
Bu Ratmini tergopoh - gopoh kala dikabari Aruni bahwa menantu kesayangannya itu sedang di rawat di rumah sakit. Aruni belum menceritakan secara detail pada ibunya karena ia takut ibunya akan syok atau bahkan akan menertawakan suaminya itu karena alasan dari sakitnya adalah sama - sama merasakan derita kehamilannya. Sangat memalukan!
Kriett...
''Assalamuallaikum nduk, bagaimana keadaan Agastya saat ini nduk! Gimana le? Kamu ndak papa kan? Mana yang sakit? Ada yang luka? Aruni bikin ibu jantungan saja, tadi bilang kalau kamu masuk rumah sakit. Duhhh.. Tak aman jantung ibu kalau begini.''
''Iya, waalaikumsalam ibu. Maaf Agastya bikin khawatir ibu. Tapi Agastya tidak apa - apa kok bu, cuma yaitu Agastya muntah - muntah.'' Timpalnya dengan sedikit malu - malu pada mertuanya.
''Apa? Mun - muntah? Astagfirullah.. Bagaimana bisa lee? Kamu salah makan? Keracunan? Atau gimana?''
Aruni memberi kode agar ibunya tenang dulu, diusapnya punggung sang ibu sambil ia beri air putih dalam botol kecil agar lebih tenang.
...****************...
Kringgg... Kringgg...
''Ya halo Assalamuallaikum Ren, apa kabar?''
''Ohh iya baik, nih ibu ada di sini. Aku alihkan jadi panggilan video ya. Cepat kamu angkat!''
__ADS_1
''Haiii semua? Spada...'' Sapa Reni menggelegar.
''Lagi apa cah ayu? Sehat kan di sana?'' Tanya bu Ratmini.
''Alhamdulillah sehat ibu. Loh? Kok temboknya putih semua? Lagi pada di mana sih kok jalan - jalan gak nunggu aku pulang? Pasti Santorini ya?''
''Santorini mbahmu! Ini suamiku lagi sakit jamilah! Kapan kamu balik? Aku butuh bantuanmu buat handle tugas sekolah nih. Biasanya kan idemu cemerlink.''
''Ahh.. Akhirnya kemahiranku diakui juga. Mana laki loe? Aku mau liat dong!'' Reni mengeryitkan kedua alisnya bersamaan saat melihat Agastya terkapar di kamar rumah sakit.
''Sakit Ap-
''Dia kena Cauvade Sydrome, sindrom emak - emak hamil ikut ngidam beserta ngilunya.'' Timpal Aruni.
''Siapa sayang yang telfon? Kaya kuntilanak aja suaranya, bikin aku gak mood tidur lagi?''
''Reni mas. Kenapa?''
''Ha? Re- reni? Ka - kamu telfon apa panggilan video?''
__ADS_1
''Video sayang, kenapa sih emangnya? Galau ya gak di sapa Reni?''
...****************...
{ Kakakku yang ganteng dan abangku tersayang? Sudah taukah kamu kalau hari ini Agastya sobat terkasihmu sedang sekarat di rumah sakit? Ia terkapar tak berdaia setengah mati. }
{ Daia? Detergent kali ahh.. Kenapa dia? Bagaimana kamu tahu? Kamu balik gak ngabarin aku ya?} Balas Firman Handoko.
{ BUKAN! aku baru mau balik sore ini, tapi mau bertemu seseorang dulu, ada perlu sebentar guna membahas kerja sama yang akan aku lempar ke orang lain. Kakak mau jenguk gak? }
{ Tak sepatutnya kau tanya begitu, kau pikir n
kakakmu ini tak berotak kah? Cepat! Kirimkan nomor kamar Agastya, nanti aku akan kesana sepulang menutup Ruko di Magelang, nanti sore kakak akan ke Pendopo Wali Kota guna mensuport program UMKM pemerintah feat grup kakak. Keren kak?? Keren dong masa engga!! Awas kalau enggak. }
Idihh.. . Maksa! Dasar kakakku, beruntung kau ini kakakku Firman Handoko. Jika bukan sudah ku bejek - bejek palamu!
Reni yang tengah menyetir mobil dan bermain gawainya tak sadar jika ada mobil datang dari lawan arah yang lebih kencang darinya.
''Bruakkkk.....
__ADS_1
Brakk...
Seketika kumpulan asap yang bergerombol muncul dari mesin depan mobil yang ia kendarai.