Assalamuallaikum Bu Guru !!

Assalamuallaikum Bu Guru !!
Bab 67 #Berudu


__ADS_3

Agastya mengamati layar monitor seukuran tv itu dengan seksama, meskipun ia tak mudeng namung gengsinya yang sangat tinggi membuatnya harus tetap stay cool takut salah lagi dimata istrinya. Apalagi sekarang ada Dokter Kapur Barus! Hisss..sebel!


''Ehmm... Mas, ini calon anaknya ya. Ada di kantong yang aku lingkari ini,'' ucap Dokter Bagus sambil menggerakan kursor di kantong itu.


''Ihhh... imutnyaaaa anakku! Gus, kira - kira kalau mau tahu jenis kelaminnya bisa gak?''


''Hmm.. mana bisa sekarang Run, ini aja baru terbentuk! Wait.. Ada sesuatu Run! Gilakkk...!'' Dokter Bagus menutup mulutnya yang mangap.


Agastya, dan Dokter Bagus seketika beradu pandang. Dokter teman Aruni itu menatap syok pada Agastya.


''Kenapa Dok? Ada masalah? Aku sehatkan? Apa terjadi sesuatu?'' Aruni mulai merasa tidak enak, ia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan Bagus.


''Yaa... Ini ada sesuatu, telah terjadi sesuatu! Sus tambah gel nya!'' Suster asisten dokter telah menuangkan cairan putih bening di perut rata Aruni.


Namun demi menjaga image profesional kerja, Dokter Bagus menyibukan diri dengan berganti sarung tangan. Layaknya tidak melihat perut mulus dan putih milik temannya.


''Ada apa dok sebenarnya, bisa Anda katakan pada saya apa yang sebenarnya terjadi pada istriku?'' Pinta Agastya dengan nada lembut.

__ADS_1


''Sebentar ya pak, saya cek sekali lagi. Ingin saya pastikan dulu supaya tadi benar atau tidak yang saya lihat!''


Dokter Bagus dan suster bernama Mawar itu mengamati layar monitor dengan seksama. Di perbesarlah bagian yang dilihat tadi oleh dokter.


''Wahh.. Alhamdulillah, luar biasa ini Pak! Aku Saya baru melihatnya sekarang ada keajaiban seperti ini. Jarang loh, ****** manusia bisa menghasilkan kembar tiga kaya gini, kecebong otw jadi berudu siap lompat. Joss banget kamu Run!'' Bagus berusaha menutup mulutnya menahan tawa.


''Hah?? Tigaaaa... Agastya dan Aruni beradu pandang.


''Maksudnya ada tiga baby? Beruduku ada tiga Dok?'' Agastya memastikan ucapan dokternya dengan melangkah mendekati monitor.


''Iya Aruni, selamat ya pak, ehh.. Mas Agastya. Kalian telah menjadi orang tua!'' Dokter Bagus menulis catatan kehamilan pada buku pink jimat ibu - ibu se-Indonesia Raya.


''Apa aku akan gemuk? Jelek lagi, kucel!''Aruni malah membayangkan hal yang menakutkan.


''Selamat ya Run, untuk kesehatannya selama trimester pertama ini jangan dulu melakukan hubungan suami istri. Ingat.. Aku melarangmu sebagai dokter ya bukan sebagai temanmu. Terlalu berbahaya menbawa tiga baby dalam perutmu jika kamu sembarangan. ''


Agastya memutarkan bola matanya dengan malas, ia bisa menebak jika dokter itu hanya berusaha lembut pada istriku. Selebihnya biasanya cuek.

__ADS_1


''Lalu pantangan makanan tak ada, selama kamu gak ada alergi makanlah banyak - banyak. Tapi perhatikan gizi dan kebersihannya. Karena dalam perutmu ada tiga baby menanti. Ini resepnya ya, kamu nanti minum vitamin dan obat yang sudah aku resepkan semua di sini.''


''Oke.. Makasih banyak Dokter Bagus, nanti kamu tak rekomen ke teman - temanku biar semua periksa di sini. Dokter baik hati!'' Aruni tersenyum sambil menatap hasil usg kecilnya itu.


''Pak Agastya, jangan biarkan istri Anda kelelahan ya. Selalu pastikan bahwa bumil bahagia, dan turuti saja ngidam dan keanehannya nanti. Jangan kaget kalau istrimu kadang bermanja - manja kadang berkebalikan juga, semua karena mood swingnya itu. Selamat ya buat kalian!''


''Hem.. Makasih Dok!'' Agastya berucap datar tanpa ekspresi, sebenarnya Aruni tahu jika suaminya sedang merajuk. Namun apa daya dia tertutup oleh kabar bahagia jadi lupa.


...****************...


''Kita ke tempat ibu mas?'' Aruni menatap arah jalan ke rumah Bu Hakim.


''Iya sayang, kita ke ibu dulu. Aku gamau kamu terlalu lelah kalau perjalanan jauh!''


''Widih.. jarak rumahku sama rumah sakit aja gak jauh mas.. mass.. Ada - ada aja kamu ini. Hmm... Sayang, aku mau makan boleh?'' Aruni mengedip - kedipkan matanya layaknya barbie kecil.. Uhh seandainya bukan di mobil sudah tak habisi kamu dek!


Aruni memakan nasi padang berisi rendang daging sapi dua biji, sepotong ayam bakar, gulai sayur dan perkedel, sedangkan nasi hanya sebagai toppingnya. Berkebalikan dengan makanan yang di makan suaminya itu, banyak nasi namun terlalu sedikit sayur dan lauknya.

__ADS_1


''Haiikkkk... haikkkk.... Aruni bersendawa setelah makan. Agastya terbelalak kaget dengan perubahan istrinya ini. Pasalnya selalu saja memberi nasihat jika makan selesai boleh bersendawa namun tidak boleh keras - keras, dan selalu di tutup dengan tangan.


''Dek? Kamu kok sendawanya kenceng banget sih, dilihatin orang - orang lohh!'' Agastya merasa kikuk di tatap beberapa pasang mata di Sekelilingnya.


__ADS_2