikecup kening istrinya dengan sepenuh hati


''Terima kasih sudah hadir di hidupku sayang, terima kasih karena kamu sudah menjadi obat untuk luka lamaku, terima kasih sudah jadi istri yang sabar selalu menerima ku dari kita mulai hanya punya sedikit harta sampai sekarang yang alhamdulillah kita sudah punya kecukupan harta''ucap Rasyid sembari menempatkan tangannya dikedua sisi dibawah telinga istrinya, berkata sembari menatap wajah wanita yang dia harapkan akan menjadi bidadari surganya kelak


Diperlakukan seperti itu mata Titi malah berkaca-kaca terharu biru, dia benar benar melihat ketulusan dari mata suaminya


''Iya mas, aku juga terima kasih atas semua yang kamu lakukan dan berikan untukku, kita saling menjaga dan menyayangi terus ya mas sampai tua nanti, sampai akhirnya kita di panggil oleh yang maha kuasa, dan kita bertemu kembali di Surga nya Allah yang abadi kelak''


Rasyid menatap wajah istrinya dan kembali menyentuhkan bibirnya, dengan penuh kelembutan sehingga bisa melayangkan angan Titi setinggi tingginya, dan berakhir pada acara favorit mereka berdua


Mereka akan mengunjungi nirwana dan berkelana berdua di sana, walaupun pada akhirnya harus kembali pada kenyataan dengan badan penuh keringat dan rasa nikmat


Nikmat yang sangat mudah dilupakan tapi ingin di gapai berulang kali, seperti halnya haus akan air minum dan lapar karena butuh asupan makanan


Kegiatan yang selalu Rasyid inginkan untuk diulang itu sekarang harus dia kurangi, karena kehamilan istrinya yang masih dalam trimester pertama, sebenarnya bu bidan meminta untuk mengutangi kegiatan tersebut karena ditakutkan akan membayakan keberadaan si utun tapi juga memperbolehkan asal bisa main lembut yeeahh.. dan Rasyid selalu tidak bisa menahan diri untuk melambungkan istrinya ke nirwana, dia berjanji akan sangat lembut dan hati hati.


♡♡♡♡♡♡


Di lain tempat Desi yang mendengar kabar bahwa kaka nya sedang mengandung anak keduanya merasa bahagia,dia mengucapkan selamat,dan berjanji akan pulang kampung nanti setelah bayinya lahir, Desi meminta maaf karena tidak bisa pulang sekarang, padahal sebenarnya Desi sudah sangat merindukan kaka nya itu dan keponakan laki laki nya

__ADS_1


Tapi karena kesibukan dalam melakukan pekerjaannya dia harus menahan diri, dan yah dia juga sibuk dengan dirinya sendiri, sibuk dengan menulis novel onlinenya yang harus dia update setiap hari dengan seribu kata lebih dan sibuk dengan Harun yang selalu mencari perhatiannya dan juga sibuk dengan menahan diri akan pesona sang Tuan Lion yang membuatnya seakan meleleh setiap kali berinteraksi dengannya atau hanya melihatnya melintas di depan matanya saja sekalipun (oh my god he is so damn handsome)


Harun sudah resmi jadi supir pribadi Tuan Lion dia akan standby menunggu panggilan tuannya di meja makan atau di tempat tunggu yanh disediakan khusus untuk para pekerja


Dan di waktu menunggu inilah yang akan dia gunakan untuk mengagumi dan menarik perhatian gadis yang selalu ada di pikirannya, gadis dengan wajah lugu tapi dia sebenarnya gadis yang pintar


Gadis yang bahkan bisa membuat tuan mereka tertawa padahal tuannya dikenal sebagai pria yang mahal akan senyuman, jarang bisa menemukan senyumannya kecuali saat tuannya bersama sang sekretaris pribadinya atau saat berbicara dengan Desi


Harun sempat merasa heran, apakah tuannya hanya akan bersikap hangat pada perempuan dan sangat tegas pada laki laki?


Entahlah Harun belum menemukan jawabannya


♥♥♥♥


*Cathor


Author ingin rutin up setiap hari tapi terkendala kegiatan di reallife,


Maafkeun kalau ini mengecewakan para reader,


Yah dan author mohon dukungannya dengan jangan lupa pencet Like nya dan komentar atuh sok.. suka nggak jalan ceritanya?


kritik dan sarannya juga ditunggu tunggu loh.


salam sayang dariku


♡Liana Ariyah

__ADS_1


__ADS_2