
"Mas, kita jadi pulang sekarang kan? tanya Aruni sembari menatap suaminya asyik merapikan rambutnya.
'Iya dek!! Mas gak tega sama kamu kalau harus kerja, resign aja kenapa. ucapan Agastya membuat Aruni mangap dan no word word.
"Ehm...
Sepertinya aku belum bisa mas kalau resign, aku bersusah payah mendapatkan semua itu dengan waktu sangat lama. Bahkan bulan depan akan ada beberapa seminar yang harus aku ikuti. Jawaban Aruni membuat Agastya menoleh.
Hening
'Yasudah, tak apa sayang kalau kamu bahagia dengan ini. Jika kamu merasa lelah kami harus jujur sama mas. Mas gak masalah kalau harus bayar pinalti untuk kamu.
Yang penting kita bisa sering barengan, kamu sehat bahagia dan kita punya banyak anak. Ahahhaahhaa Agastya tertawa dengan bayangannya sendiri.
Ku peluk tubuh kekar suamiku, aku merasa beruntung sekali dinikahi oleh lelaki yang memperlakukan aku dengan hormat sepeti ratu.
'Gimana hem?? Kamu tak setuju pendapat mas??
Kamu tak mau punya banyak anak denganku?? Agastya menyipitkan matanya.
"Aku sangat ingin mas. Aku akan selalu berusaha menjadi istri yang baik untukmu mas. Hanya satu tadi yang menyinggungku. Aruni sedikit mengerutkan dahinya.
"Apa?? Agastya melepaskan pelukan istrinya.
'Kata - katamu mas yang menyebut mau membayar pinalti. Kamu pikir aku TKW yang tak kerasan kerja apa!!.
Aku kan hanya guru tetap di sekolahan Pak Kades.
'Iya dek mas tau. Tapi kalau sewaktu - waktu kamu bosan ya mas dengan senang hati sekali menyambutmu resign dan kita bisa nganu - nganu tiap waktu. Hehehehe Agastya menaikan kedua alisnya berkali - kali di depan istrinya.
Aruni hanya mencebik mendengar suaminya berbual. Kini Aruni sudah kebal mendengarnya.
...****************...
__ADS_1
'Hufft.. Kenapa aku bodoh sekali!!! Kenapa sih kemarin aku diem aja. Arggggghhh.....
Reni sedang gelisah di dalam kamar hotel.
arggghhh... Rene berteriak - teriak emosi.
"Ren... Stopp!!! Berisikk!
Napa sihh Y dari kemarin Ai liatin kaya gitu terus. Tanya Daniel sang manajer.
"Kamu gak akan tau apa yang aku rasain.
Hikss... Reni mengusap dadanya.
Ia menyesal menjadi model, padahal sejak kecil dia sudah suka dengan dunia perfotonan.
'Yups.. Ai tau kalau Ai gak akan mudeng masalah Ye. Kalau Ye diem ae kapan Ai mudengnyaaa Reni?? Hihssss.. Bikes!! Bikess!! Bikes!!
Daniel tampak meremat - remat jari - jarinya karena sangat kesal dengan Reni yang marah - marah tak jelas.
Arghh...
Pikiranku menjadi tak karuan karena dia bersikap dingin. Aku takut dia jijik denganku.
Bagaimana aku sekarang?? Kenapa aku sangat bodoh bertanya tentang hal pribadinya. Mungkin itulah yang membuat dia kurang nyaman kemarin.
Bahkan kemarin aku minta menemani masuk hotel saja tak mau. Duhh aku merasa sangat bodoh.
Flashback
"Mau kemana dek?
"Jogja!! jawabku ketus.
__ADS_1
"Ini sudah masuk Jogja dek, maksud mas kamu mau kemana tujuannya?? Hem??
"Hotel Sheraton. Besok ada pemotretan disana!
"Ohh!!!!
Reni mendelik mendengar jawaban Edwin yang datar bagai triplek.
"Hmm.. Kamu dah lama ya jadi model?? Apa kamu ikut agency?? Hati - hati loh, ada temenku yang ikut agency tapi berakhir tragis. Ehmmmm ... Bukan menakut - nakuti. Tapi mereka terjun ke dunia terlarang oleh agama.
"Heem!! Hari ini mood Reni memang sedikit berbeda. Ia sudah kesal dari sebelum berangkat karena bukan Edwin yang menyetir.
"Ohh..
Trus kamu di sini gimana nanti? Sendirian?
"Heem!!
Hening...
"Kamu masih marah sama aku?? Kan aku sudah minta maaf sama kamu dek? hmm.. Kalau diem aja berarti enggak tulus dong kemarin itu?? kenapa sih perempuan capek - capek kerja sampai Jogja. Kan kakakmu juga sudah sukses. Kenapa tidak mencoba buka seperti kakakmu
Siapa tahu dari endorse - endorse makanan, oleh - oleh, dan beberapa kuliner. Kamu nantinya bisa launching sendiri pake merek mu. Saran Edwin pada Reni yang masih menatap kosong jalanan.
"Mas, menurutmu wanita seperti apa yang bakal menjadi makmum mu??
"Yang pasti dia mau belajar menyempurnakan separuh iman denganku.Jodoh itu cerminan diri, jadi kita harus mempersiapkan keadaan kita. Jangan percaya dengan kata aku terima kamu apa adanya Dia harus menjadi muslim yang bermanfaat bagi sesama.
Deg..
Lidah Reni terasa kelu.
Kata 'muslim' membuat Reni berkaca diri kalau dia masih sering memakai pakaian terbuka, dia masih menjadi model yang bersentuhan dengan orang lain. Bahkan di backstage catwalk saja dia berganti pakaian dengan cepat dan di bantu beberapa designer laki - laki. Arghhh... Pikiran Reni semakin kalut.
__ADS_1
Beberapa pertanyaan Edwin yang menyinggung kariernya dia acuhkan. Dia merasa tak pantas untuk lelaki se sholeh dia.