
♡Maaf baru sempat update sekarang. banyak hal yang urgent di real life♥
♡back to story
♡♥♡♥♡♥
"De..ahh"desah Rasyid dengan tatapan mata yang mengandung gairah dan kenikmatan,sambil berulang kali ******* bibir mungil Titi kemudian melepasnya lagi saat suara ******* mengirama
''euhh.. ahhh.. ohh"
Titi menggigit bibirnya agar tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, dia akhirnya dengan terpaksa membiarkan Rasyid menyentuhnya lagi
Ciuman di bibirnya, belaian tangan Rasyid, hentakan berirama pada pusat pertemuan tubuh meraka, semua itu tidak dinikmati oleh Titi, dia hanya pasrah saja, tanpa perlawanan, seperti hanya sebuah boneka.
Untungnya karena lama tidak bermain permainan itu,membuat Rasyid cepat sampai pada puncak kenikmatannya, dengan hentakan tajam dan cepat hingga pekikan nikmat terserukan
''Ahhhh'' disertai tubuhnya yang ambruk menindih tubuh mungil Titi di bawahnya, kemudian menghadiahkan kecupan bertubi tubi diwajah Titi dan ucapan'' makasih ya de''lalu Rasyid berbalik dan berbaring disamping Titi dengan napas yang masih ngos ngosan
Senyuman tercetak diwajahnya dan setelah napasnya sedikit teratur Rasyid menarik Titi kedalam pelukannya walau keringat masih saja keluar menghiasi tubuh keduanya
''De sayang, mas sayanggg banget sama kamu, cinta mas juga hanya untukmu sayang...
''modus teruss nih orang, roman romannya dia mau menghajar aku terus sampai pagi nih, akhh males banget sih" bathin Titi
"hemm... kamu mau beli lagi perhiasan emas ngga de? di toko mas nya koh Chunglan ada set perhiasan emas model terbaru, kamu mau aku beliin nggak? atau mau pilih sendiri?''Rasyid yang senang karena kebutuhan bathinnya dipenuhi oleh Titi berniat membelikan Emas
"euhh ga tau lah mas, aku capek.. ngomongin itunya besok aja lah"gumam Titi lemas
__ADS_1
"Uuluh uluh sayangnya aku capek ya! sini mas pijitin, coba balik badan kamu, punggungnya dulu"modus nomer sekian dari Rasyid pijat plus plus
Tapi Titi memang benar benar butuh pijatan, dia merasa badannya pegal semua, dia bodo amat kalau akhir akhirnya harus dihajar lagi sama suaminya, Titi membalik posisi tubuhnya menjadi tengkurap, tubuh yang masih polos tanpa sehelai benang pun
Rasyid beranjak mengambil lotion di meja rias samping tempat tidur,dan kembali dengan langsung melakukan pijatan lembut dengan senang hati, walau tangannya kadang dengan sengaja berbuat nakal dengan menyentuh area area favorit nya
Titi sampai terperanjat kaget atau bahkan kegelian, saat Titi berbalik untuk memberi peringatan dengan menatapnya tajam Rasyid malah terkekeh pelan lalu menciumi wajah Titi dengan gemas
Usai dengan pijatan lalu dilanjutkan lagi dengan kegiatan kesukaan Rasyid sesi kedua sampai keduanya terkulai lemas lalu tertidur dengan posisi Titi yang dipeluk oleh Rasyid dari arah belakang dan mereka tidur sampai pagi, sampai waktu subuh menjelang
♡♥♡♥♡♥
Pagi hari setelah mengantar anak anak ke sekolah, Karena Putri juga sudah belajar di PAUD jadi dirumah kadang terasa sepi apabila para pekerja juga sudah berangkat ke tempat masing masing posisi yang sudah diatur oleh mang Ujang
Cucian sudah terjemur semua, Rasyid sudah mencuci mobil dan motor, hari ini Rasyid berencana mengajak Titi ke toko koh Chunglan seperti yang dia janjikan tadi malam
"Iih apaan sih mas, teriak teriak, aku di kamar nih"seru Titi yang mencela Rasyid karena berteriak teriak tapi dia nya sendiri juga malah berteriak menjawab seruan suaminya
Rasyid bersenandung sambil berjalan menuju kamar, saat melihat istrinya dia langsung mendekat dan memeluknya, mencium pipinya kanan dan kiri lalu keningnya juga, dia tatap wajah istrinya yang cemberut kesal
"Kenapa sih sayang koh cemberut, ayo kita ke toko koh Chunglan, buat ambil set perhiasan yang aku pesankan buat kamu"ucap Rasyid yang kedua tangannya masih melingkar ditubuh Titi
"Males ahh"ucap Titi
"Loh kok males sih! ayo dong.. nanti kan kamu bisa lihat, modelnya kamu suka apa tidak, dan mungkin ada yang lian lagi yang bagus dan kamu suka, kamu boleh nambah belinya" rayu Rasyid lagi, dia benar benar ingin membahagiakan Titi, dia pikir dengan menambah koleksi perjiasan istrinya maka mood istrinya itu bisa bagus lagi
"Kamu aja lah mas.. yang pergi.. aku beneran males" ucap Titi lagi
__ADS_1
Rasyid memandang wajah Titi lekat, tangan nya meraih tubuh itu kedalam pelukannya, Rasyid jadi bingung apa yang seharusnya dia lakukan akan membuat wanitanya kembali seperti dulu lagi
"Apakah luka itu terlalu dalam di hatinya, kenapa aku merasa sekarang sikapnya sedingin es, saat bercinta pun tidak ada lagi ******* dan teriakan yang memicu semangat, oh sayangku.. maafkan mas ya de"bathin Rasyid
"Jadi sekarang maunya kamu bagaimana sayangku? katakan biar mas tahu apa yang kamu mau hemm"ucap Rasyid dengan tatapan sendu, penuh rasa bersalah dan penyesalan
"Aku ngga mau apa mas, aku tuh capek, bete, boring, sebel, pengen sendiri!" racau Titi yang matanya berkaca kaca kemudian
"Kok mau sendiri? mas ganggu kamu ya? mas bikin kamu kesel ya?"Tanya Rasyid bertubi tubi karena dia jadi bingung dan semakin bingung dengan apa yang sebenarnya di inginkan oleh Titi" Kamu mau Es krim? mau belanja? beli baju baru? beli motor baru? mau jalan jalan ke kota? mau jalan jalan ke tempat wisata? mau apa de? sebutin aja mau apa,pasti mas akan kabulkan permintaan kamu!"
Titi malah diam dan melepaskan pelukan suaminya menghampiri tempat tidur dan mengambil handphone nya, mengutak atik sebentar lalu mendekatkan handphone itu ke arah telinganya
Titi mengacuhkan Rasyid dan malah menelpon adiknya yang berada di Jakarta
Rasyid merasa hatinya sakit, tapi dia harus bersabar, Rasyid mendekat kearah Titi dan berkata" Ya sudah kalau kamu ingin dirumah aja, mas pergi sendiri ambil set perhiasan yang sudah mas pesan untuk kamu itu ya, mas nggak akan lama! kamu mau nitip apa? siomay? Bakso? Soto? martabak? atau apa?
Titi yang sedang mencoba menghubungi adiknya tapi setelah tiga panggilan belum diangkat juga, mungkin adiknya sedang sibuk, Titi melihay ke arah suaminya dengan gusar lalu menjawab
"Masss, mas bawa aja lah, yang bisa mas bawa, aku ngga perduli" ucap Titi ketus
Rasyid mendekat lagi pada Titi, memeluknya, lalu kemudian menempelkan keningnya ke kening Titi yang mana hal itu membuat Titi terdiam tidak melanjutkan omelannya
"iya baik, mas pergi bentar ya sayang, sayanggg kamu banget" ucap Rasyid sebelum keluar dari kamarny dan benar benar pergi ke Toko emas koh chunglan
♡♥bersambung
Ga ada yang nunggu up ya?
__ADS_1
sedihnya hiks hiks hiks (si othor lebay)