Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 27 #Ribetnya nikah ulang


__ADS_3

Ketika Reni dan Hendi sedang dalam mode siaga, lain hal dengan Agastya dan Aruni yang tampak sibuk wara wiri mengurusi kelengkapan nikahnya.


"Dek cari cincin lagi yuuk... yang kemarin kan mendadak.


Nah sekarang kan mas senggang, Jadi yaa mas pengen kamu yang milih. Biar kamu sesuaikan sama selera kamu. Agastya berucap sambil menatap istrinya yang sedang dandan di depan cermin.


"Itu sudah cukup mas. Gausah berlebihan. Aku gamau hambur - hamburin uang mas. Gaenak sama ibu juga. Tolak Aruni halus.


"Ayollahh cepat selesaikan alismu ituu!! mas gak terima penolakan lho!!! Awas kalau menolak!! habis nanti kamu nanti malam!!! ucap Agastya mengerlingkan mata nakalnya.


"Alesan wae!!! hoalahh bojo.. bojoo.. untung ganteng.. Ehh hitam manis dengg.. Aruni terkekeh mengejek suaminya.


"mas dengar dekk... Lelaki itu memang tampan kalau hitam manis.. keren, gagah apalagi kalau senyum bikin meleleh ucap Agastya sambil mengancingkan kemejanya.


"Iya mas aku tauu kok kelebihan kamu.. Lama - lama aku harus selalu waspada kalau kamu sedang kaya gini.. Siap - siap rantai ucap Aruni.


"Hah??? buat apa??? Memang gitu kok..


"Sikap sombongmu itu bisa bikin terbang!! Kamu tingkat PD nya ketinggian! Berakibat fatal pada mental anak buahmu kalau lama - lama dekat..


hahahaha Aruni mengerjainya


Agastya berjalan mendekat pada istrinya yang sedang memakai jilbab.


"Kenapa natap aku gitu?? Aruni menaikkan sebelah alis kirinya.


"Dek ada satu hal yang harus kamu tau!!! Agastya berkata seolah meyakinkan istrinya.


"Apaa? Hal apa dulu??


"Tentang aku!! Agastya menatap serius


degg..


"Kenapa dengan mas.. tersinggung dengan kata - kata aku yang tadi ya?? maaf ya..


"Mas ini kerjanya di jalan dek.. jadi ya memang hitam manis tampan jauh dari kata cakep, apalagi putih,namanya ANOMAN!!!


Hening...


"Hahahahahahaha.....


Iya mas.. aku tau kok. aku nerima mas apa adanya. besok juga bisa diputihin lagi kok. Nanti aku carikan lulur buat mas. Aruni menggenggam tangan Agastya lembut.


"Ihhh.. mas gamau putih.. gini aja ahh.. Udah nyaman sama tone kulitku Agastya membandingkan kulitnya dengan sang istri.


Cup


Aruni mengecup pipi kiri Agastya. Rona malunya terlihat tambah salah tingkah.


"Gausah salting gitu!!! Beruntung dikamar. Coba kalau di luar malu - maluin aja. Aruni berlalu keluar kamar.


"ehh???

__ADS_1


Kenapa dengan istriku??? apa sahabatan dengan Reni efek sampingnya seperti ini??? Kadang menyadari suami butuh keromantisan, kadang juga ngeri banget komentarnya kritis kaya pasien ICU!!!!


perempuan memang sulit di tebak!! Agastya bergumam..


Bu hakim sedang menyiapkan sarapan untuk anak dan menantu kesayangannya. Melihat mereka berdua muncul keluar dari kamar.


"Sayangg - sayangkuu.. ayo makan dulu, hari ini kalian kemana acaranya weekend ini?? Sudah selesai adiministrasinya???


"Sudah buk, semua teman - temanku bantuin kok. Pokoknya yang dulu pernah aku bantu entah di jalan atau kesulitan apa mereka sekarang ada di pusat jadi malah bantuin aku kemarin. Yaudah kapan lagii gak repot.. Biar aja mereka yang sana sini aku mau gantian nyenengin istri. Agastya mengambil nasi sendiri, sedangkan Aruni yang sedang membuatkan teh manis mendengar penuturan suaminya tersenyum kecil rona merah di pipi sengaja ia sembunyikan agar tidak diejek suaminya.


"Ini minumnya mas.. Ini buk. Aruni menurukan 2 gelas teh panas di meja makan.


"Makasii sayang.. Bu Hakim tersenyum.


"Ibu, tadi mas Agastya ngajak Aruni beli cincin lagi apa boleh?? Aruni berucap perlahan karena takut ibundanya tersinggung.


"Silahkan sayang. Kelola lah uang suamimu itu biar gak buat beli burung aja kerjaanya!!! Ibu sudah punya uang sendiri!! Sang mertua tersenyum meringis.


"Ibu ini sombong sekali di depan mantunya.


"Ihhh... gak sadar kamu kalau uang ibu lebih banyak dari kamu??? Ahahhahaa tawa ibunyam.


Agastya hanya memutar bola matanya malas.


...----------------...


Mobil hitam Agastya sudah terparkir di China Town (Pecinan) di pinggir jalan. Dibukalah pintu mobil itu. Sungguh manis bukan perlakuan Agastya pada Aruni.


"Ayo sayang.. Agastya menggandeng Aruni memasuki toko mas yang terkenal di kota itu.


"Terima kasih mbak.. Kami mau cari cincin pernikahan yang simpel tapi elegan.. pinta Agastya.


Pelayan menunjukkan kaca yang berisi beberapa cincin logam mulia yang indah.. Memanjakan mata semua orang, termasuk penulisnya juga.. hehhee..


"Mas, aku suka yang ini!! Aruni menunjuk benda lingkaran kecil yang sangat indah.


"Ambilah sayang.. Kamu mau yang lain?? tawar Agastya.


"Ehmm.. bingung aku mas.. sayang kalau buang - buang uang.


"Ehhh??? Mas punya banyak uang dek, belilah.. sekiranya cukup ambil saja. Bahkan untuk membelikan beberapa set lagi juga masih cukup kok. Agastya mulaii pamer.


Aruni memutar kedua bola matanya malas. Rupanya ia harus terbiasa dengan sikap Agastya yang kadang bercandanya sampai ke pembuluh darah.


"Aku mau cincin untuk kedua ibu kita. Mana ya mas yang bagus?? Aruni meminta pendapat suaminya itu.


"Jangan dek.. ibu sudah banyak cincin.. Gelang aja.. Yuk kesana! Kita pilih mas muda tapi mewah.. tak apa murah tapi biar lebih besar ahahhaa!! Agastya mengapit lengan Aruni. Ia gemas karena istri muda itu sungguh takut uang suaminya habis.


'Silahkan dipilih kak. Ini katalog kami. ada beberapa pilihan warna batu permatanya. Pelayan cantik itu menyodorkan pada Agastya.


"Biar istri sayang yang pilih mbak!! Sayangg ayok pilih buat ibu kita..


"Mas....

__ADS_1


"Hmmm... Agastya yang asik bermain ponsel menoleh. Kenapa sayang?? Gak suka?


'Ada yang lupa!!! Aruni menggigit bibir bawahnya. Reni belum di belikan.


Agastya menepok jidat lupa bahwa istrinya itu lembut kenyal - kenyal hatinya. Toleransinya tinggi juga untuk sesama. Benar - benar jodoh cerminan diri sekalii...


"Pilihlah sayang.. Apa yang dia suka kamu tau kan?? Agastya mengangguk memberikan izin pada istrinya.


Terpilihlah liontin bentuk huruf R warna hijau yang dikelilingi penuh batu permata kecil nan indah.


Aruni memilih gelang untuk kedua ibunya, tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan. Tetap elegan dan cantik bila dipakai wanita paruh baya di rumah.


Agastya membayar perhiasan untuk istri dan kedua ibunya.


"Alhamdulillah ya Allah.. Sehatkan dan berikan kesehatan lebih untuk suami hamba. Terima kasih sudah mau menerimaku dan ibuku yang serba kurang ini. Ia rela menutupi kurangku dengan segala hal dia punya. Lindungilah suamiku ya Allah. Aamiin batin Aruni menatap punggung suaminya yang sedang menggesek kartu pembayaran.


"Mas ... ini Miss Angel wa kita kalau pihak cateringnya sudah siap. Kita bisa testing food sekarang. ucap Aruni yang masih menatap handphonenya.


"Ya oke sayang.. Mintakan saja alamatnya kita kesana sekarang.


Kok ya pas banget dek mas baru pingin siomay. Mau ajak kamu. Ehh malah testernya udah siap. Agastya terkekeh sambil menyetir.


"Jangan begitu ahh mas.. Aruni tersipu malu mendengar penuturan suaminya.


Agastya menetralkan wajahnya menyembunyikan tawanya takut sang istri tambah kian merah pipinya.


Kringg ..


kringggg..


"Hallo... Iya ada apa??


"Ohh mungkin selasa ya, atau bisa tanyain langsung aja sama pihak kantor telfon bang indra bisa.


saya lagi ada acara keluarga pokoknya sampai besok.


"yaaa.... yoiii makasiii Agastya menutup sambungan telfon.


"Siapa mas?? Aruni bertanya pada Agastya memastikan.


"Itu temen mas. Mau ngajuin kegiatan. Buat dikawal pegi jalan - jalan ke Semarang - Jepara. Aku minta buat telfon Indra aja. Mas kan hari ini milik mu sayang. Agastya dengan PD lantang menyombongkan diri.


"Hah?? Matanya terbelalak kaget?? Aruni menatap heran suaminya itu kadang merasa tingkat ilmu yang ia miliki belum sepadan dengan PD nya sang suami.


Belum lagi di tambah dengan ibu mertuannya.


Sulit ditemui


bersambung


Maap ya kakak2 ini adalah novel pertama saya. Untuk visualnya masih blm selesai edit.


kalau sudah selesai akan saya up di ig saya.

__ADS_1


terima kasih sudah mampir


__ADS_2