
"Tak penting bagiku menjelaskan padamu!!! Jangan sentuh Aruni lagi. Suara bass Agastya terdengar menyeramkan.
"Apa hakmu memintaku begitu!!! Kamu kakaknya? Bapaknya??? lalu Hendi mengalihkan pandangan ke Aruni meminta penjelasan.
Run, kamu harus tau kalau aku tuh sayang banget sama kamu Aruni!!!
Hendi hendak memegang tangan Aruni, langsung Aruni mundur beberapa langkah di belakang Reni.
Bughhhh
Bughh...
Agastya meninju tepat di wajah Hendi sampai tersungkur
"Pergi dari sini atau aku akan memotong kedua tanganmu!!! Jangan pernah lagi kau coba pegang tangan istriku dengan tangan kotormu itu!!!
Ini peringatan pertama dan terakhirku!! Jangan main - main denganku anak muda!!! Agastya melotot tajam dan meninggalkan
Hendi tanpa iba.
Aruni masih terisak di pelukan sahabatnya. Kini mereka ada di ruang kerja istrinya.
Hiksss...
Hiksss....
Huuuuhuhuuuu... Aruni terisak, sakit sekali mengingat kejadian dulu. Yang meninggalkan trauma padanya.
"Udah Aruni... sabar... gapapa, udah ada suamimu disini. Jangan takut lagi yaa!!! Sekarang dah ada banyak orang yang akan lindungi kamu. Don't worry babe.. Reni mengelus - elus punggung sahabatnya agar tenang.
"Kita pulang ya dek!! Kamu bereskan semua barang- barangmu yaa... Mas masukan mobil kesini dulu.
"Ren, ikut aku!!! Agastya berbisik pada Reni. Gadis itu hanya mengangguk paham.
"Run, sebentar ya.. Tadi Bagas dan Azka aku titipin sama satpam desa. Aku pastikan dulu sudah di jemput apa belum. Aruni hanya mengangguk padanya.
Reni segera masuk di pos satpam desa. Agastya sudah menunggunya disana. Pak satpam hanya berdiam diri mengetahui hal tadi.
"Ren,siapa dia??? Agastya bertanya lirih namun suarannya mematikan degub jantung seketika.
"Dia mantan Aruni mas.
deg...
Hening seketika. Agastya memijat kepalanya merasa Aruni belum menyelesaikan masa lalunya itu.
"Jangan salah paham mas. Biar aku yang menjelaskannya. Beri ruang untuk aku bicara tanpa sela.. oke!!!!
"Cepat jelaskan!!!!
"Jadi Aruni itu berpacaran pada saat kuliah. Reni menjelaskan semuanya tanpa di tutup - tutupi lagi. Sudah waktunya Agastya seorang suami tau kalau istrinya hampir di lecehkan. Reni bukan bertujuan untuk mengadu tapi agar Aruni di jaga Agastya lebih ketat lagi. Hendi adalah orang yang ambisius dan gampang bosan.
"A- Apaaaa!!! Bajingan!!!! Agastya mengepalkan tangannya di meja. Tatapan membunuh menatap Reni.
__ADS_1
"Kenapa lihat aku gini!!! Kalau gapercaya tanya mas Firman!! dia yang jemput kami di kampus!! Reni menimpali.
"Laki - laki banci yang hanya berani dengan perempuan!!! Kerja apa dia Ren??
"Tentara deh kayaknya. Kemarin sempat kesini tapi aku gatau itu seragam bagian apa!!. Dah mas, aku balik dulu. nanti Aruni mikir yang bukan - bukan kalau aku lama disini. Reni melenggang pergi.
"Pak!!! maaf, saya minta bapak Tolong diam ya.. jangan sampai om tau kalau tadi ada keributan kecil. Jangan sampai terdengar ke dalam, takut orang yang berkunjung tidak nyaman. Agastya mengeluarkan uang dua lembar ratusan merah.
"Buat beli rokok!!! Bukan sogokan!! tapi bonus dari saya kalau bapak tadi tidak ikut campur.
"Nggih mas Polisi... Mas Agastya.. Matur nuwun!!! ucap bapak itu.
"Dek ayooo.. Kamu sudah siap?? Agastya menatap istrinya yang sedikit sembab di matanya. Ia bawakan tas dan laptop sang istri di bangku belakang.
"Ren, kami jalan dulu. Kamu pulang pakai motor kan???
"iyaaa... duluan aja.. Aku mau kunci semuanya dulu.. Nanti ketemu di rumah ibu. Jawab Reni.
Agastya melajukan mobil hitamnya keluar sekolah. Ia mengklakson pak satpam disana.
Dijalan Aruni hanya diam dan menatap jalanan dengan pandangan kosong.
"Malang benar nasibmu dek!!! Anak tunggal putri lagi, beruntung kamu punya sahabat seperti Reni!! Tak bisa mas bayangkan jika sesuatu yang fatal terjadi padamu. Mungkin mas akan bunuh diri!!! Mas akan jaga kamu sampai kapan pun. Dengan jiwa serta darahku sendiri dek!!! siapapun akan aku lawan jika berani menyakiti mu. Batin Agastya
"Dek??? Dekkk??? Agastya memanggi istrinya yang melamun dari tadi. Dekk.. tak usah di pikirkan kejadian tadi. Sudah ada mas sebagai suamimu disini. Kamu percaya kan??
Aruni menoleh pada suaminya.. perkataan suaminya menyadarkannya dari lamunannya. Terbesit rasa kesal dan benci karena sang mantan hadir kembali dan dengan beraninya hampir menyentuh tangannya. Sedangkan rasa bersalah menyelimuti hatinya karena ia merasa tidak bisa menjaga auratnya dari lelaki lain yang bukan mahromnya.
"Hmmm.. Agastya menoleh...
Iya sayang.. Jangan takut lagi.. Ada aku!!! Agastya menyeka bulir putih itu dari pelupuk mata.
Di tepikannya mobil hitam itu. Dan Aruni langsung memeluk suaminya. Agastya menyambut pelukan sang istri. Mencoba menenangkannya.
"Hiksss... hiksss.... masss... Ma-maafkan aku!!! Aruni terisak.
"Kamu sama sekali enggak salah sayang. Stop!!! Agastya mengusap punggung istrinya.
"Maaf mas.. aku belum bisa menjadi istri yang baik. Aku tidak bisa menjaga auratku.
"No!!! sayang.. kamu tetap yang terbaik.. Dah dah.. Nanti hilang cantiknya.
cupp... cuppp.. sabar... Mas disini!!! apapun yang terjadi. kamu tidak sendirian. Ada suamimu. Sekarang apapun yang akan kamu lakukan bisa libatkan suamimu di manapun. Termasuk di kantormu. Mas pasti berusaha bantu.
Dikecupnya puncak kepala Aruni berkali - kali oleh Agastya. Dan Aruni berhasil tenang karena itu.
"Mas mau maafin aku??? tanya nya polos..
"Selalu sayang... Kamu gak salah kok.
Dah yaa, jangan sedih lagii.. kita lanjut pulang yaa.. ganti baju, gaenak nanti ibu nunggu lama. Agastya tersenyum pada sang istri.
Ada nyeri ddi hati Agastya kala istrinya tampak sesedih itu. Dari cerita Reni, dulu Aruni sampai dua minggu tinggal di kosan karena belum siap bertemu dengan teman - temannya. Karena sudah terlanjur malu pada semua kawan kampusnya
__ADS_1
"Sungguh sakit hatiku dek melihatmu sampai menangis seperti ini karena bajingan itu!!! benar - benar pecundang.. Akan aku cari dia!!! Akan aku buat perhitungan untuknya!!! Awas kau pecundang!! batin Agastya.
"Mas aku masuk dulu ya, mau mandi terus siap - siap. Aku siapin baju mas juga.
"Tak usah dek, mas nanti ambil sendiri saja. kamu mandi istirahatlah. Jangan terlalu lelah. pinta Agastya pada istrinya.
"Mas.. aku istrimu. Selagi aku mampu melayanimu akan aku lakukan terus!!! Jadi jangan halangi aku untuk mengamalkan tugas seorang istri agar dapat bonus pahala juga. Aruni mengiba pada suaminya...
"Baiklah sayang... Mas ke dapur sebentar ya..
Tap
tap
tap..
Agastya menaiki tangga dan masuk ke kamarnya untuk mandi.
ceklek!!
"Sudah selesai sayang??? Hmmm wanginya sampai disini... Agastya menunjuk dadanya sampai membuat Aruni tersipu.
"Sana mandi dulu!!! Bau minyak orang tua!!! ledek istrinya.
"ihhh ngejek!!! Kamu gak ngakuin keperkasaan mas toh????!!! Kecewa aku dek!!! Agastya pura - pura kesal!!!
"ini mas handuknya!!! Aruni memberikan pada suaminya.
"Terima kasih ratukuuu!!!! bisik Agastya tepat di telinga Aruni.
Agastya berlalu ke kamar mandi. Ia mandi dan bersiul - siul. Entah apa yang membuatnya bahagia. Sedangkan Aruni mencari baju suaminya, namun baju itu tampak kusut jika dipakai. Aruni memutuskan untuk menyetrika dulu.
"Lhoo!!! Dek kenapa malah setrika?? Buaknnya ganti baju dulu? Agastya menatap istrinya bingung.
"Mas cakep kalau pakai baju ini.!! Jadi aku mau setrika aja.. Ini sudah selesai.. Aku tinggal ganti baju. Aruni meringis kecil di depan sang suami.
"Mas gemas sekali padamu dek!!! Di cubitnya pipi sang istri sampai merah. Agastya tertawa gembira mendapati sang istri berubah menjadi kepiting rebus.
"Mas jangan tertawa aku malu!!! Aruni merengut kesal.
Cup!! Agastya mengecup bibir Aruni sejenak.
"Ganti baju dulu!! Aku sudah mandi mas. Jangan seperti ini.. bentak Aruni dengan suara khasnya.
cup!!!
Agastya ******* bibir sang istri dengan lembut. Dan berganti menurun ke tengkuk leher istrinya. ******* lolos begitu saja.
namun Agastya mengehntikan aksinya kala teringat sang ibu sudah berdandan heboh menunggu dibawah.
"Sudah!!! Nanti lagi.. ibu sudah nunggu. Nanti lipstik ibu yang merah benrubah jadi hijau kalau kita gak segera tampil kebawah!!!
Aruni menggerutu kesal pada Agastya karena ada dua tanda merah di lehernya. Vampir berbaju coklat !!
__ADS_1