
Assalamuallaikum ibu, runi.. kok sepi banget sih? Reni membuka pintu rumah. Ia mencari di sudut rumah dan di kebun belakang juga tidak ada. Suara gemericik air dari dalam kamar mandi terdengar nyaring.
Tok
tokk.. tokkk
'Run?? Lagi mandi ya???'
'Apa??? Iya bentarr napa sih.' suara Aruni menggema.
'Yaudah aku ke dapur dulu mau nata belanjaan. Habis ini gantian aku yang mandi. timpal Reni.
Ceklek..
'Aku udah tuhh, sana mandi. Dari mana sih tumben cepet banget. Biasanya kalau belanja udah kaya pindah tidurnya ke mall. Betah ngadem lirih Aruni masih bisa di dengar oleh Reni.
' Hmmm kepo yaa... ujar Reni. ' Kasih tau gak yaa ke Aruni kalau tadi aku ketemu sama mas Agastya dan bude di sana. Tapi kalau aku kasih tau. Nanti dia sakit hati kalau mas cintanya itu mau lamar anak orang lain. Duhhh.... Dilema jadi sahabat ini. Kenapa aku tadi ga tanya bude ya namanya siapa perempuannya itu. Bego banget sih.. batin Reni sambil melamun.
'Heii!!! Ren!!! ngelamun aja.. Sepi job apa sampe gitu amat pungkas Aruni membuyarkan lamunan Reni.
' Gapapa kok. Aku mandi dulu bayyyyyy.........
' Kesambet apa itu anak? Masa hantu plaza suka sama dia. Modelan ayam pasar seperti itu memang ada ya yang mau hihii tawa Aruni
__ADS_1
...----------------...
'Halo om Assalamullaikum..
'Waalaikumsallam, kenapa gas???
'Selamat pagi om, Agastya udah selezai belanja keperluar lamaran om. Ibu juga udah beli kue buat buah tangan. Tegas Agastya pada pak Halim.
'Baiklah, mau kesana sore atau abis isya aja? Om senggang hari ini. Semua acara selesai jam 1 siang. Nanti om akan mampir kerumah bicara dengan ibumu biar ndak bawel.
' Nah gitu dong, gak kasian apa ponakan dah hampir keropos nahan rindu.
' Kayaknya kamu butuh obat jiwa deh.
'Waalaikumsallam om.
Tut.. tut..
Agastya cengar cengir di parkiran Polres. Dengan santai dan sombongnya dia melangkah memasuki ruang kerjanya sambil melempar senyum ke beberapa temannya.
'Agastya udah ganteng gaseberapa, tampan juga nanggung tuwir. Bucin gilak ucap Indra temannya sambil meletakan telapak tangannya di dahi Agastya.
'Hihh!! Singkirin tanganmu. Dipikir aku kurang waras apa!!
__ADS_1
' Ya aku takut kamu bucin akut. Dah obatnya susah kalau gila kan aku beban banget. Mana aku doang yang baru dateng. Gerutu temannya.
' Aku ini mau lamar bidadariku. Jangan kau pikir aku miring. Ak masih waras masih kuat berjam -jam, jari telunjuk Agastya diletakan di dahi menyimpulkan kurang 1 ons.
'Hah kapan??? Kok mendadak??? Indra protes.
'Ya aku udah ga sabar mau nikahin dia. Pengen cepet bisa hamilin dia. timpal Agastya.
'Cocotmu itu emang gabisa dijaga yo! Lelaki itu harusnya mikir tanggung jawab ini malah mau cari tanggungan dulu baru cari jawaban. Ahh susah ngobrol sama guci pasar. Indra meninggalkan Agastya.
"Dek Aruni sebentar lagi kamu akan jadi miliku. Kamu gak akan kesepian lagi. Aku akan jaga kamu sampai maut memisahkan teriak Agastya lantang diruangan.
...----------------...
"Pak pono. Saya minta tolong Bu Aruni untuk menghadap ya. Saya tunggu sekarang. Pinta pak Halim.
'Baik pak ditunggu sebentar. Saya panggilkan dulu, pak pono melenggang keluar kantor desa.
'Assalamuallaikum, Pak kades memanggil saya? tanya Aruni lirih sambil menunduk.
' Iya bu Aruni. Silahkan duduk.
bersambung
__ADS_1