
Pov ( Bu Ratmini)
Lega rasanya tugasku menjadi ibu sebentar lagi berganti status menjadi nenek kala melihat anak perempuan ku satu - satunya akan menikah.
'Alhamdulillah Ya Allah Ya Rabb'i. Terima kasih telah kau karuniakan pemuda dan ibu mertua baik yang mau menerima anakku dengan tulus. Komplit sepaket dengan keadaanku yang serba kurang ini. Semoga anakku senantiasa bahagia.
Mas..
Seandainya Ayah masih ada, pastinya akan bahagia melihat putri kita seberuntung ini. Dia di kelilingi begitu banyak orang baik dan di cintai penuh oleh keluarga suaminya. Ayah sudah melihatnya kan??
Ayah pasti bahagia kan dengan keputusan ibu?
Tes...
Bu Ratmini mengusap air mata yang menetes, beruntung tak ada yang menyadari kesedihan ibu Aruni.
"Mbak Ratmi, aku dengar hari ini Reni akan ada project ke Jogja ya?? Pemotretan atau fashion show mbak?? hmm...
Sama siapa perginya mbak?? tanya Bu Hakim pada Bu Ratmini yang sedang duduk di teras belakang rumah nenek Agastya, wanita paruh baya itu segera memasukan gawainya karena malu jika ketahuan besannya sedang rindu menatap foto almarhum suami. Lalu dimasukkan lah gawai Bu Ratmini
__ADS_1
'Hmm.. iya dek, saya jadi kesepian lagi kalau di tinggal anak centil itu. Rasanya anak itu memang sudah seperti anakku sendiri dek. Ada rasa berbeda ketika tinggal dengan Aruni yang dominan lembut namun sedikit cerewet beda dengan Reni yang blak - blakan dan centil itu. hihihiii.. bu Ratmini dan Bu Hakim memasak sambil tertawa.
"Iya mbak.. Anak itu memang asyik, semoga saja besok dia dapat jodoh yang baik ya mbak. Tapi kapan itu ya?? pas aku lihat Reni berjilbab juga cantik mbak. Atau tuntutan kerja yang bikin dia enggan berjilbab dan menikah juga.
Mungkin dengan adanya mbak dia merasa mendapatkan kasih sayang ibu dari mbak. Beruntungnya dia bisa dekat denganmu mbak.
Aku aja pingin punya anak perempuan ya ga dapet - dapet, pernah sekali hamil minggu ke 5 keguguran karena kecapekan. Belum rejekinya dulu itu. Ehh.. malah dapat Agastya.
Karena dulu aku tuh sering banget mbak pergi - pergi sama ayahnya Agastya.
Bu Ratmini magut - magut tanda mengerti sambil mendengarkan besanya bicara.
"Jadi ya. Sekarang Agastya over banget sama Aruni, mungkin karena dulu aku pernah kehilangan kali mbak.
"Sudah.. sudah dik..
Yang sabar.. Namanya hidup itu ujian. Semuanya hanya titipan Allah SWT, semuanya gak akan selamanya jadi punya kita.
Kemarin mbak di tinggal suami juga syok sekali. Tapi apa boleh buat jika memang itu kehendak Yang Maha Kuasa. Buktinya Allah memberi ganjaran lebih baik untuk hidup mbak.
__ADS_1
"Maksudnya?? Bu Hakim menyipitkan matanya pada besannya itu. Tidak mengerti apa yang dimaksud bu Ratmini.
'Semasa almarhum masih hidup, beliau pernah berkata padaku tentang kita harus sabar dan ikhlas jika terjadi sesuatu pada kita di kemudian hari.
Sabar merupakan perilaku yang sangat mulia. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 153 dan surah Ali 'Imran ayat 134.
'Tidak hanya mendapatkan cintanya Allah, ternyata orang yang bersabar juga mendapatkan hadiah berupa pahala tanpa batas. Bersabar merupakan sesuatu yang tak mudah dilakukan, tapi balasannya sungguh luar biasa yakni tempat mulia di surga.
Hati yang ikhlas tentunya juga akan membawa ketenangan dalam hidup. Keikhlasan membuat kita lebih menerima dan memaknai berbagai hal yang dimiliki dalam hidup. Dengan begitu, hidup jadi lebih tenang meski bagaimanapun kondisinya.
Untuk di awal memang sulit dek, bahkan kita sesama perempuan yang sudah sendiri pasti kamu lebih tau kan yang mbak maksud. Bu Ratmini menatap sendu besannya.
Bu Hakim bisa memastikan bahwa besannya ini terharu melihat perlakuan Agastya pada Aruni. Namun semua itu memang kewajiban putranya sebagai suami.
"Mbak tenang saja. Saya juga akan menjaga Aruni kok. Kita berdua akan jadi nenek loh.. sudah jangan sedih mbak.
Nanti setelah anak kita resmi menikah, Agastya akan bulan madu dengan Aruni. Kita nanti dapat cuci - cucu yang lucu banget bak.. hihihiii Bu Hakim membayangkan di keliling cucu yang cantik dan ganteng.
"Tinggal satu dek.. Ucapan bu Ratmini membuat bu Hakim semakin bingung.
__ADS_1
"Apanya mbak?? Apanya yang satu??
"Reni!!!... ucap bu Ratmini lirih.