
"Hallo ini dengan siapa ya?''
''Hallo ini dengan mamanya Putra benar?"
"Benar saya mamanya Putra, ada apa ya bu,"
"Bu Putra tadi jatuh pas lagi main, sekarang saya bawa ke puskesmas, ibu saya mohon segera ke sini ya, soalnya anaknya nangis terus ini"
"Ya allah kok bisa, iya saya ke sana sekarang"
"Mas mas Putra jatuh mas sekarang di Puskesmas, ayo kita kesana mas" Titi panik berteriak teriak sambil berlari nyariin suaminya, nyariin tas dompet dan kunci motor, Rasyid yang mendengar panggilan panik istrinya segera mendekat dan bertanya karena masih belum mengerti apa yang terjadi
"Ada apa sih mah, kamu kok panik gitu?"
"Putra jatuh mas, ayo sekarang kita ke puskesmas"Titi segera berlari keluar sambil mengambil helm di atas lemari yang sengaja di taruh disebelah jalan keluar, Rasyid kaget langsung sigap mengikuti istrinya mengambil helm dan memakainya
"Biar mas yang nyetir mah" seru Rasyid sembari mengambil kunci motor dari tangan istrinya, mereka segera berangkat menuju Puskesmas
Di Puskesamas Putra terus saja menangis, lututnya lecet parah dua duanya, sudah du obati sama pak mantri dan di beri perban, tapi rasanya pasti sakit, apalagi dia masih anak anak, Dia menangis dengan memanggil nama ibunya terus menerus sehingga membuat panik guru yang menemaninya
Titi sampai langsung berlari mencari dimana keberadaan anaknya, bertanya pada perawat yang dia temui, Rasyid mengikuti dengan sigap di belakangnya
"Putra Putra" saat mendengar suara tangisan anaknya Titi segera mencari sumber suaranya, di sebuah ruangan IGD dia menemukan putranya sedang terbaring menangis,suara tangisannya sungguh memilukan hati, air mata Titi auto menetes tanpa bisa di tahan, dengan secepat yang dia bisa segera menghampiri putranya
''Putra nak, apa yang terjadi sama kamu nak? sayangnya mama.. mana yang sakit nak'' pertanyaan langsung bertubi tubi Titi tanyakan sembari merengkuh tubuh kecil anak semata wayangnya,Titi mengelus kepala anaknya mengusap airmata diwajah kecil nan lugu itu, kemudian menciuminya dengan sepenuh hati, rasanya hati Titi teriris sembilu, perih dan sakit melihat anaknya yang kacau, mata kecilnya sembab karena terlalu banyak menangis, bajunya lusuh dan kotor, lututnya di perban di kedua kakinya
''Kamu kenapa sayang? hemm.. bilang sama mama nak, kamu kenapa?Titi kembali menanyai anaknya sembari tetap memeluknya, Rasyid mendekat dan mengelus kepala anaknya, hatinya mencelos melihat keadaan anaknya, dia bingung apa sebenarnya yang terjadi,kemudian dia teringat keberadaan ibu guru yang tadi menelpon mereka, Rasyid mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan dan mendapati seorang wanita sedang berdiri di sudut ruangan dekat pintu dan melihat ke arah mereka, Rasyid menduga dialah guru dari anaknya tersebut.
Rasyid beranjak mendekat kepada wanita muda tersebut dan bertanya
''Maaf apa anda guru dari anak saya? ''
''I iya benar pak, saya gurunya Putra''wanita itu menjawab dengan tegas dan segera menghampiri ranjang perawatan dan berkata
__ADS_1
''Bu, pa, maaf kami dari pihak sekolah mohon maaf atas kejadian ini, kami lengah dan terlambat mengetahui kalau anak anda sedang di buli oleh teman temannya, kami pihak sekolah sudah memanggil orang tua dari anak anak yang membuli nak Putra, kami sudah memberikan peringatan kepada mereka agar mereka tidak mengulanginya lagi''kata kata guru wanita itu seakan sebuah tamparan di wajah Titi, anaknya di buli? kenapa bisa?
''Kenapa bisa bu? kenapa anak saya bisa di buli? apa yang sebenarnya terjadi bu, tolong ceritakan kepada saya semuanya agar saya mengerti''
''Begini bu menurut cerita dari Putra dan dari anak anak yang membuli nya, awalnya mereka bermain bersama,tapi karena Putra tidak mau meminjamkan mainannya mereka jadi marah, dan mengatai Putra sombong, anak orang kaya baru yang sombong seperti itu lebih jelasnya bu, dan ketika Putra menjawab bahwa dia tidak sombong karena sebenarnya Putra sudah mau bermain bersama mereka tapi karena mainannya Putra rusak, maka Putra jadi tidak mau main lagi sama mereka,lalu salah satu dari anak itu mendorong Putra sehingga lutut Putra jadi terluka seperti ini, begitu bu''
''Saya harap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi bu, dan masalah ini juga tidak akan saya biarkan, saya mau ada efek jera dari kejadian ini sehingga lain kali tidak akan terulang lagi''Titi berkata dengan wajah datarnya, dan kalau kau perhatikan matanya seakan ada kilatan emosi yang sangat besar di dalamnya
Rasyid menghela napas dalam, dia sebenarnya tidak terima anaknya mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi pelakunya juga masih anak kecil, sehingga dia tidak bisa berbuat banyak dan tidak mau memperpanjang masalah, asal pihak sekolah sudah melakukan tindakan peringatan maka dia sudah menyerahkan semua urusan pada pihak sekolah,dia hanya akan fokus pada anaknya
''Baiklah bu guru sudah boleh kembali ke sekolah,biar Putra kami yang urus''Ucap Rasyid tegas dengan mimik wajah datar dan serius, dia harap bu guru itu mau mengerti yang sebenarnya dia sedang menahan emosi,Orang tua mana yang akan rela anaknya jadu bahan bulian
Ibu guru tersebut akhirnya berpamitan untuk kembali ke sekolah,Rasyid dan Titi membawa pulang Putra
Karena kejadian itu Putra jadi pendiam, karena luka di lututnya juga maka Putra lebih memilih diam di depan televisi, walaupun acaranya bukan acara favorit nya dia akan lebih memilih untuk berada di sana, saat Titi mengajaknya mengantar makanan ke ladang dia memilih tidak ikut, padahal biasanya dia selalu antusias untuk pergi ke ladang, Titi jadi sedih melihat perubahan pada anaknya
*3 minggu kemudian
Pada saat di ladang dan saat itu jam istirahat, setelah menyeduhkan kopi untuk suaminya Titi duduk melamun menunggu suaminya selesai mencuci tangan, ketika Rasyid melihatnya dia mengernyitkan dahinya karena heran, apa yang sedang dilamunkan istrinya, kenapa kesannya istrinya itu sedang sedih, apakah masalah putra belum selesai?
''Mas ih ngagetin aja''Titi cemberut dan mengerutu
''Kamu kenapa sih ma, kok melamun?''Rasyid malah terkekeh gemas dengan kelakuan istrinya, siapa suruh melamun,di sentuh dikit aja kan jadi kaget.
''Itu mas, Putra sekarang jadi pendiam, dia ngga kepi lagi, biasanya kan apa apa di tanyain, eh ini mah diam aja nonton tv, acara masak masak juga biasanya dia nggak suka, langsung matiin tv dan nyari aku.. ehh sekarang mah dia lait juga itu acara, mama heran deh''curhat Titi
''Emm dia masih nggak mau berangkat sekolah ma?''
''Nggak mau dia, dia bilang kakinya masih sakit, padahal korengnya sudah sembuh mama lihat mah''
''Bagaimana kalau nanti kita bicara baik baik sama dia, kalau tetap ngga mau sekolah maka akan kita coba pindahkan ke sekolah lain mau ngga? mungkin dia takut ketemu teman yang ngebuly dia dulu itu''saran Rasyid dan Titi mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju
''Iya deh mas, nanti kita bicara sama dia berdua ya''gumam Titi
__ADS_1
Rasyid tersenyum dan punya ide untuk menggoda istri kesayangannya yang sedang galau masalah putra mereka
''Mah kenapa harus berdua coba, emang kalau sendiri kenapa,''
Titi mengernyitkan dahinya bingung kok kayaknya suaminya nyambung pembicaraannya ke arah lain, dia melihat ke arah suaminya yang ternyata sedang tersenyum senyum, Titi tidak menyadari bahwa jarak mereka sangatlah dekat sehingga dengan satu gerakan saja sang suami sudah bisa nenggapainya dan menyentuhkan dirinya, wajah Titi tiba tiba merona malu, bisa bisa nya suaminya itu menggodanya, ya memang dia ingat sudah lama dia tidak menghiraukan suaminya karena terlalu fokus pada putra mereka dan numpuknya pembukuan yang harus segera di rekap,ide jahil Titi kemudian muncul
''Yah kalau mas ngga mau berdua sama aku, ya sudah aku sendiri aja yang ngomong ke Putra,''Mode pura pura marah on
''Mas ini gimana sih, anak kan bukan anak aku aja, dia juga anak kamu''
Rasyid mengulum senyum melihat mode merajuk sang istri
''Ahh iya aku lupa, karena saking lamanya jadi lupa cara membuat Putra dulu, dulu gimana ya mah cara membuatnya?''goda Rasyid
Titi melirik suaminya dengan lirikan mautnya,bisa bisanya suaminya itu malah menggodanya, padahal itu mereka sedang di ladang dan mereka sedang membicarakan masalah serius tentang anak mereka
Dilirik begitu Rasyid malah terkekeh, dia rasanya senang bisa menggoda istrinya, masalah putranya dia akan segera menyelesaikannya tapi mereka tidak boleh kehilangan cinta dan perhatian satu sama lain diantara mereka, Rasyid merengkuh tubuh istrinya ke dalam pelukannya, Titi terkesiap, dia kaget secara ini di ladang, walaupun mereka berada di gubuk dan jarang sekali akan ada orang datang tapi bagaimana jika tidak mereka tau tiba tiba ada yang datang
''Mas ih ini di ladang, kalau ada orang lihat bagaimana?''
''Lah aku kan peluk istri aku sendiri, biarinlah kalau ada orang lihat''gumam Rasyid masih sambil memeluk Titi
''Ih mas lepas ah, ayo kita pulang aja atuh kalau mau peluk peluk mah di rumah aja'' kata Titi,dia risih beneran takut ada orang lihat dan jadi bahan gosip
''Eeciiiee cie yang ngajak pulang, mau ngajak ngamar ya'' goda Rasyid sambil terus menggoda istrinya
''TAU AH GELAP''seru Titi kemudian dia beranjak ke arah motornya dan kemudian pergi untuk pulang.
Rasyid terbengong melihat istrinya ngambek dia mengusap wajahnya dan segera menyusul pulang, *Cepatlah Rasyid nanti kau tidak dapat jatah lebih lama, sudah tau istri lagi pusing kepikiran anak malah di godain terus, cepat sana ikut pulang wkwkwk
TBC*
*cathor: aku masih pusing pusing nih reader, masih dalam keadaan recovery.
__ADS_1
jangan lupa like dan komentar nya ya
kasih penilaian bintang lima dong (gratis semua ini)