
Aku langsung berlari keluar dari rumah ibu mertua ku dengan berderai air mata, aku tidak mendengarkan panggilan mertua ku hanya menangis dan menangis sampai nafas terasa sesak dan mata terasa perih, berjalan terus dengan tergesa gesa dan berlari masuk ke dalam rumah.aku bahkan sampai lupa bahwa aku sedang mengandung yang aku tau sekarang suaminya membohonginya,yang aku pikir sekarang suamiku meninggalkan ku dengan jandanya,apa ini? kenapa Mas Rasyid tega padaku? kenapa dia seolah menempatkan ku menjadi prioritas kedua setelah anak dan jandanya, pikiran ini terus saja berkelebat dalam benakku, airmataku terus mengalir, aku sudah capek! rasanya aku ingin pergi jauh saja ke suatu tempat, tapi kemana?
ketika masuk ke dalam rumah dia langsung membanting pintu dan dia seperti mendengar orang beristighgar, hah siapa itu di dalam rumah? aduh aku tadi lupa tidak mengunci pintu,tangisku langsung berhenti karena takut tubuhku berdiri kaku di tempat, mataku bergerak gerak melirik kiri kanan,lalu berjalan pelan mengambil sapu yang biasa aku simpan di belakang pintu,apakah ada maling? aduh bagaimana ini?
aku memeriksa ruang tamu dan tidak ada siapa siapa ruang keluarga juga tidak ada siapa siapa, apa malingnya masuk ke kamar ku ya? aduh gawat... jangan jangan dia tau tempat penyimpanan uang mas Rasyid ini.
aku berjalan mengendap-endap hilang sudah rasa sedih ku berganti rasa tegang luar biasa sampai perutku yang berisi janin terasa kaku dan sedikit mengeras, mungkin karena takut,si dede utun juga ikut takut.
kretek.. krekk..
Bunyi pintu lemari di buka dan di tutup
aduh dia buka buka lemari tuh, suara membuka dan menutup lemari memang terdengar sampai luar kamar karena posisi pintu kamar tidak tertutup rapat,aku berjalan mengendap melongok ke dalam tapi aku tidak melihat ada siapa siapa, lututku bergetar setengah lemas dan jantungku sudah loncat loncat saking takutnya, tapi aku harus tau siapa yang berusaha masuk ke kamar kami dan mungkin akan mencuri seuatu, berjalan pelan dan
Bukk.. bukkk.. bukkk
''Nih rasakan dasar kamu maling, beraninya masuk kamarku,kamu mau ngapain dasar sialan, kamu pikir aku ngga berani sama kamu hahh..''aku memukuli seseorang yang ada di dekat lemari dan seperti sedang memakai celana, ehhh.. make celana? kok malingnya ganti celana di sini?
__ADS_1
''Aduh aduh de kamu itu kenapa sih, ini Mas mu de, iss..''
''Loh kok kamu Mas aku kira maling, kan aku ngga tau kalau mas udah pulang'' dan itu ternyata suamiku sendiri, bukan maling, itu Mas Rasyid.
''Lagian mas kau cariin di rumah ibu mas malah udah ada di rumah''jawabku jutek.
''Eehh malah jutek gitu kamu de, bukannya minta maaf sudah mukulin aku sampai pada sakit badan mas ini''
''Bodo amat, mas ngapain pulang bukannya pergi sama jandamu itu ya'' seru ku dengan keras dan kemarahan mulai merayap ke hatiku.
''Mas kan bilangnya mau pergi sebentar tapi sampai malam gini baru kembali,mas main main di belakang aku ya, mas mau balikan sama janda gatel mu itu ya mas?'' aku berteriak,mas Rasyid mendekat dan tangannya terangkat berusaha untuk menggapai ku,tapi aku menepisnya,tidak ada air mata lagi,mataku memerah karena marah.
''apaan istighfar istighfar kamu tuh yang istighfar, orang istri sedang hamil malah pergi sama mantan gatel sialan mu itu, kamu di kasih servis plus plus ya mas sama dia,ngga puas kamu sama kau yang lagi hamil?''aku tambah emosi, merepet tidak karuan.
''De.. danger dulu,aku tuh nganterin Dena biar dia balik lagi ke rumah dia, balik lagi ke suaminya dan berhenti mengganggu kita''mas Rasyid berkata sambil berteriak biar istrinya bisa mendengarkan penjelasan nya.
''OHH YA jadi perlu waktu seharian gitu buat bikin tuh sundel bolong balik ke asalnya? lagian emang perlu kamu nganterin dia? ahhh itu mah modusan kamu aja mas''seru ku tidak mau kalah
__ADS_1
''Astagfirullah halladzim, De kamu mesti slowdown ingat kamu lagi mengandung'' mas Rasyid kembali mendekat dan mendekap ku, aku berusaha menepisnya aku menolak pelukannya aku tidak mau.. mungkin saja tadi dia memeluk si uler keket itu juga,tapi mas Rasyid berhasil memelukku dengan erat dan dia mengelus punggungku,serta membisikan kata
''De kamu adalah istri kecil kesayangan ku tidak ada yang lain,tidak ada tempat di hatiku untuk wanita lain,yang walaupun dia mantanku atau siapa pun,hanya kamu''bisikan itu membuatku melemah tubuhku perlahan menerima pelukannya, aku mendongak dan melihat matanya,aku ingin mencari apa ada kebohongan di mata itu,tapi tidak ada!
''Mass''
''iya de ini mas mu''
''Bener mas ngga balikan sama uler keket itu?"
''Ehh.. uler keket?
"Ma maksud aku Mba Dena, beneran mas ngga CLBK an sama dia?
''Ya ngga lah De, aku kan udah bilang sekarang dan sampai nanti sampai kita tidak bernyawa lagi,kamu adalah satu satu nya, aku sudah meninggalkan masa lalu ku, dan aku tidak akan pernah kembali kesana''
Aku memeluk suamiku,sebenarnya aku masih kesel tapi aku berpikir aku akan melihat dulu apa benar yang di katakan mas Rasyid. aku seperti sedang memberinya satu kesempatan lagi.
__ADS_1
# Selamat hari raya idul fitri buat yang merayakan, minal aidzin walfaidzin
Mohon maaf lahir dan bathin