
Hari Senin pagi satu hari setelah jalan jalan bersama keluarga, hari ini semua orang sudah kembali ke aktifitas masing masing.
Desi dan Harun sudah akan kembali ke Jakarta siang hari ini, Titi dan Rasyid sudah menyiapkan beberapa hasil kebun mereka, yang sudah di pack secara apik untuk dibawakan sebagai buah tangan special dari desa.
Saat Titi sedang berkutat di dapur untuk membuat sarapan pagi.. Rasyid diminta oleh Titi untuk memasukkan semua hal yang dipersiapkan untuk Desi bawa kembali ke Jakarta ke bak mobil mereka, sehingga saat sarapan sudah selesai mereka bisa mengantarkan barang tersebut setelah mengantar anak anak kesekolah kecuali Robi
Rasyid masuk kembali ke rumah dan menuju dapur untuk melihat apa yang sedang dilakukan istrinya,
oh sayangku masih masak! belum selesai ternyata
Rasyid tersenyum jahil saat sudah berdiri dibelakang Titi Rasyid segera memeluk istrinya yang sedang masak dan kemudian berkata
''De aku sudah masukin semua barang yang buat kita kasih ke Desi, aku mandi duluan ya,atau mau mandi bareng?bisik Rasyid ditelinga Titi yang membuat istrinya itu terperanjat kaget
Euhh... mas Rasyid nih ngagetin aja!
''Mas ihh... kaget tauuu''
Rasyid terkekeh dan kemudian melepaskan pelukannya, mencium pipi istrinya
ihhh gemess.. pengen ku makan kamu de
Kemudian pergi untuk membersihkan diri
Setelah menata semua hasil masakannya kemudian Titi pun melihat apakah anak anaknya sudah siap berangkat sekolah
Masuk ke kamar anaknya dengan mengetuk pintu terlebih dahulu
Tok Tok
"Putra sudah mandi belum nak"
"Sudah ma, bentar lagi Putra ke meja makan"sahut Putra yang saat itu sudah mengenakan seragam merah putih khas nak SDN, dan Titi pun beralih ke kamar Putri yang berada tepat disamping kamar kakaknya
Tok tok
"Dedek Puciiii... syudah mandi belumm.."Titi mengetuk pintu lalu kemudian membukanya dan masuk melihat anaknya yang sudah memakai seragam PAUD dan sedang menyisir rambutnya yang panjang hitam dan lebat anak kecil imut itu menoleh dan tersenyum melihat ibunya
__ADS_1
"Syudah dong ma,"Titi mendekat dan mengambil alih sisir berwarna merah jambu itu dari tangan putrinya, membantu menyisir rambut Putri dengan perlahan kemudian membantu mengikatnya menjadi satu di bagian atas kepala seperti ekor kuda
"Sudah cantik banget anak mama.."
MMMUACHH
Satu kecupan berlandas di pipi gemoy Putri
"Yok kita sarapan dulu, lalu berangkat bareng ayah" ucap Titi seraya menggenggam tangan kecil putrinya dan menariknya lembut keluar dari kamarnya setelah sampai diluar Titi baru teringat akan putranya yang satu lagi
"Ohh iya nak.. mama ke kamar kak Robi dulu, mau lihay dia sudah bangun atau belum, kamu ke meja makan duluan ya, kak Putra sama ayah sudah disana" Putri mengangguk kemudian melangkah menuju ruang makan
Sedangkan Titi menuju kamar Robi, diketuknya pintu dari luar
Tok Tok
"Nakkk... ini mamaaa nih, kamu sudah bangun belum?"
Hening... tidak ada jawaban
Tok Tok
Titi membuka pintu dan melongokkan kepalanya ke dalam, Dan Titi melihat Robi masih terbaring ditempat tidur,Titi mendekat dan menyentuh bahu anak remaja itu dan mengguncankannya pelan
"Robii.. nak.. bangun yuk.. sudah siang nih.."
Emmmm
Si anak malah melenguh dan membalikan tubuhnya membelakangi Titi lalu bergumam
"Ahh aku masih ngantuk pa.. lima menit lagi ahh"gumam Robi tanpa membuka matanya
Titi terkekeh merasa lucu karena Robi malah memanggilnya papa
dia kira aku papanya
Akhirnya Titi memutuskan untuk membiarkan Robi tidur sebentar lagi, karena Robi juga tidak pergi ke sekolah memikirkan tentang sekolah membuat Titi jadi berpikir, anak itu sedang bolos sekolah hari ini, Titi mendesah karena masih belum tau apa penyebab Robi kabur dari rumahnya
__ADS_1
''Robi nakkk.. Ini mama Titi nih.. bukan papa mu, sini dulu mama mau ngomong dengerin'' Titi menarik narik baju Robi pelan agar di anak mau memperhatikan apa yang ingin dia katakan
''Emmm.. apa ma''Robi membalikan badannya malas dia bahkan masih menutup matanya membuat Titi gemas
''Mama cubit nih.. ihh gemess sama kamu, udah gede malah males malesan gini, dengerin Nak.. mama mau antar adek kamu ke sekolah mereka.. dan juga antar beberapa barang kerumah Tante Desi, kamu setelah ini bangun terus mandi ya.. habis itu makan, makanan sudah siap di meja makan, kamu suka nasi goreng buatan mama kan?, ya udah mama mau urus adek kamu dulu''
pukk pukk
''Bangun ihh''
Titi menepuk pundak anak tertuanya kemudian berlalu
♡♥♡♥♡♥
Jam Di dinding menunjukkan waktu pukul 10.00 pagi
Titi duduk di samping Robi pada sebuah sofa yang ada di ruang keluarga rumah mereka, dan Rasyid duduk dikursi lain yang saling berhadapan dengan mereka terhalang meja
Suasana mendadak hening, mencekam, dan udara disekitar pun seakan hanya sisa sedikit saja untuk mereka bagi bertiga
EHHEMM
Titi berdehem untuk mengusir rasa yang membuat mereka jadi canggung, yang Titi inginkan adalah Robi bercerita pada mereka tanpa diminta lagi, karena sudah ditegaskan bahwa saat ini lah Robi harus menceritakan apa yang sebenarnya terjadi
Titi melirik pada suaminya yang malah dibalas dengan gelengan kepala oleh Rasyid yang menandakan dia juga tidak tau apapun.
''Oke, sekarang saatnya Robi cerita ke mama apa yang terjadi sampai membuat kamu pergi dari rumah ngga bilang bilang ke papamu''ucap Titi akhirnya sudah tidak bisa lagi menunggu, ditatapnya anak angkatnya itu lembut
Robi melihat ke arah mamanya dan ayahnya bergantian lalu mulai bercerita
''Robi benci sama papa, dia jarang pulang kerumah.. aku sering hanya tinggal dirumah sendirian dan kesepian, kadang aku sampai kelaparan ngga ada makanan dan aku ngga punya uang, papa ngasih aku cuma buat jajan dan ongkos berangkat sekolah, paling papa pulang tiga hari sekali atau pernah juga seminggu baru pulang''
Robi mendesah dan kemudian menyambung ceritanya
''Saat ada undangan Rapat wali Murid di sekolah Papa tidak pernah mau datang, dia bilang papa sibuk nak, lagi kerja nak, atau ada aja alasan lainnya''
''Suatu hari aku telepon Papa karena dia sudah seminggu tidak pulang, uang jajan dan ongkos sudah habis padahal makanan juga di lemari es sudah habis,aku telepon papa yang angkat malah perempuan, dan perempuan itu bilang papa lagi tidur padahal waktu itu jam 09.00 pagi, dan perempuan itu bertanya kamu siapa? pada Robi.. ya Robi bilang Robi anak papa, ehhh si perempuan bilang aku bohong, aku penipu.. dia bilang Mas Hendra bilang dia tidak punya anak, terus dia langsung menutup sambungan telepon, padahal aku belum bicara sama papa, dan aku coba telepon terus berkali kali tapi malah nomornya tidak bisa di hubungi lagi''
__ADS_1
Hiks hiks hiks
♡Bersambung