
''Mas mas mas kamu dimana?"
''Aku di kamar nih mah, ada apa sih teriak teriak begitu ah, ngga sabar banget''
''Ini loh Mas aku dapat sms dari A Hendra katanya si uler keker itu minta cerai dari A Hendra''seru Titi menggebu gebu
''Masa sih mah,kenapa dan apa alasannya emang?"tanya Rasyid terheran heran
''A Hendra bilang si Dena minta uang mulu padahal keuangan mereka lagi colaps mas''
''Loh orang hidup itu kan memang perlu uang mah,mau colaps mau enggak keuangannya mereka tetap perlu uang buat makan kan?''
''Huhh kamu tuh mas emang ngga tau kelakuan mantan mu itu,dia itu bukan hanya cukup dengan makan, ke salon, belanja aksesoris, makan enak di restoran,Kan emang gayanya kaya gitu dari dulu, harusnya dia bisa nilai kalau keuangan lagi susah ya jangan banyak gaya dulu''sembur Titi berapi api
''Lah mana Dena mau ngerti, kalau dia mau ngerti dulu dia nggak bakal ninggalin aku pas lagi koma, dia mah pastilah cari yang lain kalau yang satu sudah bangkrut''gumam Rasyid
''Emang ya perempuan sund** is kok nggak kewalat orang yang kelakuannya kayak gitu''sungut Titi
''Sudahlah mah biarin aja, kita nggak usah mikirin dia, dari pada mikirin dia mending kita ke kota yuk beli benih baru, sama peralatan baru, ayah ingin beli mesin pompa air,gimana menurut mamah?''
''kalau memang dibutuhkan beli aja mas, oh ya mas aku ingin beli kalung emas dong.. yang lama modelnya udah ketinggalan'' rayu Titi sambil mengedipkan matanya manja dan dengan mendekatkan badannya nempel nempel modus
Rasyid tersenyum melihat tingkah istrinya yang sedang berusaha merayunya, dia jadi punya ide cemerlang
''Ehmm hemm.. oke baiklah kalung model baru ya, akan mas belikan tapiiii'' Rasyid sengaja menjeda ucapannya,tangannya menarik pinggang istrinya dan mengeratkan pelukannya
''Tapii apa mas? jangan modus ya'' selidik Titi curiga dan saat melihat seringaian di wajah suaminya dia tau apa maksud suaminya
''Aku nggak modus mah cuma minta hak aku aja,toh sudah dua malam aku di anggurin, mas mu yang tampan ini bisa berjamur kalau selalu dianggurkan begini''
__ADS_1
''ya sudah entar malam aku kasih jatah, tapi berangkat ke kotanya sekarang aja yuk, masih pagi ini sekarang''rayu Titi lagi, dia sekarang sudah mulai pintar main strategi, dia juga suka mengoleksi Emas emas mulia dari kalung, gelang, cincin, bahkan gelang kaki ckckckck, saat Rasyid menanyakan mau buat apa emasnya yang sudah banyak itu, dia bilang itu investasi, sekalian berhias sambil menabung.
Memang tidak ada salahnya membeli emas karena bisa di jual lagi,Emasnya di beli ditoko langganan terpercaya,saat nanti kita membutuhkan uang kita bisa menjual emas tersebut dan jadi uang dengan cepat, toko emas biasanya akan membuatkan surat untuk setiap barang terjual ,dan surat tersebut bisa digunakan sebagai bukti bahwa emas itu asli bukan palsu.
Sampai di kota Rasyid membeli mesin pompa air terlebih dahulu, pilihan jatuh pada mesin pompa air merk Hon**
Setelah itu mampir ke toko mas dan Titi langsung memilih kalung yang modelnya dia suka,bahkan Titi diperbolehkan kalau mau menambahkan membeli gelang atau cicin
Pulangnya mereka mampir di tempat makan favorite
''Mas mau makan apa?''tanya Titi sembari membolak balikan buku menu
''Mas makan bakso aja lah mah, lagi pengen makan bakso nih''
''oke.. minumnya apa?
''Minumnya white kopi ice''
Saat mereka menunggu pesanan tiba tiba seseorang menghampiri mereka dan itu sang manager restoran, dia tau Rasyid adalah petani penghasil sayur sayuran segar dan pihak restoran ingin mengajukan kerja sama, mereka meminta Rasyid memasok beberapa jenis sayur seperti caesyim,terong,cabai rawit, cabai hijau dan merah besar, mereka pun membuat kesepakatan bisnis hanya dalam setengah jam, kalau orang bilang mah rejeki itu tidak akan kemana
Saat pesanan datang sang manager mempersilakan Rasyid dan Titi untuk menyantap hidangan dan bahkan sang manager mengatakan bahwa Rasyid tidak perlu membayar hidangan is for feee karena deal bisnis yang baru mereka sepakati,
Selesai makan mereka kembali ke rumah dan tidak lupa mampir untuk membeli pesanan ayam goreng tepung pesanan Putra, tadi putra tidak mau ikut dan memilih tinggal di rumah bersama si mba.
Keesokan harinya Rasyid berniat menguji coba mesin pompa air yang baru mereka beli kemarin, sedangkan Titi sibuk dengan pembukuan, kemarin mereka sudah mengeluarkan jumlah uang yang cukup banyak untuk membeli mesin pompa air dan perlengkapannya,juga benih benih baru jadi Titi harus mencatat semuanya
Putra sekarang sudah sekolah di sekolah PAUD, untungnya sekolahannya Putra dekat dari rumah, dia berangkat di antar mba dan nanti pulangnya juga dijemput mba,
''Ma mama Putra syudah pulang ma''seru Putra mencari mamanya saat dia pulang dari sekolahnya
__ADS_1
''Mama di ruang kerja nak, kamu ganti baju dulu gih, mama sudah siapkan baju ganti kamu di kasur''seru Titi pada anaknya
''Baik mah''Jawab Putra antusias, walau putra baru berumur 5 tahun tapi dia sudah pintar mengganti baju sendiri dan bahkan dia sudah terbiasa memasukan baju kotornya ke keranjang pakaian kotor, anak yang pintar!
Setelah berganti baju Putra menghampiri ibunya,
''Mah ayah mana? aku belum liat ayah dari pagi''rengek Putra, sepertinya dia merindukan ayahnya
''Ayah lagi mengetes mesin pompa air baru, yang kemarin ayah beli di kota, Putra mau lihat??
''Mau mau Putra mau lihat''
''Ayo mama antar lihat ayah''Titi terpaksa beranjak dari pekerjaannya yang untungnya sudah hampir selesai, tinggal di kasih tanggal dan tandai jumlah perhitungan terakhirnya lalu di simpan di buku, mereka belum menggunakan laptop masih menggunanakan buku catatan manual
Sampai di belakang ternyata pompa air sudah berjalan dan sedang di test untuk menyedot air sumur dan di tampung di ember ember besar, terlihat wajah Rasyid yang penuh dengan senyuman, saat putranya mendekat Rasyid langsung mengangkat anaknya untuk digendong, anak semata wayangnya, anak satu satunya!
''Ayah.. airnya buat apah? kok banyak banyak sekali?''
''Air ini nanti bisa digunakan untuk mencuci motor dan mobil, lalu menyiram bunga nya mamah, lalu menyiran sayurannya ayah''
''Oo begitu ya yah, bukan buat minum?''
''Bukan nak, ini lagi di kuras dulu sumur kita, biar nanti kalau mau buat minum airnya sudah bersih''
''Memangnya air sumurnya kotor yah?''
''Nggak kotor juga sih, tapi ada beberapa daun dari pohon di sebelah yang jatuh pada sumur kita, kalau di biarkan lama lama air sumur kita bisa jadi bau''
''Oo gitu''Titi tersenyum mendengar interaksi suami dan anaknya, dia merasa sangat bersyukur karena kehidupan mereka yang bahagia sekarang, tidak ada yang mengganggu
__ADS_1
Kalaupun kadang ada masalah di kebun karena panen yang kurang bagus karena di serang hama, atau karena tanaman tiba tiba layu dan mati, tapi masalah itu, seperti bumbu pelengkap dalam hidup mereka, tapi mungkin masalah baru akan datang di hidup mereka nanti, siapa yang tau