Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 109 #Dendam siapa?


__ADS_3

Lain hal dengan Edwin yang masih stay tercengang atas perintah atasannya itu. Agastya masih dalam perjalanan pulang karena ia menyetir sendiri, rasa kantuk benar - benar setia menghampiri.


''Hoooammm... Ahh Ya Allah Ya Rabbi' bagaimana ini, ngantuk banget aku. Aku harus ambil wudhu dulu kalau begini.''


''Dek! Aruni sayang,'' panggil Agastya pada istrinya yang masih terlelap. ''Sayangku, mas mau ke masjid dulu. Kamu mau ikut apa tunggu di sini, hemm?''


''Egghhhhhtt... Hoammmm... Masih ngantuk mas.'' Aruni kembali terlelap dengan pose manisnya.


Agastya hanya geleng - geleng kepala melihat istri gemasnya semakin hari semakin rawwwrrrrrr!!! Ahh.. Jadi pengen gigit nih gaes!


Klakk..


Kricikkkk.... kricikkkkk .. kricikkkkk..


Agastya tersenyum setelah wajahnya basah, ia menjadi tak ngantuk lagi. Ia merasa lebih tenang karena menyetir dengan membawa wudhu, semoga selamat sampai tujuan.


Brruuuuummmm!!!


'' Mas dari mana?'' Aruni sudah melotot tajam melihat suaminya basah begitu.


''Eh?'' Agastya kaget.


''Jawab atuh mas?''

__ADS_1


''Dari kamar mandi, buang hajat lalu basuh muka sama ambil wudhu. Mas ngantuk kamu tidur semua. Serasa bawa rombongan ngelayat tau gak sih. Pada asik merem semua, mas melek sendiri.''


Manik bening Aruni berkaca - kaca karena ia melihat suaminya berjuang sendirian. Aruni merasa tak tega dengan suaminya.


''Aku udah su'udzon sama mas. Maafin Aruni ya mas, aku kira mas ninggalin aku dan ibu - ibu di sini sendiri.'' Rengek Aruni.


Agastya hanya mangap mendengar penuturan sang istri, aduhh aku memang harus banyak - banyak maklum ini mah! Orang hamil moodnya memang sekarepe dewe! Kadang seneng,kadang sedih, kadang - kadang ada juga yang kidding kidding!


''Mas lanjut ya, sebentar lagi sampai rumah kok. Ini udah masuk Ambarawa kok.''


Aruni mengangguk dan malah terjaga sembari menatap suaminya yang sedang menyetir itu.


''Jangan terlalu lama natap! Entar kamu nyesel gak bisa liat idola kpop kamu?'' Sindir Agastya pada istrinya.


''Kan tampan mas, meskipun lokal yang bisa dibilang bibit unggul. Kalau mentega ya.. Yang super! Kulit tipis, kulit bagus no burik, isi bagus dan harga mahal. Gimana sesuai gak sama -?''


''Gak mas!'' Aruni memotong ucapan suaminya yang sedang menghalu.


''Liat mas sayang, lihatlah penuh cinta jangan penuh nafsu! Rahang mas yang kokoh, alis tegas, raut wajah tampan, gigi putih bersih, hidung mancung, apalagi kalau pake kacamata uhhhhh para wanita langsung keokkk!! Jangan lupa mas punya badan kekar punya otot kuat, dan keren di ranjang.'' Agastya menaik turunkan kedua alisnya ini.


Aruni hanya mencebik mendengar penuturan suaminya.


''Sayang besok mas pindah bagian, ya ada temen yang butuh bantuan buat menyelidiki kasus tapi diminta membantu. Menurutmu mas harus bagaimana?'' Agastya mulai ingin membuka awalan percakapan dengan sang istri karena takut ngambek.

__ADS_1


''Ehmmm.. Ya ndak papa kalau mas suka, lagian kan kalau saling membantu malah jadi meringankan beban sesama. Jangan lupa mas harus berdoa dulu buar lancar. Aku sih dirumah doain mas terussssss!'' Lirik Aruni dengan genitnya.


-


-


-


''Pagi bang, wahh tumben nih datang pagi banget. Mana bang Edwin sama bang Indra?''


''Kenapa nanya gitu?''


''Abang kan biasanya kemana - mana barengan. Ohh iya, makin basah aja bang tiap hari?'' Goda Mustafa, brigadir polisi yang suka ia mintai dalam pembuatan kartu SIM.


''Biasa lahh, petani!'' Agastya menyahut sambil meninggalkan mereka. Ia tak peduli dengan umpatan para juniornya, menurutnya ini sangat - sangat menggelikan.


'' A- Apa? Pe - Petani? Mana ada petani bisa cakep dan kaya begitu.'' Gumam Brigadir Mustafa.


Ceklek...


''Gas?'' Edwin memanggil dari daun pintu yang sedikit ia buka karena tak tau ada siapa di dalamnya.


''Hemmmm!!!''

__ADS_1


''A - astaga!!''


__ADS_2