ApakahKau Bahagia?

ApakahKau Bahagia?
SEMAKIN TINGGI SEBUAH POHON MAKA SEMAKIN BESAR ANGIN YANG MENIUPNYA


__ADS_3

Bermain dengan buah hati adalah sebuah moment yang menurut sebagian orang adalah hal sepele,tapi berdampak besar pada psikologis anak,Rasyid tau itu dan dia sangat menikmati moment indah tersebut


Dulu saat anak pertamanya di dalam kandungan sampai terlahir sampai kemudian tumbuh,dia tidak memiliki kesempatan untuk membersamai, mencurahkan kasih sayang dan perhatian, waktunya hanya dia habiskan di ladang dan sawah milik mertuanya dari pagi buta sampai matahari hampir tenggelam, dan malam hari dia mendapati anak nya sudah tertidur dan dia harus beralih pada istrinya, menuruti keinginannya untuk memberi nafkah bathin atau permintaan istrinya yang kadang membuatnya mengelus dada.


Rasyid seperti di tuntut untuk menjadi menantu yang baik dan berguna bagi mertua,suami yang baik yang menuruti semua kemauan dan kebutuhan sang istri dan membuatnya menjadi ayah yang tidak mengenal anaknya sendiri, tidak heran Robi sang putra pertamanya tidak begitu dekat dengannya.


Tapi itu dulu, sekarang dia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama kepada Putra keduanya, dia ingin mencurahkan semua kasih sayang perhatian dan apapun kebutuhan anaknya dalam hal makanan dan pakaian, mainan dan bahkan Rasyid sudah membuat tabungan untuk pendidikan anak anaknya terutama anak yang ada bersamanya, untuk anak pertamanya yang ikut dengan mantan istrinya dia selalu mengirimkan uang untuk membantu keperluannya dan hal sama juga dia lakukan dengan membuat tabungan untuk pendidikan di masa depan putranya.


Semua yang Rasyid lakukan dia selalu membicarakannya dulu dengan Titi sang istri,dan Titi selalu mendukung keputusan Rasyid terutama dalam hal masa depan anak anak, bahkan Titi dengan senang hati memilihkan pakaian,sepatu, dan segala kebutuhan anak tirinya ketika mereka membelikan kebutuhan Putra kandung mereka.


Ketika Rasyid merasa apa yang dia lakukan sudah benar tapi tidak menurut orang lain apalagi kalau orang lain itu membenci mereka, Kenapa mereka membenci Rasyid? karena Usaha Rasyid dari hari ke hari semakin maju dan kehidupan mereka sekarang sudah sangat mapan malah bisa di bilang mereka itu orang kaya baru.


Titi adalah pribadi yang dermawan,dia bercermin pada keadaannya dahulu kala ketika makan pun tidak cukup kenyang dan dengan lauk seadanya, maka Titi sering memberikan sedikit bahan bahan pokok kepada tetangga sekitarnya, bahan pokok yang berupa beras,telur,minyak goreng, dan gula pasir.


Hal ini kadang malah menjadi bumerang untuk Titi,karena pembagian tidak bisa merata ke seluruh penduduk sekitar, Titi hanya memilih orang orang terdekat dari rumah dan diutamakan yang kurang mampu, maka sebagian orang yang lain yang tidak terjatah akan menjadi marah dan menggujingkan kedermawanan Titi sebagai bentuk pamer saja


Hal tersebut sudah sering sampai ke telinga Titi dari orang orang yang berniat menjilat agar mereka tetap mendapatkan jatah shodaqoh dari Titi, Titi mengetahui hal ini, dia menanggapi hal itu dengan senyuman dan dia bilang ''ngga apa apa bu, biar mereka mau bicara apa!''


Dan pembagian shodaqoh terus berlanjut dengan memberikan secara rutin setiap 3 bulan satu kali,dan dengan penerima yang berbeda di tiap waktu,Titi bahkan membuat catatan khusus untuk hal ini, 10 orang di tiap periode.


...★★★★★★★★★★★★★★★...


Dan di sisi lain karena perselisihan yang tidak terkendali yang terjadi pada Iman dan Harun maka dengan berat hati Desi meminta izin kepada sang majikan untuk mengundurkan diri, sang majikan yang tau dengan jelas alasan kenapa Desi mengundurkan diri merasa sangat menyayangkan hal tersebut, Tapi juga tidak bisa menahan Desi,karena walau di iming imingi dengan kenaikan gaji yang lebih besar tetapi Desi tetap menolak untuk tetap bekerja disana, alasannya sudah sanagt jelas.


Desi menghubungi sebuah yayasan yang menyalurkan tenaga Asisten rumah tangga, dia akan pergi dan tinggal di sana sementara waktu sampai menemukan majikan baru, yayasan tersebut juga mengajarkan cara kerja yang baik, tata krama yang baik dan bahkan mengajarkan bahasa asing bagi yang berminat, tentu Desi sangat antusias dalam belajar bahasa asing mengingat sebelumnya dia selalu kesulitan berkomunikasi dengan majikan asal korea nya, Desi berpikir minimal dia bisa berbahasa Inggris maka dia bisa berinteraksi dengan majikan nya yang mungkin saja keluarga orang asing lagi yang sedang ditugaskan di negerinya.


Dan Desi siap keluar dari rumah majikannya besok hari, semua hal sudah di tata rapi olehnya, hanya tinggal berangkat saja, gaji terakhir juga sudah dia terima.


Hari yang ditunggu tiba, hari ini dia akan keluar dari rumah majikan lama nya menuju ke yayasan pelatihan ART yang disebut yayasan ART TOP


Tok tok tok


Pintu ruangan Desi diketuk dari luar

__ADS_1


''iya ada apa ya?'' Desi membuka pintu melongokan kepala nya dan bertanya pada si pengetuk pintu


''Itu ada Taksi Yang, kamu yang pesan? mau kemana emang pake taksi?''Iman memberondongnya dengan pertanyaan dan mimik heran bahkan dahinya sampai berkerut.


''Iya aku yang pesan, aku mau pergi dari sini! aku muak sama kamu dan Mas Harun yang selalu saja bertikai seperti anak lecil''


Desi menjawab pertanyaan dari Iman dengan santai, dia segera berlalu mengeluarkan tas tas yang berisi baju dan semua barang barang yang dia miliki, tidak ada yang tertinggal!


''A apa'' Iman terkejut bukan main, rasanya seperti mendengar suara petir di tengah hari yang cerah cenderung panas.


''Des please kamu mau kemana kasih tau aku!, aku ngga bisa jauh dari kamu, aku ngga bisa kamu tinggalkan begitu saja,kamu kan tau seberapa besar rasaku padamu''cegat Iman dan bahkan tangannya sudah mencengkeram tangan Desi untuk mencegah dia pergi, tapi Desi melepaskan tangannya dengan terpaksa, sebenarnya Desi tidak mau menyakiti salah satu atau bahkan kedua teman kerjanya makanya dia mengambil keputusan ini.


''Maaf aku harus pergi''Desi melangkahkan kakinya mantap, dia sudah berpamitan pada majikannya tadi dan dia sengaja tidak berpamitan pada dua pemuda yang sebenarnya sangat baik pada Desi, atau mereka baik karena ada maunya? walauhu allam.


Iman termenung karena kaget, bingung dan tidak tau harus berbuat apa.


Di depan pintu Harun berdiri diam memandang ke arahnya dalam diam, dia tidak mau mengatakan apa pun sekarang semua sudah terlambat baginya untuk mencegah Desi sang pujaan hati keluar dari sana, biarlah nanti Harun akan menelpon dan bertanya apa alasannya


klunting klunting


Nada pesan masuk pada handphone Desi


''Si, kamu mau kemana? tolong kasih tau saya!'' bunyi pesan dari Harun


''Aku pergi ke Yayasan mas, aku akan mencari tempat kerja baru'' balasan pesan dari Desi


''Tolong jangan putuskan tali silaturrahmi di antara kita!"


''baiklah mas,tapi untuk bertemu muka.. sepertinya kita tidak bisa melakukannya dalam waktu dekat ini, entah kapan kita akan bertemu lagi''


''Aku akan sabar menunggu saat itu, mohon maafkan aku yang membuat mu tidak nyaman saat bekerja di sini,aku tidak bisa menahan diri untuk membiarkan kamu di dekati pria lain''


''Akuuu''Desi tidak bisa melanjutkan kata kata balasan pesannya, dia bingung harus berkata apa

__ADS_1


''Saya tau kamu kesal atas sikap saya, maaf karena saya mencintaimu dengan cara seperti ini!''


''Sudahlah mas jangan di bahas lagi, mungkin harus seperti ini jalannya''


''Mohon jaga diri kamu, hati hati di jalan dan jangan lupa mengabari, suatu saat nanti saya akan datang untuk membuktikan apa yang saya katakan adalah benar, bahwa saya mencintaimu''


''Baiklah mas aku akan berhati hati, dan mas juga jaga diri jangan lupa makan!''


Desi menyimpan kembali handphone nya ke dalam tas dan kembali melihat ke arah luar jendela mobil, perjalanan sudah ditempuh lumayan jauh, tapi belum sampai juga, Desi kemudian bertanya pada pengemudi taksi


''Pak apakah tempat yang saya tuju masih jauh?''


''Nggak mba.. sebentar lagi sampai, di depan sana belok kanan''


''Baiklah pak,saya kira masih jauh''


Klunting klunting


Bunyi nada pesan kembali terdengar tapi Desi mengabaikannya karena yayasan yang mereka tuju sudah ada di depan mata


Desi kemudian turun dan masuk ke dalam, melakukan prosedur awal seperti pengisian data diri dan ketika selesai dia diantar ke sebuah kamar yang seperti kamar asrama, kamar itu berisi beberapa tempat tidur dan lemari lemari kecil, tempatnya sangat bersih dan rapi, Desi di antar ke sebuah tempat tidur yang masih belun ada penghuninya, dia diminta untuk membereskan barang nya ke dalam lemari kecil itu, tapi karena barang barang Desi yang lumayan banyak, maka Desi hanya menata sebagian barang yang diperlukan untuk sehari hari, sisanya dia tetap membiarkan di dalam tasnya dan di letakan di atas lemari kecil tersebut.


Siap untuk mulai hari esok, belajar bahasa inggris,dan melatih skil sebagai ART profesional!


Belajar masak masakan ala barat dan ala ala Chinese, dan tentu saja masakan asli Indonesia


Desi berharap nanti di tempat kerja yang baru dia tidak mendapat masalah seperti yang sudah berlalu.


*cathor


hadeh maaf ya kalau part ini isinya garing


semoga kalian masih mau baca

__ADS_1


__ADS_2