Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 85 #Tak berdaya


__ADS_3

Sempat percaya kalau anaknya di santet, namun beda hal dengan Pak Halim beliau meminta Bu Hakim tetap menelfonkan ambulan agar Agastya diperiksa lebih lanjut.


''Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada suami saya dok? Apakah penyakitnya parah?'' Tanya Aruni yang sangat mengkhawatirkan suaminya itu.


''Iya dok, bagaimana keadaan anak saya. Benarkah keracunan makanan atau benar dugaan temannya kalau dia kena santet?'' Bu Hakim menyerbu dengan segala gundah.


''Pak, Bu.. Dan Ibu baru ini istri pasien ya. Begini Bu, tidak ada kendala atau keluhan serius dari pasien. Kelelahan dan mood seseorang memang mempengaruhi keseharian dalam beraktivitas.''


''Tapi dari kemarin muntah - muntah terus! Setiap makan juga keluar lagi dok!" Aruni mencerocos tiada henti.


"Bu.. Maaf bisa saya selesaikan dulu penjelasan saya? Hem? Tenang ya bu, tunggu sebentar."

__ADS_1


Pak Halim melotot menanggapi adiknya dan istri keponakannya itu, sangat konyol. Bagaimana bisa di tahun 2023 bisa - bisanya dia masih percaya santet. Apalagi yang bicara teman Agastya sendiri. Mungkinkah mereka iseng?


''Lanjutkan dokter!'' Pinta Bu Hakim.


''Baiklah bu, mohon tenang ya semua. Dengarkan pendapat saya dulu. Jadi begini Pak Kades, keponakan Anda ini memang hanya sakit biasa tidak ada penyakit serius seperti yang saya utarakan tadi. Hasil cek darah juga normal semua, tidak ada yang dikhawatirkan sama sekali. Namun ada satu hal yang ingin saya tanyakan. Khusunya pada ibu Aruni, apakah saat ini ibu juga mengalami hal yang sama? Hem?''


''Sa - Saya, saya hanya di awal kehamilan mual dong sering lelah dan ngantuk tingkat dewa. Kalau kenyang hawanya ingin rebahan saja dok.''


''Apakah lama sembuhnya dok?'' Bu Hakim terus mengusap punggung menantunya, karena mereka kini hanya berdua. Sebab Pak Halim memutuskan keluar ruangan terlebih dahulu karena ingin menemani Agastya.


''Hmm.. Berbeda - beda ibu, setiap daya tahan tubuh seseorang berbeda dengan yang lainnya. Ada yang dua bulan, ada yang empat bulan, bahkan sekitar lima bulan masih mual. Tapi bisa di minimalisir dengan segala rangsangan bu Aruni, misalnya dengan sering mengajak janin berbicara atau saling menuruti keinginan satu sama lain. Begitu ibu.''

__ADS_1


''Baik dok, kami permisi dulu, maaf merepotkan dokter terima kasih.


...****************...


''Kenapa le? Pusing? Mual? Begah?'' Bu Hakim tak tega melihat muka pucat Agastya.


''Ha - hape ku? Aku mau menelfon Indra!'' Tangan Agastya mengisyaratkan meminta gawainya, tanpa disadari ternyata tertinggal di rumah saat semua panik tadi.


''Bagaimana ini bu, aku mau ijin sama komandan buat libur. Aku tak kuat kalau berangkat kerja. Masa cowo ganteng, keren penuh pesona sepertiku bisa sensitif sama sesuatu.''


Aku dan Ibu hanya bertukar pandangan, kami akhirnya membicarakan permasalahan ini dengan Mas Agastya, bisa aku lihat bahwa om suamiku alias Pak Kades menutup mulutnya karena menahan tawa tentang masalah ini. Sedangkan respon suamiku hanya menahan rasa kesal. Ada rasa iba namun juga bahagia karena secara tidak langsung suamiku bisa merasakan bagaimana sengsaranya orang hamil dan bertelepati dengan si utun. Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas semuanya. Semoga aku, bayiku dan suamiku sehat semua. Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2