Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
107 #Selangkah lagi


__ADS_3

Lain di tempat Reni yang bahagia dan memulai harus menahan rindu, ada seorang wanita yang sangat dingin dan menaruh dendam pada suami sahabat Reni.


''Jika kau bunuh Briyan, kau juga akan aku bunuh kau Agastya! Kau pantas mati!'' Umpatnya dalam lirih, seringai tatapan tajamnya membuat siapapun tak akan sadar bahwa ada darah pembunuh mengalir dalam dirinya.


Tsaaatttt...


Tsaattttt ...


Tsaaat...


Foto kepala Agastya yang tampak dari samping sudah berlubang - lubang karena tertancap panah dalam lingkaran yang di bencinya.


''Permisi Non. Ma - maaf!'' Ucap seorang pelayan di rumahnya.


''Nona muda, maaf Nona Zea tak ingin makan dari tadi. Kamarnya juga gelap tak ada sahutan sama sekali.'' Ucap pembantunya.


''Baik bi, biar aku yang panggil. Ayo bi, bawakan nampannya!''


Tak


Tak


Tak


Langkah kaki jenjang nan mulus itu menuruni tangga rumah mewah itu, entah apa yang terjadi dengan Zea, adiknya itu jadi marah - marah tak jelas.


Ceklek


''Zea!! Kakak datang!''


Sunyi sepi dan hening membuat kamar Zea adik dari wanita ini terlihat horor. Bagaimana tidak, tanda - tanda kehidupan pun tak nampak ada di sana. Hanya dentingan suara jam yang terdengar.


''Sepi! Zea tak kabur kan bi?''


''Ti - tidak nona muda.'' Sahut sang pembantu.


Klekkk...


''Nahh.. Begini kan ketemu,'' wanita dengan lipstik merah tebal itu dapat melihat sang adik dengan santainya meringkuk di sudut kamar.


''Kenapa di sini Zee? Makan lah, kakak tak ingin kau sakit lebih lama. Kau membuat kakak tersiksa saja. Kalau ibu tau pasti sedih melihatmu begini! Ayo makan!'' Pinta sang kakak pada adiknya itu.

__ADS_1


Hening..


Tanpa sahutan jawaban sesuai yang di harapkan namun malah menangis sendiri.


''Aku tak kuat melihatmu begini!'' Lirih sang kakak.


''Argghhhhhh..... Pergiiiii!!!!! Awassssssssssss!!!!!!!! Sayang awassssss!!!!!!'' Zea menangis meraung - raung seperti orang kesetanan saat ini.


Wanita muda itu mengambil sesuatu dari saku piyama nya kemudian,


Blessss.....


''Maafkan aku Zee, kakak terpaksa melakukan ini. Aku tak sanggup melihatmu menderita berkepanjangan.''


''Nona, bagaimana dengan makanan ini. Nona muda belum jadi makan?'' Tanya sang art pada majikannya itu, ia menjadi gusar sendiri mendapati sang majikan menangis tergugu sambil memeluk adiknya.


''Bi, minta Pak Anas untuk menelfon Dokter Aldisa kalau tak bisa telfonkan Dokter Bagus bilang kalau obat Zea dinaikkan dosisnya, aku akan pergi setelah ini! Bibi awasi Zea saja, aku akan keluar sebentar.''


Pembantunya hanya mengangguk patuh lalu melenggang pergi meninggalkan kedua majikannya.


''Nona Muda, maaf Dokter Aldisa tak bisa di hubungi. Dokter Bagus berkata mungkin adiknya sedang ada konsultasi jadi tak memungkinkan untuk menjawab telfon Non. Kalau soal dosis akan di lihat dulu bagaimana keadaan Nona Zea, takutnya terjadi hal - hal yang tak diinginkan.'' Ucapnya lalu pergi.


Hiksss...


*Flashback on


''Cantiknya kamu Ze, hahaha! Kakak bahagia sekali!''


Wanita berbibir tebal nan merah merona itu tersenyum bangga karena sang adik akan melepas masa lajangnya saat ini.


Ya! Dia adalah Zea Ardeola, wanita muda yang sudah di dandani sangat cantik dan tersenyum bahagia karena di hari ini sang pujaan Briyan Erga Adtyama akan mempersuntingnya di gereja klasik nan indah itu.


''Aku bahagia sayang! You are so beautiful babe, kiss me!'' Bisik Briyan pada Zea yang masih tersipu malu setelah mereka mengikat janji suci di altar.


''More than you! Cup!''


Suara tepuk tangan para tamu undangan ikut berbahagia karena kedua mempelai sangatlah cocok.


Namun naasnya hari buruk nan penuh misteri itu tak ada di kalender.


''Angkat tanganmu! Kau sudah di kepung!'' Ucap seorang tamu undangan dengan mengokangkan senjata.''

__ADS_1


Zea tak tau jika calon suaminya adalah salah satu pengedar kelas kakap yang sudah lama menjadi buronan polisi. Bukan hanya di sini namun Interpol pun juga memburunya karena sosok dibalik bisnis haram itu adalah gembong besar - besaran.


''Apa - apaan ini?'' Zea menjadi panik begitu pula tamu undangannya, banyak yang memilih mundur namun tetap menontonnya.


'Saudara Briyan Erga Adityama! Anda kami tahan karena mengedarkan barang haram di sini. Untuk jelasnya mohon kerja samanya di kantor!'' Pinta Kanit Reserse Polres terkait.


''Zea Believe me! Run!!!!''


DOOORRRR!!!!


Dooorrrrr!!


''TIDAAKKKKKKK!!! Briyannnn!!! No!!!!!!!!!!!!'' Teriak Zea saat itu, Zefia merasa syok seketika setelah mendengar adik iparnya ternyata seorang pengedar narkoba.


Tembakan di udara dan satu tembakan mengenai dada Briyan saat ini.


Semua tamu histeris berlarian meninggalkan gereja. Hingga kini rasa trauma Zea terhadap masa lalu nya sangatlah pekat. Sulit di lupakan hingga mengganggu jiwanya.


Bagaimana tidak jika sang pujaan hati merengang nyawa seketika karena tembakan itu tak sengaja mengenai dadanya.


''Ohh tidakk!'' Zefia yang melihat Agastya mengokang senjata menyimpulkan bahwa Agastya lah yang menembak adik iparnya hingga membuat Zea menjadi seperti ini.


*Flashback off


Edwin mempersiapkan catering langganan ibunya untuk membuat tasyakuran sesuai permintaan sang abang.


''Ini demi loh dek! Awas aja kamu kalau aku tembak besok nolak!'' Umpat Edwin saat melihat nota pemesanannya.


Bagaimana tidak menunya no kaleng kaleng, Nasi box dengan isi Gulai Kambing, sambal goreng cermai sapi hingga empal mengisi menu box tersebut. Pesanan yang semula di wadahkan untuk nasi box berubah menjadi prasmanan yang akan di buka seperti open houei sebuah panti yayasan yang bersebelahan dengan pondok pesantren.


''Tak apalah demi ayang juga! Lagian kalau lu pesankan ayam krispi di pojok Alun - Alun sana apa gak malu sama calon kakak ipar?'' Sindir Indra yang ikut pulang bersama Edwin itu.


''Hemmmm!! Rungkad aku! Koyone bakalan remuk dompetku Dra!'' Lirih Edwin.


''Jijay! Stop ngeluh! Isin Win karo klambimu! Mosok kakak ipar donatur utama mau kau kasih ayam tepung! Kali - kali lah kau sodaqoh!'' Sindir sohibnya diiringi gelak tawa mereka berdua.


''Asoy kau!''Umpat Edwin kali ini.


''Mas Edwin!'' Teriakan memekik seorang wanita hingga membuat mereka berdua berbalik arah.


''Ya?''

__ADS_1


Astaga dia lagi, alamakkkk! Edwin malu kalau sampai abang dan Reni tau. Edwin mukanya langsung memerah dan mengeluarkan jurus andalan.


''Maaf salah orang!'' Jawab Edwin langsung berjalan cepat ke arah mobil.


__ADS_2