
Suasana mendadak hening karena semua orang belum ada yang bersuara, semua orang sibuk dengan pikirannya masing, Titi jengah dengan keadaan yang seperti itu, jadi Titi berinisiatif untuk memulai pembicaraan
''Oke karena kita sudah berkumpul disini, mari kita bicara!!! Permasalahannya adalah Robi pergi dari rumah papa Hendra tanpa pemberitahuan sehingga semua orang khawatir, dan sebagai orangtua mama menyarankan agar Robi meminta maaf, setelah itu mama akan meminta penjelasan kenapa hal itu kamu lakukan!? Nak.. sayang, minta maaf dulu sama papa ya sayang, minta maaf itu adalah perbuatan terpuji.. kalau kamu melakukan kesalahan harus berani meminta maaf, mama harap kamu bisa seperti itu''Titi memandang wajah anak laki laki remaja yang ada di sampingnya,tangan Titi sedari tadi sudah menggenggam tangan anak itu
''Iya ma! pa.. Robi minta maaf karena Robi pergi dari rumah papa ngga pamit,dannn hiks..'' Tangis Robi pecah, airmatanya bercucuran tapi tetap berusaha melanjutkan apa yang harus dia katakan
''Hiks pa, Robi mohon.. biarkan Robi disini saja sama mama Titi ya.. Disana Robi kesepian hiks.. disini ada Putra sama Putri hiks,Robi sekolahnya pindah disini saja ya pa hiks..''
''Robi janji.. Robi bakal jadi anak baik.. ngga nyusahin ayah sama mama hiks, Robi bakal bantuin jaga adik adik''
Titi ikut berderai airmata, dia sangat terharu melihat seorang anak yang mengharapkan kasih sayang, seorang anak pasti butuh perhatian, tidak hanya materi tapi juga moril, Titi menepuk pelan punggung Robi sesekali dielusnya punggung anak yang sudah tidak punya ibu kandung itu
''Robi sayang sama papa hiks, oleh karena itu Robi tidak mau menjadi beban papa,Robi tau papa sibuk hiks.. sampai tidak sempat pulang hiks'' Hendra berusaha menahan laju airmatanya, dia merasa bersalah pada anaknya itu, tapi Hendra pun tidak bisa berbuat banyak, usaha travelnya yang sempat berjaya di masa dulu, harus bangkrut karena situasi pandemi yang melanda negeri bahkan dunia ini
Sekarang Hendra harus bekerja menjadi supir travelnya sendiri karena belum mampu untuk membayar oranglain seperti dulu, dan mobil yang dimiliki nya juga tinggal dua buah saja, dulu dia mempunyai 10 mobil yang di sewakan dan satu mobil pribadi type keluarga untuk bepergian untuk keperluannya sendiri
Karena hal itu juga lah yang membuat Alm Dena ibu kandung Robi meninggalkannya dulu, karena dia bangkrut. seperti sudah jatuh tertimpa tangga, dan sedikit banyak hal itu mempengaruhi sikap Hendra pada Robi.
Sekarang Hendra harus bekerja keras dari nol lagi, nyupir siang malam tanpa kenal lelah,kadang sehari dia hanya tidur 2 atau 3 jam saja, dan saat kembali ke Jakarta kalau dia pulang ke rumah dan melihat Robi dia teringat sikap alm Dena yang membuat Hendra kesal
__ADS_1
Dan pada akhirnya Hendra memilih untuk mengabaikan anak itu, Hendra tidak menyadari kalau sikapnya akan sangat menyakiti perasaan anak laki laki semata wayangnya tersebut
Dia melampiaskan perasaan frustrasi nya dengan main perempuan
''Robi tau dulu papa bangkrut karena kelakuan mama Dena yang suka shoping dan makan diluar hiks, dan mama malah meninggalkan papa saat papa terpuruk hiks, Robi tau.. mungkin papa membenci Robi hiks.. tapi Robi sayang sama papa huaaaa...''
Hendra sudah tidak kuat lagi menahan air matanya,pada akhirnya dia menangis, tubuhnya bergetar, dia menundukan kepalanya terlihat Tetes demi tetes air mata berjatuhan,Titi juga sudah banjir air mata, hanya Rasyid yang masih bisa menahan laju airmatanya tapi mata Rasyid pun sudah memerah
Untuk sesaat hanya terdengar isak tangis diruangan itu
Dan sesaat kemudian Hendra membuka suaranya
''Maafin papa Rob,papa memang bukan papa yang baik, papa tidak pantas jadi papamu, maafkan semua yang sudah papa lakukan terhadap mu, papa sakit hati pada mendiang mama mu tapi malah melampiaskan nya padamu, maafkan papa nak''ucap Hendra dengan suaranya yang parau
''Hiks.. hiks.. iya papa.. Robi ngga papa, Robi ngga akan jajan juga ngga apa apa.. Robi minta maaf kalau Robi seakan meminta lebih pada papa, Robi cuma ngga mau kelaparan pa,perut Robi sakit huaa... hiks hiks hiks''
Titi memeluk Robi erat, sembari menepuk nepuk bahu anak itu yang berguncang karena tangisan
''Sudah sayang, disini sama mama, mama nggak akan biarin kamu kelaparan nak, mama janji, lebih baik mama yang menahan lapar asal anak mama semua bisa makan nanti ya.. sudah sudah kamu harus bisa berbesar hati memaafkan papamu, dia sedang dalam kondisi kesulitan'' Titi merasa kan hati nya seperti diremas remas ketika Robi mengatakan bahwa dia sempat sampai mengalami perutnya sakit karena lapar
__ADS_1
Titi kemudian mengambil air putih digelas yang sudah ada di meja, Titi sudah menyiapkanya karena Titi punya feeling akan membutuhkan air tersebut,dan memberikannya pada Robi, Robi meminum air digelas sampai habis, rupanya dia menangis sampai kehausan
Setelah minum tangis Robi pun berhenti tapi masih menyisakan sesegunggukan
''Ya sudah sekarang sudah malam, keputusannya sudah diambil ya papa,ayah, Tapi aku mau menambahkan nih A Hendra, Aku harap bukan hanya Robi tinggal disini saja, tapi aku mau hak asuh dia juga ada ditangan kami biar kami lebih leluasa untuk menagani perihal sekolahnya dan lain lainnya, ini mutlak dan aku ngga minta persetujuan kamu, tapi aku akan minta tanda tangan kamu disurat adopsi nanti, oke cukup sekian, Robi ayo kamu tidur nak, mama antar ke kamar''Titi beranjak mengantar Robi ke kamar, setelah itu dia kembali lagi dan berpamitan pada Hendra untuk pergi tidur lebih dulu
Hendra menganggukkan kepalanya sebagai jawaban
Rasyid masih duduk dan berbincang bincang dengan Hendra, kemarahannya pada Hendra sudah reda karena Hendra juga sudah bersikap legowo meminta maaf pada Robi dan mau menuruti permintaan Robi yang memilih tinggal di desa bersama keluarganya
Topik pembicaraan tentang bisnis travel yang sedang dijalani Hendra dan tentang suka duka nya Rasyid yang tinggal di desa hingga larut malam barulah dua pria dewasa itu beranjak ke kamarnya masing masing
Hendra masih berdiri didepan kamarnya melihat kepergian Rasyid menuju kamarnya yang juga ditempati Titi, sampai Rasyid masuk dan menutup pintu kamar itu
Hendra merasa dadanya sesak, kenapa dia selalu menjadi pecundang di hadapan Rasyid, entah takdir macam apa ini?
♡♥♡♥♡♥
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa like ya..
selamat membaca