ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
SEPERTI ITU!


__ADS_3

Hari yang ditunggu oleh Titi tiba juga, hari dimana adik semata wayangnya akan cuti kerja dan pulang ke desa, Titi sudah tidak sabar menunggu, dia ingin tau apa yang dimaksud kejutan yang akan di berikan Titi kepadanya


Titi bangun jam 4 pagi seperti biasa, masak kemudian mandi dan menjalankan kewajiban kepada yang maha kuasa, lanjut nyuci baju dan membersihkan rumah dia mengerjakannya dengan semangat empat lima, jam enam lebih tiga puluh pagi pekerjaan selesai tinggal mengurus putra nya, pada saat itu Putra nya ternyata sudah bangun, dan sedang bermain bersama ayahnya di tempat tidur


''Ehh Putra sudah bangun sayang.. ayok kita mandi dulu, kemudian makan ya..'' Titi menghampiri anaknya sembari mengatakan pada suaminya kalau sarapan sudah siap dan meminta suaminya untuk segera pergi mandi, iya karena Rasyid akan tidur lagi setelah menunaikan kewajibannya dan kembali bangun di jam itu


Mereka kemudian duduk bersama sarapan pagi, Rasyid akan berangkat siang hari ini, karena adik iparnya mau mudik dan dia merasa harus menghormati nya dengan menemui nya sebelum pergi ke ladang


''Desi sampai rumah jam berapa mah?'' Rasyid bertanya pada istrinya


''jam sembilanan biasanya sih Yah, ngga tau yang sekarang mah, kemarin pas nelpon dia ngga bilang mau nyampe rumah jam berapa!"


''Terus kita nunggu di sini atau di rumah ibu?''


''Kita tunggu di rumah ibu saja mas, biar aku bisa bersih bersih dikit dulu sebelum Desi sampai, makanya sekarang kita ke sananya sekarang''Titi memperingatkan kalau mereka harus segera ke rumah ibu


''Ya ayoo atuh, ayah bawa motor kita dan kamu bawa motor Desi, biar nanti pulangnya kamu bisa mbonceng ayah, biar Desi kalau mau pake motornya sudah ada di sana'' Titi mengangguk tanda setuju dengan saran suami nya, dia harus mengembalikan motor Desi yang di titipkan di sana


Mereka pun berangkat mengendarai motor beriringan dengan kecepatan rendah, karena posisi Titi yang juga menggendong Putra, biar aman jadi Rasyid melarang Titi untuk ngebut bawa motornya


sampai di rumah Ibu Titi membuka pintu dengan kunci cadangan yang dia miliki,kemudian segera menyapu dan melap meja kursi dan menyapu lantai, dia hanya membantu sedikit membersihkan, biar nanti Desi yang mengepel dan lain sebagainya kalau dia sudah istirahat dari rasa capeknya karena perjalanan Bandung- wanareja


''Assalamualaikum..'' terdengar seruan suara familiar


''wa,alaikum sallam warohmatulohi wabarokatuh'' sahut Rasyid dan Titi bersamaan


''Ehh Rasyid sama Titi aku kira Desi, aku tadi lewat lihat pintu terbuka aku kira Desi lagi mudik, ternyata kalian''seloroh Bi Darmi, iya dia bi Darmi orang sempat jadi kayak wartawan memberitahukan perihal Rasyid yang pergi pergi sama Dena si uler keket.


''Desi memang akan pulang bi, silahkan masuk dulu bi.. bibi dari mana pagi pagi begini sudah lewat sini?'' Titi Berbasa basi kepada si wartawan kampung, wartawan yang selalu tau apa berita yang lagi hits di sekitar kampung bahkan satu Desa, wow.. sempat sempatnya ya, emang dia ada yang bayar, mungkin bayaran nya adalah kepuasan kalau orang yang diberitakan jadi populer, dan si wartawan masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu


''Oh beneran mau pulang ya Desi nya? kapan?'' dia malah menjawab pertanyaan basa basi Titi dengan pertanyaan yang lain, ya ampun..


''Iya bi beneran, paling bentar lagi nyampe, dia naik trevel pulangnya''Titi malah menjelaskan dengan detail, is apa sih Titi ini? kayak yang lagi di wawancarai saja

__ADS_1


''Wah bibi mau tungguin, siapa nyaho dapat oleh oleh nih wkwkwk'' ih si bibi malah ngarep oleh oleh, tapi biar saja lah, Titi kemudian beranjak mau menina bobokan putranya, biasa nya jam segini putranya mulai akan rewel karena mengantuk


''Sok atuh kalau bibi mau nungguin mah, aku boboin Putra dulu ya bi, itu dia sudah mulai rewel karena ngantuk'' terdengar suara anaknya dari ruang keluarga sedang merengek di pelukan ayahnya


''iya ngga papa kalau kamu sibuk mah, bibi mah duduk sendiri juga ngga papa''si bibi wartawan cuek banget duduk santai menunggu Desi pulang


Dan kemudian terdengar deru mesin mobil di sertai suara pintu mobil di buka dan di tutup lagi


''Assalamualaikum.. kakak sudah di sini ya'' Desi nylonong masuk sambil mengucap salam dan kaget karena melihat ada sang wartawan kampung yang handal duduk di ruang tamu rumahnya


''Ehh bi Darmi, aku kira kak Titi, bibi apa kabar? Desi meletakan tasnya di depan kamar miliknya kemudian beralih pada tamu yang tak di undang untuk menyalaminya


''Iya ini bibi tadi lewat.. lihat pintu rumah kamu terbuka bibi kira kamu sudah pulang tapi ternyata tadi Cuma ada Titi dan keluarganya,tapi dia bilang kamu lagi otw pulang, makanya bibi tungguin pingin tau kabar kamu! kabar bibi mah alhamdulillah selalu baik''si wartawan menjawab dengan sangat gamblang tentang kronologi bagaimana dia bisa berada di rumah itu


''alhamdulillah ya bi kalau bibi sehat mah, aku juga sehat,'' Desi memberi tahu kabarnya sambil celingukan mencari kakak dan keponakan nya yang sudah sangat dia rindukan,


''aku ke dalam dulu cari kak Titi sama mau minum, ehh iya bibi mau minuum apa?


''wah ngga usah repot repot bibi mah kopi ajah kalau ada mah'' sahut si wartawan dengan gaya sok nolak tapi ujung ujungnya request kopi, hadehh Desi tersenyum geli dan kemudian menjawab


''kak.. uppsss.. maaf maaf aku ngga lihat beneran''Desi kemudian segera berbalik badan dan menutup matanya saat memergoki kakak dan kakak iparnya sedang beradu mulut, adu mulut yang bikin baper kalau tidak sengaja melihat,dan adu mulut yang bikin Desi jadi pengen punya pacar.. ehh suami..


seketika Rasyid segera melepaskan mulutnya walau lagi syahdu syahdunya, menyesal tadi malam dia tidak minta jatah pada istrinya malah segera pergi tidur, sekarang pas lagi asyekkk ehh malah kepergok adik iparnya, dia tidak menyangka kalau Desi sudah sampai, padahal tadi suara deru mobil lumayan keras terdengar,tapi karena lagi asyekk... makanya jadi tidak terdengar atau terabaikan


Rasyid berdehem untuk menghilangkan rasa canggung, kemudian beranjak ke luar kamar melewati Desi yang masih menutup mata menghadap pintu, merasa ada yang lewat Desi membuka matanya, tau kàkak iparnya yang keluar lalu dia membalikan badannya dan melihat kakaknya menuduk malu, lalu Desi nyengir dan berkata


''Iss kakak nih, syahdu sekali adu mulut nya sampe ngga sadar aku sudah sampai, untung Putra lagi tidur dan ngga lihat''Desu menggoda kakak semata wayang nya yang masih Malu ketangkap basah


Melihat keponakan nya yang tertidur maka Desi hanya menyempatkan mencium pipi gembil keponakannya perlahan takut mengganggu tidur si bocil


Di ruang tamu si bibi wartawan sedang minum kopi yang di buat Rasyid, dia membuat kopi untuk dirinya sendiri dan tamu yang tak diundang itu


Desi keluar dengan membawa peuyem Bandung yang sengaja dia bawa untuk oleh oleh, dia menyajikan di wadah dan membungkus beberapa buah untuk bi Darmi bawa pulang nanti, mereka memakan peuyem dan setelah dapat apa yang dia inginkan bi Darmi segera pamit undur diri, dia beralasan dia sebenarnya sedang sibuk dirumah tapi ingin tau keadaan Desi

__ADS_1


Setelah sang wartawan kampung pergi, Desi segera masuk ke kamarnya, tadi dia sudah membawa tasnya ke kamar dan sudah membongkar isinya, dia mengambil barang yang akan dia berikan kepada kakak kesayangan nya yang cuma ada satu itu


''kak.. nih aku beliin handphone buat kakak'' Desi menyerahkan sebuah kotak yang katanya isinya handphone


''Handphone? buat kakak Des? seru Titi girang, dia tidak menyangka kalau kejutan yang adiknya maksud adalah yang dia di belikan handphone oleh adiknya


''Iya.. special buat kakak aku tersayang'' seru Desi dengan semangat, dia senang sekali melihat ekspresi kakaknya yang takjub pada pemberian darinya


Titi kemudian mendekat dan memeluk adiknya, Rasyid hanya diam melihat semua itu, tapi Rasyid terlihat menarik sudut bibirnya ke samping karena senang melihat eksresi istri kecilnya yang gembira


''wahh... kakak seneng banget Des, makasih ya de!'' seru Titi, tapi sesaat kemudian wajahnya tiba tiba mendung seperti sedih


''Tapi Des... kakak ngga tau cara pakainya''


ohhh ternyata Titi sedih karena tidak tau cara memakai handphone barunya


''Tenang kak nanti aku ajarin, mudah kok, aku aja semalam doang belajarnya, besoknya aku udah lancar, kan ada banyak petunjuknya dan di dalam situ ada buku panduannya juga'' Desi menjelaskan dengan mata berbinar


Titi mengamati Dus handphone dan membuka segelnya, mengambil handphone nya dan memencet tombol yang ada pada permukaan handphone tersebut tapi Titi heran


''kok mati sih de, ngga ada gambarnya?''


Desi terkekeh kemudian menjelaskan cara mengaktifkannya dan cara menggunakan nya setelah paham kemudian Titi berseru


''SEPERTI ITU''


*


*


*


◆nggak ada yang bisa nebak ya.. padahal sudah ada clue nya

__ADS_1


hemm SEPERTI ITU!


__ADS_2