
Hari hari berlalu seperti sedia kala, Risya ibu dan Dirham sudah kembali ke kota asal Dirham dua minggu yang lalu,meninggalkan kenangan indah di ingatan keluarganya Rasyid
Kembalinya sikap manis adik kesayangannya Rasyid membuat hidup mereka lebih berwarna dan lebih bahagia, yang mereka tunggu sekarang adalah kabar baik tentang calon anggota baru keluarga mereka dari Desi dan juga Risya
Berita bahagia lainnya adalah kabar pernikahan majikannya Desi, dan Yang mengejutkan adalah bahwa keluarga Rasyid juga diundang, dan acara pernikahan itu akan berlangsung dua minggu lagi
Karena seminggu yang akan datang adalah musim panen maka di saat seperti inilah waktu sibuk keluarga Rasyid, persiapan panen dari mulai menjaga kwalitas sayur jangan sampai terkena hama dan memastikan konsumen siap menerima hasil panen, Titi lah yang bertugas untuk menelpon beberapa konsumen masing masing akan menerima/memesan berapa kilogram sayuran agar bisa memanen secukupnya saja dulu, dan biasanya ada beberapa pembeli susulan dari warung warung kecil di sekitar tempat tinggal mereka dan akan di petik mendadak agar terjaga kesegarannya
Maksudnya masih segar karena sayuran baru dipetik kalau dipetik kemarin dan di jual hari ini, kwalitas kesegarannya sudah berbeda
Rasyid berpesan pada mang ujang pegawainya Yang betanggung jawab untuk memetik sayuran agar menyisakan masing masing sepuluh kilo sayuran dari setiap jenisnya untuk di bawa ke Jakarta nanti
Ya karena dari Desa maka sayuran segarlah yang menjadi buah tangan yang akan mereka bawa
Ke depannya Rasyid berencana akan menanam buah buahan juga, lahan sudah ada... tinggal menunggu pengerjaan lahan dan penanaman, Rasyid bahkan sudah mencari referensi dimana dia bisa mendapatkan benih yang bisa berbuah cepat seperti pohon buah hasil cangkokan
Buah yang sedang hits di desa belakangan ini adalah buah jambu kristal, jambu Jamaika, buah naga, dan buah yang tidak pernah tergerus jaman yaitu buah mangga, mangga harum manis tentunya
Rencana penanaman buah buahan ini akan di realisasikan bulan depan setelah mereka menghadirkan pernikahan Tuan Lion
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Malam hari setelah makan malam Rasyid membantu mengecek PR sekolahnya Putra sedangkan Putri duduk di meja belajarnya sendiri sedang mewarnai gambar
Titi berkutat di dapur membersihkan sisa makan malam dan menata kembali peralatan makan yang mereka tadi gunakan
Setelah selesai dengan pekerjaannya Titi menghampiri kedua anaknya, jam di dinding sudah menunjukan pukul 20.30 dan sekarang saatnya menggosok gigi, mencuci tangan dan kaki, mengganti baju dan bersiap untuk tidur, untung PR Putra juga sudah selesai di kerjakan beberapa saat yang lalu saat mamanya masuk ke kamar itu Putra sedang merapikan buku dan alat tulisnya
Titi membantu Putri menyikat gigi dan mengganti bajunya ke baju tidur sedangkan Putra sudah bisa mengurus dirinya sendiri lalu mereka naik ke tempat tidur memasang selimut,mengganti lampu dengan lampu tidur dan berdoa bersama
Doa tidur yang sudah mereka hafal diluar kepala
''Selamat tidur sayang sayangnya mama, tidur yang nyenyak ya'' Titi mencium kening kedua anaknya bergantian
Lalu Titi berpamitan untuk membersihkan diri dan juga dia harus masih mengecek pembukuan pengeluaran untuk pembayaran para pekerja
Rasyid tercengang tapi dua detik kemudian tersenyum senang, bahkan langsung menangkap pinggang istrinya dengan kedua tangannya, dan mencium kening istrinya
''Sssayang bangeett sama kamu'' ucap Rasyid, Titi tersenyum menatap suaminya
''Aku juga sayang banget sama kamu Mas''sahut Titi sembari menatap suaminya penuh cinta'' aku bersih bersih badan dulu ya mas, sama ganti baju heuuhh.. capek banget hari ini, ini malah aku masih belum ngecek pembukuan pembayaran para pekerja nih mas''Rajuk Titi sambil memajukan bibirnya dua centimeter
''Usss kasiannya sayangnya Rasyid capek ya'' ucap Rasyid sambil terkekeh gemas sambil menciumi pipi istrinya
__ADS_1
''Mas pijetin kamu nanti ya, ya udah sana kamu bersih bersih dulu sana''
Bersih bersih yang dimaksud di sini adalah menggosok gigi mencuci muka, tangan dan kaki dan mengganti baju, mereka biasanya mandi di jam 16.30 atau jam 17.00 ketika mereka akan menunaikan sholat Ashar dan pagi hari tentunya sebelum memulai aktifitas, dijam malam seperti ini tidak baik untuk mandi
Jikapun bagi pasangan suami istri setelah melakukan hubungan mereka juga tidak mandi di jam malam begini,mereka hanya akan membersihkannya saja tanpa mandi, mereka akan mandi di pagi hari menjelang subuh sekitar jam 04.00 pagi atau jam 04.30 dan menurut beberapa pendapat di jam ini baik untuk mandi karena akan melunturkan racun dalam tubuh yang keluar disaat malam dan menempel di pori pori luar kulit kita
Selesai bersih bersih Titi mengambil buku yang dia gunakan untuk menulis pengeluaran untuk pembayaran para pekerja, ada tiga buku lainnya yang satu buku pendapatan panen, satunya lagi buku modal benih dan peralatan yang terakhir buku pengeluaran rumah tangga
Dia duduk di atas tempat tidur, menekuk kakinya bersila dan menempatkan bantal diatas pangkuannya kemudian buku itu di taruh diatas bantal
Rasyid duduk di sebelahnya sambil memperhatikan kegiatan istrinya dengan memiringkan kepalanya dan hanya diam menunggu istrinya selesai, Titi menulis nama pekerja kemudian jumlah upah mereka perhari dan di kalikan seminggu, Upah akan di bayarkan seminggu sekali agar tidak terlalu lama bagi para pekerja menunggu uang hasil jerih payah mereka, setengah jam berlalu dan kemudian Titi menutup bukunya dan menaruhnya di laci meja yang ada disamping tempat tidur, memindahkan kembali bantal ke tempatnya dan bersiap untuk tidur
Sebelum merebahkan tubuhnya Titi memalingkan wajahnya kearah suaminya yang ternyata masih sedang memandanginya dengan senyum diwajahnya, Titi pun membalas senyuman suaminya
''Ada apa sih mas senyum senyum sendiri?'' tanya Titi sambil tersipu malu karena baru sadar kalau dia sudah dilihatin tingkah lakunya sedari tadi
''Mas sedang menikmati pemandangan indah, seorang istri cantik, baik hati, ramah dan sederhana, mas sangat bersyukur kamu jadi istrinya mas, Jangan pernah berubah ya sayang'' ucap Rasyid sembari menarik Titi ke dalam pelukannya
Mendengar itu Titi tersipu lagi dan menyusupkan kepalanya ke dada suaminya, menikmati hangat pelukan sang penjaga hati, yang dia tak pernah sangka akan dia miliki
Dia yang seorang anak yatim dengan ibu tua yang miskin dan seorang adik perempuan, dia bahkan tidak pernah memimpikan hal indah yang dia dapatkan sekarang, tentu rasa syukur kepada tuhan tidak pernah dia lupakan di setiap sujud yang dia lakukan di lima waktu setiap harinya
__ADS_1
''Terima kasih sudah mau menjadi suamiku mas, aku akan berusaha terus menjadi istri terbaik untukmu semampu ku''