
Ya salam.. Aku tak percaya Aruni bisa seperti ini, tapi Agastya semakin suka jika istri kecilnya ini bermanja - manja.
''Mas? Mas sayang? Kok gak jawab sih!''
''Mas.....!''
Agastya tersentak kala mendengar istrinya memanggilnya berulang kali. Hihihi.. Alhamdulillah bisa bahagia double ini, bisa nganu - nganu kalau sudah di kangenin.
''Eh.. Eh i - iya sayang, maaf mas lagi liat kasus sayang. Ya nanti jam makan siang mas usahakan pulang cepat ya. Tau aja kamu kalau mas makin gak sabar begini!'' sahutnya sambil cengar - cengir.
''Lohh.. Gak harus nanti mas, yang penting mas kirimin es doger dulu yaa. Aku sudah tak sabar menunggu es yang seger - seger, sama baby twins pengen makan gulai mas. Boleh ya... Boleh yaaa?''
''Kamu ini kalau merengek menggunakan jurus baby paling ampuh. Mana mungkin mas membiarkan anak - anak mas kelaparan. Dah.. Mau apa lagi kirimin pesan ke mas aja, nanti kamu tinggal bocan di rumah, pesanan sampai deh!''
''Bocan? Apa itu?''
''Ya sallam istrikuu... Bobo cantik yang, dah ya. Mas mau pimpin briefing anak - anak sebentar sayang, hari ini mas pindah jadi buser karena diminta komandan. Ya coba - coba aja sih!''
Aruni hanya mencebik kala mendengar penuturan Agastya tentang pindah bagian itu, dipikir kerja dipabrik apa? Pake coba - coba segala.
''Hmm... Oke! Hmm... Sayang!''
Henings.
''Ya? Kenapa sayang?'' Agastya meloudspeaker gawainya karena ia juga sedang mempersiapkan segala print out nya.
''Semangat bekerja untuk suamiku, semangatlah dalam mencari nafkah yang di halalkan oleh Allah SWT. Semoga ayah lekas pulang ya Dek ya, terima kasih sudah mau menerima aku dengan semua yang ada padaku. Termasuk rasa tidak percaya diriku pada aku sendiri yang selalu insekyur dan serba kurang ini. Semoga ayah selalu bahagia, dilancarkan semua usahanya. I love you Ayah.''
Tes..
Agastya mengusap matanya yang memanas karena embun sudah mengepul tadi, ia menyeka air matanya dan memasang muka datar andalannya agar terlihat cuek dan menyembunyikan gengsinya itu.
''Love you more sayang, mas kerja dulu ya. Insyallah nanti mas usahakan pulang cepat. Masak yang enak ya sayang, tunggu mas di rumah. Assalamuallaikum binikuhh.. Mas sayang kamu.''
__ADS_1
Tut..
''Waalaikumsalam bojoku!''
Deg!
''Ahhahahahaha''
Indra tertawa kencang kala melihat tubuh Agastya sudah menegang seperti itu, bayangkan saja para pembaca! Agastya telinganya dan pipinya sudah memerah merona.
''Bang...Sat!'' Hanya itu yang di lontarkan Agastya pada Indra sambil mengacungkan jari tengah.
''Bodo amat! Polisi kulkas super bucin, aku yakin kamu gak berkutik kalah telak sama Aruni. Fix, no debat!''
''Bukan tak berkutik, tapi aku terlalu mencintainya, tak tega aku membiarkan istriku merana dalam kerinduan. Aku kan sebagai suami siaga dan calon ayah yang baik ya harus full tanggung jawab dong! Ehmm... Sejak kapan kamu berdiri di situ, nguping aja ahlinya, gak berkelas!''
Indra hanya mencebikan bibirnya seraya duduk di depan Agastya. Ia kesal sekali dengan Agastya, jika bukan temannya mungkin Indra sudah menampolnya dari kemaren - kemaren.
''Aku denger semua ucapanmu dengan Aruni, aku tau kau menahan sesuatu. Tapi aku seneng liat kamu dan Aruni bahagia. Tinggal Edwin aja yang belum start, semoga aja dia juga happy ending bukan sad ending. Gak kuasa aku melihat dia galau dari kemarin pas belum dapat kabar tentang Reni!''
...****************...
''Assalamuallaikum, sayang?''
Agastya mengulangi ucapan salam untuk ketiga kalinya, namun tak nampak batang hidung sang istri sekalipun.
''Hiss.. Sepi begini malah rumah tak dikunci, ibu ini bagaimana sih. Mending kalau ada maling, kalau di racun gimana coba. Ishh... Amit - amit deh! Dek.. Istrikuuu..... Suamimu sudah pulang!!!! Istrikuu... Im coming!''
Agastya meletakan sepatu dinasnya di rak, ia segera ingin mandi dan beristirahat sebentar, mendapati istrinya tertidur di kamar dengan pintu terbuka, seketika bulan sabit terukir di wajah Agastya.
''Can..tik!'' Agastya menyibakkan anak rambut di dahi istrinya, dan
Cup..
__ADS_1
Melihatmu begini aku mana tahan dek, kalau saja aku yang punya negara pasti kamu aku bawa kemana pun aku kerja. Biar bisa nganu - nganu di mana - mana. Hihihi...
Cup..
Agastya membelakangi sang istri entah apa yang dilakukannya saat ini, sebab Agastya terlihat cengar - cengir melulu.
''Empppphttt... Maaas.. Ma- mass!''
''Bentar dek, diem dulu tanggung!'' Ia meneruskan kegiatannya karena dirasa sang istri sudah memejamkan mata kembali. Ahh masa bodoh dengan omelan, biarkan saja ia terlelap. Toh dia juga merasakan enak, hihihi.. Biar taunya ini mimpi!
''Mas!''
Agastya terbelalak ternyata sang istri sudah bangun, alih - alih menyembunyikan gengsi dan takut omelan sang pujaan hati. Agastya menggunakan jurus andalannya untuk menghindari pertanyaan sang istri.
''Mas.. Kok kamu pulang sore sih, katanya tadi makan siang mau pulang. Bohong sama aku ya? Gak kangen aku ya?''
''Lohh... Ini apa yang?? Ka - kamuuu! Aku tuh udah mandi mas sayang. Duhh!''
''Mana ada seperti itu. Mas itu selalu kangen kamu, pengennya di atas kamu terus. Eeh.. di samping kamu terus maksudnya.'' Agastya terus mengelak agar perbuatannya termaafkan oleh sang istri tanpa drama kumbara terlebih dulu.
Pipi Aruni merona semerah tomat, saat mendengar bualan tak bermakna suaminya itu.
''Barusan enak mas.. Kenapa gak bangunin aku sih!'' Agastya malah menggaruk kepala yang mungkin tak dirasa gatal itu. Hmmm.. Menyebalkan Agastya ini gaesss... Tak paham situasi.
Hening....
''Hmm.. Bau apa ini mas. Bauk banget!''
''Mana mas tahu, mas mau mandi dulu mau sholat juga ya! Cup...!''
Ceklekkk,
''Mas!!!!!!! Kamu bohong sama aku yaaa...!'' Aruni melihat sang suami masuk ke kamar mandi berlari ngibrit dari ranjang, ihhhh sebel banget!
__ADS_1
'' Kamu kentut!!!!!!! Ihhh Jorok banget sihh!!!!!'' Aruni teriak penuh kekesalan pada sang suami karena ia sangat benci kentut Agastya yang baunya naudzubillah.