
Cuaca malam itu memang mendukung jika bakar - bakar. Benar - benar pesta BbQ, apalagi bersama orang terkasih. Rasanya benar - benar luar biasa.
"Cantik!!! Baikk, ramah dan ahhhh!!!! sisi sempurna sosok istri ada padanya!!!! Aku menyukai doi tapi kenapa dia bagai bidadari... Berteman dekat dengan Aruni kenapa doi gak bisa nyetrum sedikit kelebihan baiknya. Mana otaknya teller banget!!! kadang jenius kalau sahut - sahutan sama orang. Emosinya menggelora layaknya lomba.
Aahhh...
Ya Allah.. Allahu Akbarrr!!!!!! ....
Jaga hatiku agar aku tidak menaruh rasa terlarang pada istri sahabatku!!!!
Ampuni aku yang lancang mengaguminya dalam diam. Namun, di satu sisi ada sesuatu yang tengah aku rasakan. Rasa yang tak bisa diungkapkan.
Tapi sulit bagiku melupakan perempuan baik yang sudah menolong ibuku, dia tulus membantu perempuan terbaik yang aku sayangi seumur hidupku.
Perempuan itu tak dendam denganku, meskipun pernah aku torehkan luka dari lisanku sendiri.
Maafkan aku yang lancang menyukaimu... Aku masih bimbang dengan hatiku sendiri, batin Edwin sambil memandang Reni yang asyik membakar sosis dan mengolesi saus dengan telaten.
Dikala semuanya matang untuk yang kedua kalinya, sosis bakarannya akan di santap bersama - sama. Lalu gadis itu menengadahkan kedua tangannya dan memejamkan matanya.
"Aamiin.... Aruni dan Agastya berucap bersamaan lalu mereka menikmati kudapan itu dengan saling suap..
Bisa di bayangkan betapa mesranya mereka.
Yaa jelass... Penulisnya aja iri bangettzzz...
"Nih mas... Sudah mateng!!! bisa dimakan. Reni memberikan dua tusuk sosis bakar pada Edwin.
Edwin malah melongo melihat perlakuan manis Reni, ia merasa bodoh salah menilai Reni. Terlalu naif kala ia menilainya buruk.
"Te - terimaa.. Kasih!!! diambilnya dua tusuk sosis bakar itu. Dimakanlah sambil sesekali ia melirik Reni yang kembali membakar.
"Boleh minta sausnya lagi nggak dek Reni??? tanya Edwin super duper halussss...
"boleh mas.. sini!!!! Sini duduk!!! duduk jejer aku boleh kok!!!!... . Reni menepuk - nepuk. meja kosong di depannya.
Glekkk...
Aruni melotot mendengar temannya berucap tadi. Reni memang tipe blak - blakan. Tapi tak semua lelaki bisa dekat dengannya. Pasalnya anak itu selalu tertutup dengan lelaki. Selalu hanya teman dekatnya saja yang biasa di jejerinya kalau duduk.
Edwin mendekati Reni. Hal itu Bisa di lihat oleh mata stereo Agastya. Langsung ia menyenggol lengan istrinya.
Agastya berfikir bahwa ia salah presepsi Indra yang menyukai Reni selama ini.
"sayang... lihatlahh!!!!
"apa sihh??? mas ini kenapa??
__ADS_1
"ituuu... ituu lohh!!! mulut Agastya monyong - monyong menunjuk keberadaan Edwin yang menemani Reni bakar sosis.
"Biarkan mas... biarkan mereka berteman dulu!!! siapa tau cocok.. jawab istrinya tanpa menoleh.
"Iyaaa... dibiarkan ya sama aja. aku aja tadi nggak nyangka. padahal rencana mas mungkin Indra yang akan mas bantu comblangin, malah ternyata Edwin.
"eittssszzzs.....
jangan - jangan... waktu Reni jatuh kesrempet becak itu. lelaki yang di masksud si mas Edwin... Edwin ini masss!!!! Hah???? Tak percaya aku jika memang mereka sudah bertemu sebelum ini. Sungguh tragisss!!!! Aruni menyipitkan matanya ia ingat saat Reni menggerutu kesal karena bercerita sosok lelaki yang tak lain tak bukan adalah anak dari ibu yang dia tolong malah salah menilainya.
"Maksudnya??? Bertemu kapan dek???
Gimana sih?? Mas gak mudeng sayang... Agastya menyeringai bingung dengan statmen istrinya.
"Gini mas... Aruni menceritakan semua yang ia dengar saat Reni menggerutu kesal pada anak lelaki ibu - ibu yang ia tolong. Dia juga teringat kala menyeruput es teller kesukaannya malah di peringatkan tapi jatuhnya malah ke hinaan saat itu.
"Hah???? apa???? Dek waittttttt!!!!!!
Mana mungkin Edwin seperti itu. mungkinkah salah orang??? Karena dikantor itu dia sangat dingin. Lebih dingin dari pada mas di sana!!! Dan si kulkas itu, biasanya no komen sama cewek. Agastya jadi teringat kala Edwin mengomentari Reni soal pekerjaan Reni dan posturnya. Agastya tersenyum sampai menyipitkan matannya.
"kenapa mas?? Ada sesuatu???
mass ini kenapa???
Kesambet yaaa??? Aruni bingung melihat suaminya senyum - senyum sendiri.
ia mengiba pada Aruni agar jadi penawar kedinginannya.
"Yaudah yuk masuk, dari pada masuk angin. Oya mereka gimana mas??? tanya Aruni padahal tangan Agastya terus saja memegang lengan Aruni tanpa di lepas.
"Halah kamu tuhhh... mereka sudah dewasa!!! jika yang kamu bilang itu benar dek, biarkan mereka berbicara dulu. siapa tahu nanti jadi bisa baikan. Kasian juga kan kalau laki - laki yang punya niat baik mau minta maaf malah di tolak kebaikannya. Lengan Agastya menarik istrinya masuk dalam dekapannya. Ia selipkan anak rambut yang keluar dari jilbab instan yang dipakai Aruni.
Dek pernahkah kamu dengar?? Bahwa ada Hadist yang berbunyi seperti ini bahwa
“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan (HR Ath-Thabrani).
Mereka ini sudah paham norma - norma dek. Mereka pasti tau apa yang baik dan tidak. Seperti mas padamu..Mas meskipun mencintai adek, tapi mas mencoba untuk sabar, dan mas memilih jalan Halal untuk memiliki mu tanpa harus mengutamakan nafsu dulu, ucapan Agastya seperti sosis bakar yang menempel pada lidah yang lapar... hangat dan enakk... bikin pipi Aruni merona.
"hehehe... iya masss... yaudah mas maunya gimana??? hem???
"hisshhhhh... kok malah tanya maunya... yang bener mainnya dek.. Yukk ah.. Mas ga tahan dingin - dingin... butuh kehangatan ini.
Agastya menggendong ala bridal style istrinya. Ia setengah berlari ke arah kamar. Aruni menautkan kedua tangannya pada leher Agastya.
"mass.... pelan ihh... nanti Runi jatuh loh!!! Tega amat sama istrinya.
"Cup
__ADS_1
Agastya mengecup bibir istrinya kala sampai di pintu kamar. Di bukannya pintu itu dengan satu tangan dan menurunkan Aruni tepat di bibir ranjang. Segera di kunci pintunya.
"Mas ini sudah malam... Aku gosok gigi dulu yaa... Aruni kepalang malu mendapati suaminya yang sedang berhasrat itu. Entah kerasukan apa sebenarnya. Agastya malah langsung menubruk istrinya.
Dengan gesit Aruni menggelinding ke tepian sudut kamar. dan langsung berlari masuk kamar mandi.
Dugg...
duggg...
duggg...
dugg...
"duhh... tak aman ini jantungku... kenapa suamiku kalau begitu menyeramkan sekali. Ahhh.... meskipun sudah beberapa kali bersama tetap saja aku tak sanggup dengan belalai gajahnya.
Huhhhh.... Aruni menarik nafas pelan- pelan. Setelah menggosok gigi, ia langsung keluar kamar mandi.
Ceklek!!!!
Bruk!!!!!!!!
Aruni menabrak sesuatu yang kokoh. Tak lain adalah tubuh kekar suaminya di depannya. Saat ia mencoba melihat wajah sang suami.
"Maa... Maaf!!!! Aruni berucap setelah melihat suaminya seperti ada penyesalan karena hasratnya tak tertuntaskan tadi.
"Kenapa harus berlari??? Agastya bertanya datar pada Aruni.
"Hmm... ehmmm... Aruni bingung akan menjawab apa...
"Maa... maaaf mass... tadi aku hanya ingin gosok gigi dulu.. Aruni sedikit gemetar dan menunduk kembali tak berani menatap suaminya.
Cup!!!!
Agastya meraih dagu istrinya. Dan kembali ******* bibir istrinya yang gemetar itu.. Ciuman hangat yang sangat menggairahkan malam ini mampu membungkam segala hal yang di takuti istrinya.
Agastya merapatkan tubuh istrinya dalam dekapannya.
Aruni tak sulit mengimbangi Agastya malam ini.. Sudah kesekian kali ia di cium suaminya dan ia berusaha menjadi sosok yang akan menakhlukan suaminya.
bersambung....
mari meleleh - melleh bersamaa...
maaf kan saya yakk... kadang suka telat up...
insyallah tetap amanah untuk up setiap hari..
__ADS_1
semoga terhiburr kakak... terima kasih sudah mampir.