Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 72 #Molor kebo


__ADS_3

''Ya ampun dek, masih utuh juga tiga piring di meja depan pintu. Kamu makan apa seharian ini sampai kenyang gak makan nasi?''


Ceklekk... Agastya menatap kamarnya yang sedikit menggelap, dinyalakanlah lampu kamar itu hingga tampaklah wajah ayunya yang sedang tidur, entah kenapa istrinya tidur senyenyak ini sampai tak sadar bahwa suaminya pulang.


Cup.. Agastya mendaratkan kecupan di kening istrinya yang tertidur pulas, ia tak berniat membangunkannya.


Aku mandi dulu saja, nanti baru aku bangunkan setelah selesai. Mungkin dia lelah sekali seharian ini.


Byuur.... Byuuuurrr....


''Dek, sayang ayok bangun! Jam berapa ini sayang, kenapa kamu senang sekali mengabaikan suamimu saat pulang, hem?'' Berkali - kali Agastya menciumi istrinya sampai bangun.


Plapp...


''Ahh.. Hoamm.. Mass! Sudah pulangkah? Hmm... Maaf aku ngantuk sekali hari ini, tadi di sekolah hanya mengajar sebentar dan langsung pulang. Dari pada mual aku tidur deh.''

__ADS_1


''Iyaa dek, nyenyak ya sampai tiga piring nasi dari ibu masih utuh? Makan apa tadi di sekolah, hem?''


Aku bingung mau menjawab apa, jika suamiku tau apa yang aku makan hari ini pasti marah. Yaa.. Nasi pecel dengan sambel kacang jawa alias salad lokal ini sedikit pedas. Hmm.. sikap overnya pasti kumat lagi!


''Makan snack dari sekolah yang, rotinya mengenyangkan sekali. Jadi aku kenyang sampai sekarang.'' Aruni meringis pada suaminya yang sudah wangi. Dipeluk - peluk dan dihirup dalam - dalam aroma vanilla dari dalam tubuh suaminya itu.


Agastya dan Aruni keluar kamar mencari ibu, niatnya mau antar istrinya ke rumah ibu mertuannya mengambil laptop.


''Kemana lee? Kamu sudah makan nduk?''


''Gapapa sayang, ibu juga pernah seperti itu! Dulu hamilnya suamimu juga ibu males - malesan, makannya disebut hamil kebo! Lahirnya juga badannya kaya kebo, sampai sekarangpun juga tuh liat wajahnya kalau marah bukan kaya banteng tapi kaya kebo! Oh ya, sudah jadi dimakan belum tadi?''


''Belum bu, entah kenapa istriku tidur begitu nyenyak. Apa karena bawaan hamil ya? Atau?'' Agastya menggantungkan kalimatnya yang tak jadi ia teruskan.


''Jangan bikin istrimu sakit, kelelahan dan pikiran. Jika itu terjadi tiada ampun bagimu! Jangan ngeyel Agastya, tahan!'' Bu Hakim mendelik kesal pada anaknya yang lapuk akut itu, susah sekali jika sudah dekat - dekat dengan istrinya.

__ADS_1


Tringgg... Tringgg...


''Assalamuallaikum, ya haloo.. Ada apa Fir?''


''Fir? Kau yakin memanggilku itu? Menjijikan!''


''Firaun! Hahahaha!''


''Asshh... Aku mau tanya sama kamu, kenalkan dengan orang yang bernama Edwin? Apa dia rekan kerjamu?''


''Ya.. dia teman kerjaku! Kami sahabatan dekat, karena dari pendaftaran, pendidikan sampai sekarang dia masih bersamaku barengan terus. Kenapa? Apa dia buat masalah denganmu?'' Agastya mengerutkan keningnya sambil mengusap stir mobil yang belum berjalan itu.


''Justru itu yang ingin aku tanyakan! Kenapa dia bisa dapat nomor telfonku! Tadi dia bertemu denganku saat makan siang! Kau bisa menebak apa yang dia katakan padaku!''


''Apaaa....? Benarkah? Cepat ceritakan padaku bagaimana tadi siang!'' Agastya melongo mendengar ucapan Firman.

__ADS_1


Aruni membola matanya mendengar suara Firman dari ponsel Agastya yang diloudspeaker dalam mobil. Aruni tersenyum melihat ada harapan keseriusan pada Edwin dan sahabatnya.


__ADS_2